10 Hewan Paling Berbisa dan Mematikan di Dunia:Fakta Sains yang Perlu Kamu Tahu
Nanda - Thursday, 12 February 2026 | 09:28 AM


Di dunia ini ada makhluk-makhluk yang tampak kecil dan tak mencolok, namun memegang racun yang luar biasa kuat cukup untuk menghentikan sistem saraf, melumpuhkan organ kritis, atau bahkan menyebabkan kematian dalam hitungan menit. Para ilmuwan menilai kekuatan racun (venom) hewan berdasarkan pengukuran seperti LD₅₀ (dosis racun yang cukup untuk membunuh 50% subyek uji), serta efek klinis yang dialami manusia saat terpapar.
1. Inland Taipan
Ular Taipan pedalaman (Oxyuranus microlepidotus) dicatat memiliki venom paling toksik di antara ular darat yang diketahui. Satu gigitan dari ular ini mengandung neurotoxin, hemotoxin, dan myotoxin dalam dosis yang sangat tinggi cukup untuk membunuh hingga sekitar 100 orang dewasa jika tidak ditangani.
2. Ubur-Ubur Kotak (Box Jellyfish)
Beberapa spesies ubur-ubur kotak (Cubozoa) dianggap sebagai hewan berbisa paling mematikan di lautan. Mereka memiliki tentakel yang dipenuhi jutaan sel penyengat (nematocyst) yang dapat melepaskan racun kuat ke dalam tubuh korban, menyebabkan nyeri hebat, gangguan jantung, dan kematian dalam beberapa menit bila tidak segera ditangani.
3. Gurita Cincin Biru
Gurita cincin biru (Hapalochlaena spp.) memang berukuran sangat kecil, tetapi membawa racun tetrodotoxin yang sangat kuat. Racun ini dapat menimbulkan kelumpuhan, gangguan pernapasan, dan bahkan kematian dalam hitungan jam setelah sengatan dan sampai sekarang belum ada antipson resmi untuknya.
4. Siput Konus (Cone Snail)
Siput konus laut tampak tidak berbahaya, tetapi menggunakan struktur mirip harpun untuk menyuntikkan racun kompleks yang disebut conotoxins kepada mangsa. Racun ini menargetkan sistem saraf, berpotensi menyebabkan kelumpuhan, kegagalan pernapasan, dan kadang kematian pada manusia.
5. Scorpion Deathstalker
Kalajengking Deathstalker (Leiurus quinquestriatus) mengandung campuran neurotoksin yang sangat kuat. Bagi anak kecil, lansia, atau manusia dengan kondisi medis tertentu, sengatannya bisa berujung fatal tanpa penanganan medis yang tepat dengan antivenom.
6. Ular King Cobra
King cobra dikenal sebagai ular berbisa terpanjang di dunia, memiliki racun yang secara langsung menyerang sistem saraf dengan dosis lebih besar daripada banyak spesies lain. Meski tidak selalu menghasilkan fatalitas tiap insiden, racunnya sangat kuat, dan gigitan bisa membawa konsekuensi serius atau berakibat fatal bila tidak segera ditangani.
7. Ular Saw-Scaled Viper
Ular saw-scaled viper termasuk salah satu yang paling berbahaya karena kombinasi racunnya yang kuat, sifatnya yang agresif, dan prevalensinya di wilayah padat manusia. Gigitan dari spesies ini bertanggung jawab atas sejumlah besar kematian akibat sengatan ular di sejumlah wilayah dunia.
8. Pufferfish
Pufferfish (ikan buntal) mengandung tetrodotoxin racun yang sama kuatnya dengan yang ditemui pada gurita cincin biru dan dikategorikan sangat mematikan jika bagian-bagian beracun dari tubuhnya tidak diolah secara tepat.
9. Stonefish
Stonefish dikenal sebagai ikan paling berbisa di lautan. Sirip-siripnya dapat menyuntikkan venom kuat melalui duri-duri tajamnya, menyebabkan nyeri hebat, kerusakan jaringan, dan bahkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat.
10. Brazilian Wandering Spider
Juga dikenal sebagai banana spider, laba-laba ini memiliki venom neurotoksik yang dapat menyebabkan nyeri, kelumpuhan, dan disfungsi pernapasan. Meski fatalitasnya tergolong rendah jika ada penanganan medis, sengatannya tetap sangat berbahaya.
Kenapa Hewan Membawa Racun?
Venom adalah hasil adaptasi evolusi yang membantu hewan:
- Menangkap mangsa,
- Mempertahankan diri dari predator,
- Mengolah nutrisi dengan efisien.
Racun bekerja berbeda-beda: ada yang menargetkan sistem saraf (neurotoxin), jaringan dan sel (cytotoxin), atau darah dan pembekuan (hemotoxin). Kombinasi sifat ini menentukan seberapa berbahaya racun tersebut terhadap manusia dan hewan lain.
Next News

Manggis: Si Ratu Buah yang Nggak Cuma Manis, Tapi Juga Paling 'Jujur' se-Indonesia
2 hours ago

Terbangun dengan Mata Sembab: Antara Drama Korea, Kebanyakan Garam, dan Tragedi Salah Tidur
3 hours ago

Ngobrolin Sirih dan Pinang
3 hours ago

Langsat atau Duku? Jangan Sampai Tertipu Penampilan Si Kembar yang Bikin Keki Ini
3 hours ago

Dibalik Kedipan Cantiknya, Ternyata Kunang-Kunang Itu "Dark" Juga Ya?
3 hours ago

Gula Merah Lebih vs Gula Putih, Mana Yang Lebih Sehat?
15 hours ago

Benarkah Nasi Dingin Lebih Baik Untuk Kesehatan?
15 hours ago

Insomnia: Saat Tubuh Lelah, Tapi Otak Tak Mau Terlelap
17 hours ago

Pentingnya Vitamin B Kompleks: Penunjang Energi, Saraf, dan Metabolisme Tubuh
17 hours ago

Susu Kambing, Sapi, atau Domba: Mana yang Lebih Sehat?
19 hours ago




