Minggu, 22 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Terlalu Sering Pakai AC? Ini Dampak Buruknya bagi Kesehatan yang Jarang Disadari

Nanda - Thursday, 12 February 2026 | 09:35 AM

Background
Terlalu Sering Pakai AC? Ini Dampak Buruknya bagi Kesehatan yang Jarang Disadari

Air conditioner (AC) telah menjadi bagian dari gaya hidup modern, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Cuaca panas dan kelembapan tinggi membuat banyak orang mengandalkan pendingin ruangan hampir sepanjang hari baik di rumah, kantor, hingga kendaraan.

Namun, di balik kenyamanan tersebut, penggunaan AC yang berlebihan ternyata dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang sering tidak disadari.

1. Gangguan Pernapasan dan Iritasi Saluran Napas

Udara dari AC cenderung lebih kering dibandingkan udara alami. Paparan udara kering dalam waktu lama dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, terutama bagi penderita asma atau alergi.

Menurut penelitian kesehatan lingkungan, sistem pendingin ruangan yang jarang dibersihkan juga dapat menjadi tempat berkembangnya debu, jamur, dan bakteri. Partikel ini kemudian tersebar melalui sirkulasi udara dan dapat memicu batuk, bersin, hingga infeksi saluran pernapasan.

Fenomena ini bahkan dikenal dalam dunia medis sebagai bagian dari Sick Building Syndrome, yaitu kondisi di mana seseorang mengalami keluhan kesehatan akibat kualitas udara dalam ruangan yang buruk.



2. Kulit dan Mata Menjadi Lebih Kering

AC bekerja dengan mengurangi kelembapan udara. Jika terlalu lama berada di ruangan ber-AC, kulit bisa kehilangan kadar air alami sehingga terasa kering, gatal, bahkan mengelupas.

Begitu pula dengan mata. Udara kering dapat mempercepat penguapan air mata dan memicu mata kering, terutama bagi pengguna lensa kontak atau mereka yang bekerja lama di depan layar komputer.

3. Nyeri Otot dan Sendi

Paparan suhu dingin dalam waktu lama dapat membuat otot menjadi lebih tegang. Beberapa orang mengeluhkan leher kaku, pegal pada bahu, hingga nyeri sendi setelah berada di ruangan bersuhu terlalu rendah.

Meski tidak secara langsung menyebabkan penyakit sendi, suhu dingin dapat memperparah keluhan pada penderita rematik atau gangguan muskuloskeletal.

4. Penurunan Daya Tahan Tubuh

Perubahan suhu yang ekstrem antara ruangan ber-AC dan udara luar yang panas dapat membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menyesuaikan diri. Jika terjadi berulang kali, kondisi ini bisa melemahkan sistem imun sementara, sehingga seseorang lebih rentan terkena flu atau infeksi ringan.



5. Risiko Infeksi Jika AC Tidak Dirawat

Sistem AC yang tidak dirawat dengan baik dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme berbahaya, termasuk bakteri seperti Legionella, yang dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan penyakit paru serius (Legionnaires' disease).

Karena itu, perawatan dan pembersihan rutin filter AC sangat penting untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan.

Bagaimana Cara Menggunakan AC dengan Aman?

Penggunaan AC sebenarnya tetap aman jika dilakukan dengan bijak. Para ahli kesehatan lingkungan menyarankan agar suhu ruangan tidak terlalu rendah idealnya berkisar antara 24-26°C.

Selain itu, pastikan sirkulasi udara tetap baik dengan sesekali membuka ventilasi atau jendela, serta membersihkan filter AC secara rutin minimal setiap 1–3 bulan.

Menjaga kelembapan ruangan dan memperbanyak konsumsi air putih juga membantu mengurangi efek udara kering pada tubuh.



AC bukan musuh kesehatan, tetapi penggunaan berlebihan tanpa perawatan yang baik bisa berdampak negatif bagi tubuh. Mulai dari gangguan pernapasan, kulit kering, hingga risiko infeksi akibat kualitas udara yang buruk.

Kunci utamanya adalah keseimbangan: gunakan sesuai kebutuhan, atur suhu dengan bijak, dan lakukan perawatan rutin. Dengan begitu, kenyamanan tetap didapat tanpa mengorbankan kesehatan.