Rahasia di Balik Lezatnya Gorengan dan Martabak Manis
Tata - Tuesday, 17 February 2026 | 09:40 AM


Tepung Terigu: Si Putih yang Sering Kita Anggap Remeh, Padahal Punya Rahasia Kelam dan Ajaib
Bayangkan hidupmu tanpa gorengan, roti sobek, mie instan, atau martabak manis. Suram banget, kan? Ibarat sayur tanpa garam, atau mabar tanpa koneksi internet stabil. Nah, aktor utama di balik kenikmatan-kenikmatan duniawi tersebut adalah tepung terigu. Serbuk putih halus yang seringkali kita beli cuma-cuma di warung kelontong ini sebenarnya punya perjalanan panjang dan fakta-fakta yang mungkin bikin kamu melongo.
Seringkali kita cuma tahu kalau terigu itu ya dari gandum. Titik. Padahal, urusan per-tepungan ini lebih rumit dari sekadar giling-menggiling biji gandum. Di balik tampilannya yang kalem dan polos, terigu menyimpan banyak cerita, mulai dari sejarah peradaban manusia sampai potensi ledakan yang bisa menghancurkan pabrik. Yuk, kita kupas satu per satu biar kamu makin pinter pas lagi ngunyah bakwan di sore hari.
1. Bukan Penemuan Kemarin Sore, tapi Warisan Purba
Jangan berpikir kalau tepung terigu itu produk revolusi industri yang baru muncul pas orang Eropa mulai doyan roti. Faktanya, manusia sudah mulai mengolah biji gandum menjadi tepung sejak sekitar 30.000 tahun yang lalu. Arkeolog menemukan bukti kalau manusia purba di Italia sudah pakai batu buat menumbuk akar liar dan biji gandum untuk dijadikan semacam kue pipih di atas batu panas. Jadi, kalau kamu sekarang lagi bikin donat lewat resep TikTok, ingatlah bahwa nenek moyang kita sudah melakukan "percobaan" serupa dengan alat yang jauh lebih terbatas. Bedanya, mereka nggak punya timbangan digital dan oven suhu presisi kayak kita sekarang.
2. Gluten: Si "Lem" yang Bikin Segalanya Jadi Kenyal
Belakangan ini kata "Gluten-Free" sering banget mondar-mandir di label makanan sehat atau menu cafe-cafe hits. Tapi, apa sih sebenarnya gluten itu? Singkatnya, gluten adalah protein alami yang ada di dalam gandum. Kenapa terigu spesial? Karena dia punya elastisitas yang nggak dimiliki tepung lain. Pas terigu dicampur air dan diadon, gluten ini bakal ngebentuk jaringan mirip jaring laba-laba yang kuat sekaligus melar. Inilah yang bikin roti bisa mengembang dan punya tekstur kenyal. Tanpa gluten, roti kita bakal keras kayak batu bata dan mi ayam kita bakal putus-putus kayak harapan mantan. Jadi, kalau kamu nggak punya alergi atau intoleransi tertentu, gluten sebenarnya adalah pahlawan tekstur makanan kita.
3. Kasta Protein yang Harus Kamu Pahami
Jangan asal beli terigu kalau nggak mau masakanmu berakhir tragis. Di pasaran, terigu dibagi berdasarkan kadar proteinnya. Ini bukan sekadar strategi marketing, lho. Ada terigu protein tinggi (biasanya buat roti dan mi), protein sedang (serbaguna buat gorengan atau martabak), dan protein rendah (buat kue kering atau biskuit). Kalau kamu nekat bikin kue kering pakai terigu protein tinggi, siap-siap aja gigimu patah karena teksturnya bakal keras banget. Sebaliknya, kalau bikin roti pakai protein rendah, rotimu nggak bakal mau ngembang dan jadinya bantet. Memilih terigu itu kayak milih pasangan, harus tahu tujuannya mau dibawa ke mana dulu biar nggak nyesel di akhir.
4. Rahasia di Balik Warna Putih Bersih
