Benarkah Nasi Dingin Lebih Baik Untuk Kesehatan?
Liaa - Saturday, 14 February 2026 | 09:10 AM


Apa Sebenarnya Kandungan Utama Nasi?
Nasi hampir 80% terdiri dari karbohidrat dalam bentuk pati (amilum).
Pati ini tersusun dari dua komponen utama:
Amilosa → bentuk rantai lurus
Amilopektin → bentuk bercabang
Saat nasi dimasak dengan air panas, butiran pati menyerap air dan mengembang. Proses ini disebut gelatinisasi, membuat nasi menjadi lembut dan mudah dicerna tubuh.
Lalu Apa yang Terjadi Saat Nasi Dingin?
Ketika nasi yang sudah matang didinginkan (misalnya disimpan di kulkas), sebagian struktur pati mengalami proses yang disebut retrogradasi.
Dalam proses ini, molekul amilosa kembali menyusun diri menjadi struktur yang lebih rapat dan kristalin.
Bentuk baru inilah yang disebut resistant starch (RS) atau pati resisten.
Menurut ahli ilmu pangan Mary Ellen Camire dalam kajian jurnal Food Chemistry, resistant starch tidak mudah dipecah oleh enzim pencernaan di usus halus. Artinya, tidak seluruhnya diubah menjadi glukosa.
Sebaliknya, pati ini akan mencapai usus besar dan difermentasi oleh bakteri baik — mirip seperti serat.
Apakah Kalorinya Jadi Berkurang?
Secara teori, karena tidak sepenuhnya dicerna, energi yang diserap tubuh sedikit lebih rendah.
Namun penting dicatat, penurunan kalorinya tidak drastis.
Perubahannya relatif kecil, bukan berarti nasi dingin menjadi makanan rendah kalori.
Yang lebih signifikan justru dampaknya pada:
-Respons gula darah lebih stabil
-Rasa kenyang lebih lama
-Mendukung kesehatan mikrobiota usus
Bagaimana dengan Nasi yang Dipanaskan Lagi?
Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa resistant starch yang terbentuk saat pendinginan tetap bertahan meski nasi dipanaskan ulang, selama tidak terlalu lama atau terlalu panas.
Artinya, nasi yang didinginkan lalu dipanaskan kembali masih memiliki sebagian pati resisten.
Apakah Ini Cocok untuk Diet?
Bagi orang yang ingin mengontrol gula darah atau berat badan, nasi dingin bisa menjadi pilihan lebih baik dibanding nasi panas langsung dari rice cooker.
Namun tetap ingat:
Porsi tetap harus dikontrol
Jenis beras juga berpengaruh (beras dengan kadar amilosa lebih tinggi cenderung membentuk lebih banyak resistant starch)
Pola makan secara keseluruhan tetap faktor utama
Menurut Mayo Clinic, keseimbangan total kalori harian tetap menjadi kunci pengendalian berat badan, bukan hanya teknik penyajian makanan.
Kesimpulan
Nasi dingin memang mengalami perubahan struktur pati menjadi resistant starch yang lebih sulit dicerna.
Efeknya:
✔ Gula darah lebih stabil
✔ Lebih mengenyangkan
✔ Baik untuk kesehatan usus
Namun, ini bukan trik ajaib yang membuat nasi bebas kalori. Tetap bijak dalam porsi dan pola makan,
Next News

Manggis: Si Ratu Buah yang Nggak Cuma Manis, Tapi Juga Paling 'Jujur' se-Indonesia
2 hours ago

Terbangun dengan Mata Sembab: Antara Drama Korea, Kebanyakan Garam, dan Tragedi Salah Tidur
2 hours ago

Ngobrolin Sirih dan Pinang
3 hours ago

Langsat atau Duku? Jangan Sampai Tertipu Penampilan Si Kembar yang Bikin Keki Ini
3 hours ago

Dibalik Kedipan Cantiknya, Ternyata Kunang-Kunang Itu "Dark" Juga Ya?
3 hours ago

Gula Merah Lebih vs Gula Putih, Mana Yang Lebih Sehat?
15 hours ago

Insomnia: Saat Tubuh Lelah, Tapi Otak Tak Mau Terlelap
17 hours ago

Pentingnya Vitamin B Kompleks: Penunjang Energi, Saraf, dan Metabolisme Tubuh
17 hours ago

Susu Kambing, Sapi, atau Domba: Mana yang Lebih Sehat?
19 hours ago

Manfaat Buah Nanas: Kaya Enzim dan Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh
19 hours ago





