Melindungi kulit dari Matahari yang Kian Agresif
RAU - Saturday, 21 February 2026 | 10:02 AM


Lapisan ozon di stratosfer berfungsi sebagai pelindung alami bumi dari radiasi ultraviolet (UV) berbahaya. Ketika ozon menipis, lebih banyak radiasi UV-B mencapai permukaan bumi.
Menurut World Meteorological Organization, meskipun ada tanda-tanda pemulihan ozon global sejak pembatasan bahan perusak ozon melalui Protokol Montreal; fluktuasi dan penipisan musiman masih terjadi di beberapa wilayah, yang dapat meningkatkan paparan UV secara signifikan.
Sementara itu, World Health Organization menegaskan bahwa paparan UV berlebih merupakan faktor risiko utama kanker kulit, katarak, serta penuaan dini pada kulit.
Radiasi UV terdiri dari:
•UV-A: menembus lebih dalam ke lapisan dermis, menyebabkan penuaan dini dan kerusakan kolagen.
•UV-B: lebih kuat secara energi, menyebabkan kulit terbakar (sunburn) dan berperan besar dalam mutasi DNA sel kulit.
Mengapa Kulit Kita Lebih Rentan?
Ketika UV-B meningkat, sel kulit menghasilkan lebih banyak radikal bebas. Ini memicu stres oksidatif yang merusak kolagen dan elastin.
Paparan UV kronis tanpa perlindungan dapat menyebabkan perubahan struktural permanen pada kulit, termasuk elastosis dan peningkatan risiko kanker kulit non-melanoma.
Di negara tropis seperti Indonesia, intensitas UV memang sudah tinggi sepanjang tahun. Jika perlindungan diabaikan, efek kumulatifnya bisa terasa dalam jangka panjang.
Perawatan Kulit yang Bukan Sekadar Tren
1. Sunscreen adalah Wajib, Bukan Opsional
Gunakan sunscreen minimal SPF 30 dengan perlindungan broad-spectrum (melindungi dari UV-A dan UV-B).
Aplikasikan ulang setiap 2–3 jam, terutama jika banyak beraktivitas di luar ruangan.
Menurut American Academy of Dermatology, penggunaan sunscreen secara konsisten terbukti mengurangi risiko kanker kulit dan tanda penuaan dini.
2.Antioksidan untuk Melawan Radikal Bebas
Serum vitamin C, vitamin E, atau niacinamide membantu menetralkan radikal bebas akibat paparan UV. Antioksidan bekerja sebagai "tameng kedua" setelah sunscreen.
3. Hindari Jam UV Tertinggi
Paparan UV biasanya paling tinggi antara pukul 10.00–14.00. Jika memungkinkan, kurangi aktivitas langsung di bawah sinar matahari pada jam tersebut.
4. Gunakan Perlindungan Fisik
Topi lebar, payung, kacamata hitam UV-protection, dan pakaian lengan panjang membantu mengurangi paparan langsung.
Kulit Sehat di Tengah Perubahan Iklim
Penipisan ozon dan perubahan iklim bukan isu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Dampaknya bisa terasa langsung pada kulit kita.
Kulit adalah organ terbesar tubuh. Ia tidak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga menjadi garis pertahanan pertama terhadap lingkungan.
Merawat kulit hari ini berarti melindungi kesehatan kita di masa depan.
Next News

Pilihan Mukena Yang Tepat Untuk Negara Tropis
13 hours ago

Waspada, Stress Yang Tersembunyi
13 hours ago

Harimau Sumatra di Ambang Sunyi
13 hours ago

Benarkah 24 Jam Tak Lagi Sama?
13 hours ago

Cashless Society: Indonesia Menuju Masyarakat Tanpa Uang Tunai?
13 hours ago

Smart Home: Gaya Hidup Modern atau Kebutuhan Keluarga?
13 hours ago

Anak dan Gadget: Batas Wajar Berapa Jam Sehari?
13 hours ago

Menyesap Nostalgia Lewat Gulali Rambut Nenek
10 hours ago

Makin Keriput, Makin Manis
10 hours ago

Seni Memadukan Warna Outfit
10 hours ago





