Sabtu, 14 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Manggis: Si Ratu Buah yang Nggak Cuma Manis, Tapi Juga Paling 'Jujur' se-Indonesia

Liaa - Saturday, 14 February 2026 | 10:10 PM

Background
Manggis: Si Ratu Buah yang Nggak Cuma Manis, Tapi Juga Paling 'Jujur' se-Indonesia

Manggis: Si Ratu Buah yang Nggak Cuma Manis, Tapi Juga Paling 'Jujur' se-Indonesia

Kalau kita bicara soal buah-buahan tropis, durian biasanya selalu jadi "King of Fruits" yang dapet sorotan kamera paling banyak. Tapi, kalau ada raja, pasti ada ratu, kan? Nah, di sinilah manggis masuk panggung. Dijuluki sebagai "Queen of Fruits", manggis ini ibarat sosok yang kalem, elegan, tapi punya power yang nggak main-main. Nggak cuma sekadar manis dan seger, manggis itu punya filosofi hidup yang lumayan mendalam kalau kita mau sedikit meluangkan waktu buat merenung sambil ngupas kulitnya yang bikin kuku jadi ungu itu.

Mari kita jujur-jujuran saja. Siapa sih yang nggak pernah main tebak-tebakan jumlah isi manggis waktu kecil? Ini adalah salah satu kearifan lokal paling legendaris yang pernah ada. Caranya simpel banget: cukup liat bagian bawah buahnya yang bentuknya kayak bunga atau bintang itu. Jumlah kelopaknya pasti sama persis dengan jumlah segmen daging buah di dalamnya. Inilah alasan kenapa manggis sering disebut sebagai lambang kejujuran. Dia nggak kayak gebetan kamu yang bilangnya sudah otw padahal masih mandi; manggis apa adanya, luar dan dalam sinkron!

Kenapa Sih Harus Dijuluki Si Ratu?

Julukan "Queen of Fruits" ini sebenernya bukan cuma karangan netizen zaman sekarang. Konon katanya, Ratu Victoria dari Inggris dulu saking pengennya nyobain manggis, sampai berani kasih imbalan besar buat siapa pun yang bisa bawa manggis segar ke hadapannya. Bayangin aja, zaman dulu kan transportasi belum secanggih sekarang. Bawa buah dari Asia Tenggara ke Eropa itu tantangan maut. Manggis itu buah yang gampang rusak dan nggak tahan lama kalau kena suhu ekstrem. Jadi, bisa dibilang manggis ini emang buah ningrat yang eksklusif banget pada masanya.

Secara rasa pun, manggis punya profil yang sangat seimbang. Perpaduan antara manis yang nggak lebay dan rasa asam yang tipis-tipis bikin lidah kita kayak dapet kejutan yang pas. Beda sama durian yang aromanya langsung "menyerang" hidung satu kelurahan, manggis lebih sopan. Aromanya halus, teksturnya lembut kayak salju, tapi sekali gigit, vibes segarnya langsung kerasa sampai ke hati.

Kulitnya yang Pahit Ternyata Emas Tersembunyi

Pernah nggak sih kamu nggak sengaja kegigit kulit manggis? Pahitnya minta ampun, kan? Rasanya kayak lagi dikhianati sama rasa manis dagingnya. Tapi di balik rasa pahit yang bikin muka mengkerut itu, ada kandungan yang namanya Xanthone. Ini bukan nama karakter Marvel ya, tapi senyawa antioksidan super kuat yang fungsinya buat menangkal radikal bebas. Bahkan katanya, antioksidannya jauh lebih tinggi daripada jeruk atau apel.

Makanya, beberapa tahun lalu sempat viral banget kan iklan ekstrak kulit manggis di TV yang lagunya sampai terngiang-ngiang terus? "Kabar gembira untuk kita semua..." Nah, itu beneran bukan gimik marketing semata. Kulit manggis emang punya manfaat buat anti-inflamasi, menjaga kesehatan jantung, sampai urusan kecantikan kulit. Jadi, manggis itu ibarat paket lengkap: dagingnya buat manjain lidah, kulitnya buat jagain tubuh. Cuma ya itu, jangan dimakan langsung kulitnya kalau nggak mau trauma sama rasa pahitnya.

Potensi Ekspor yang Gila-gilaan

Jangan salah, manggis kita ini adalah primadona di pasar internasional. Indonesia itu salah satu eksportir manggis terbesar di dunia. Negara-negara kayak Tiongkok, Australia, sampai Amerika itu nungguin banget pasokan manggis dari kita. Harganya di luar negeri pun bisa berkali-kali lipat dibanding harga di pasar tradisional sini. Jadi, kalau kamu sering nemu manggis di pinggir jalan dengan harga miring, bersyukurlah. Kamu lagi menikmati kemewahan yang diidam-idamkan orang di belahan dunia lain.

Secara sosiologis, pohon manggis juga termasuk tanaman yang 'setia'. Dia butuh waktu bertahun-tahun buat bisa berbuah, tapi sekali berbuah, dia bisa bertahan sampai puluhan bahkan ratusan tahun. Di beberapa daerah, punya pohon manggis di pekarangan itu kayak punya investasi jangka panjang yang nggak bakal rugi.

Kesimpulan: Buah yang Mengajarkan Kesederhanaan

Pada akhirnya, manggis bukan cuma soal rasa manis atau kandungan vitaminnya yang melimpah. Manggis mengajarkan kita soal keseimbangan. Ada manis, ada pahit. Ada kulit yang keras melindungi isi yang lembut. Dan yang paling penting, soal kejujuran yang tadi dibahas di awal. Di dunia yang sekarang penuh dengan filter dan pencitraan, manggis tetap konsisten menunjukkan jumlah isinya lewat kelopak di pantat buahnya.

Jadi, kalau nanti kamu nemu tukang manggis lagi mangkal, jangan cuma lewat. Beli satu atau dua kilo, ajak temen-temen atau keluarga buat tebak-tebakan jumlah isinya. Nikmati sensasi "perang" lawan getahnya, dan rasakan kesegaran yang benar-benar alami. Manggis mungkin bukan buah yang paling populer di media sosial, tapi soal kualitas dan filosofi, dia tetap juara di hati.

Tags