Pernah nggak sih kepikiran, kenapa tepung terigu warnanya putih banget, padahal biji gandum kan warnanya agak kecokelatan? Nah, di sinilah letak rahasianya. Tepung yang baru digiling sebenarnya punya warna kekuningan yang agak kusam. Dulu, produsen membiarkan tepung "menua" secara alami selama berminggu-minggu sampai warnanya memutih sendiri karena oksidasi. Tapi karena sekarang semuanya serba cepat dan butuh stok banyak, produsen menggunakan proses pemutihan (bleaching) menggunakan bahan kimia yang aman atau udara bertekanan tinggi. Tujuannya biar tampilannya lebih estetik dan hasil kuenya jadi lebih cerah. Tapi tenang, tepung yang nggak diputihkan (unbleached) juga banyak dijual buat kamu yang lebih suka gaya hidup lebih alami.
5. Bahaya Tersembunyi: Terigu Bisa Meledak!
Ini mungkin fakta yang paling gila. Kamu mungkin menganggap terigu itu benda paling tidak berbahaya di dapur, tapi dalam jumlah besar dan kondisi tertentu, tepung terigu sangat mudah terbakar dan bisa meledak. Lho, kok bisa? Debu tepung yang berterbangan di udara punya luas permukaan yang sangat besar. Kalau ada percikan api kecil saja di tengah kepulan debu tepung di dalam ruangan tertutup (seperti pabrik), oksigen di sekitar partikel tepung itu bakal bikin api merambat dengan kecepatan luar biasa. Hasilnya? Ledakan dahsyat yang disebut "Dust Explosion". Jadi, kalau lagi main tepung di dapur, jangan sambil main kembang api ya, Gaes. Bahaya!
6. Kenapa Indonesia Tergantung Banget Sama Terigu?
Kita tahu kalau gandum itu tanaman subtropis yang nggak bisa tumbuh subur di iklim tropis Indonesia yang panasnya minta ampun. Tapi herannya, konsumsi terigu kita tinggi banget. Berdasarkan data, Indonesia adalah salah satu importir gandum terbesar di dunia. Fenomena ini unik karena kita sebenarnya punya banyak sumber karbohidrat lain kayak singkong, ubi, atau sagu. Tapi ya mau gimana lagi, kepraktisan mi instan dan kelezatan gorengan sudah mendarah daging dalam budaya kita. Bisa dibilang, terigu sudah jadi "makanan pokok kedua" setelah nasi bagi sebagian besar masyarakat kita. Sebuah ironi yang enak buat dinikmati, tapi juga jadi pengingat kalau kita sangat bergantung pada pasokan luar negeri.
Kesimpulannya, tepung terigu bukan sekadar bubuk putih yang bikin dapur jadi berantakan. Ia adalah hasil rekayasa pangan ribuan tahun yang memungkinkan kita menikmati ribuan jenis kuliner lezat. Mulai dari urusan sejarah purba sampai urusan kimiawi protein, terigu punya sisi menarik yang sering terlupakan. Jadi, lain kali kalau kamu lagi makan pisang goreng atau roti bakar, kasih sedikit respek buat si putih halus ini. Tanpa kehadirannya, lidah kita mungkin bakal kesepian karena kehilangan tekstur kenyal dan empuk yang selama ini kita cintai. Hidup terigu!
Next News

Cara Mengatasi Duri Ikan Bandeng Agar Tetap Nikmat Disantap
in 5 hours

Trik Jitu Mengolah Ikan Asin: Tetap Gurih dan Kriuk Tanpa Bikin Rasa Terlalu Asin
in 5 hours

Bukan Sekadar Saus Putih, Ini Bahan Utama Pembuat Mayones
in 5 hours

Perut Kembung dan Sering Kentut? Kenali Sinyal Bahaya Bagi Tubuh
in 5 hours

Dilema Lezat di Balik Kulit Tepung: Apakah Dumpling Benar-Benar Sehat atau Sekadar Jebakan Kalori?
in 5 hours

Tips Dapur: Goreng Ikan Renyah Tanpa Drama Cipratan Minyak
in 5 hours

Saus Salad Buah: 3 Resep Enak, Creamy, dan Anti Enek untuk Camilan Segar di Rumah
in 4 hours

7 Tips Ampuh Agar Kecoak Tidak Berani Masuk ke Dapur Anda
in 4 hours

Ikan Patin dan Dori, Apakah Sama? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui
19 hours ago

Vitamin F: Benarkah Itu Vitamin? Ini Penjelasan Ilmiahnya
19 hours ago





