Pentingnya Vitamin B Kompleks: Penunjang Energi, Saraf, dan Metabolisme Tubuh
Liaa - Saturday, 14 February 2026 | 07:26 AM


Vitamin B kompleks adalah kumpulan delapan vitamin yang memiliki fungsi berbeda tetapi saling mendukung dalam proses metabolisme tubuh. Karena larut dalam air, vitamin ini tidak disimpan lama dalam tubuh sehingga perlu asupan rutin setiap hari.
Menurut penjelasan dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, vitamin B berperan dalam mengubah makanan menjadi energi (metabolisme), menjaga kesehatan sel, serta mendukung fungsi sistem saraf.
Jenis-Jenis Vitamin B dan Fungsinya
1️⃣ Vitamin B1 (Tiamin)
Membantu metabolisme karbohidrat menjadi energi dan menjaga fungsi saraf.
2️⃣ Vitamin B2 (Riboflavin)
Berperan dalam produksi energi dan kesehatan kulit serta mata.
3️⃣ Vitamin B3 (Niasin)
Mendukung fungsi sistem pencernaan dan saraf.
4️⃣ Vitamin B5 (Asam Pantotenat)
Membantu produksi hormon dan metabolisme lemak.
5️⃣ Vitamin B6 (Piridoksin)
Penting untuk pembentukan neurotransmitter dan fungsi imun.
6️⃣ Vitamin B7 (Biotin)
Berperan dalam metabolisme lemak, karbohidrat, dan kesehatan rambut.
7️⃣ Vitamin B9 (Folat/Asam Folat)
Sangat penting untuk pembentukan sel darah merah dan perkembangan janin.
8️⃣ Vitamin B12 (Kobalamin)
Mendukung kesehatan saraf dan mencegah anemia.
Menurut National Institutes of Health, kekurangan vitamin B12 dan folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik serta gangguan neurologis.
Manfaat Utama Vitamin B Kompleks
✅ Meningkatkan Energi
Vitamin B membantu tubuh memecah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi.
✅ Menjaga Kesehatan Saraf
Vitamin B1, B6, dan B12 sangat penting untuk fungsi saraf dan mencegah kesemutan.
✅ Mendukung Pembentukan Sel Darah Merah
Folat dan B12 membantu mencegah anemia.
✅ Menunjang Kesehatan Otak dan Mood
Vitamin B6 dan B12 berperan dalam produksi serotonin dan dopamin.
Siapa yang Berisiko Kekurangan?
Vegetarian/vegan (rentan kekurangan B12),
Lansia,
Ibu hamil (butuh folat lebih tinggi),
Orang dengan gangguan pencernaan.
Menurut Mayo Clinic, defisiensi vitamin B bisa menyebabkan kelelahan kronis, pucat, gangguan memori, hingga depresi ringan.
Perlukah Suplemen?
Jika pola makan seimbang (daging, telur, ikan, kacang, sayuran hijau), biasanya kebutuhan vitamin B sudah tercukupi. Namun, pada kondisi tertentu, dokter bisa merekomendasikan suplemen.
Karena larut air, kelebihan vitamin B biasanya akan dikeluarkan melalui urine, tetapi konsumsi dosis tinggi tetap harus sesuai anjuran medis.
Kesimpulan
Vitamin B kompleks sangat penting untuk energi, saraf, dan pembentukan sel darah merah. Kekurangan vitamin ini dapat berdampak pada stamina, konsentrasi, dan kesehatan mental. Asupan dari makanan bergizi tetap menjadi pilihan utama sebelum mempertimbangkan suplemen.
Next News

Manggis: Si Ratu Buah yang Nggak Cuma Manis, Tapi Juga Paling 'Jujur' se-Indonesia
2 hours ago

Terbangun dengan Mata Sembab: Antara Drama Korea, Kebanyakan Garam, dan Tragedi Salah Tidur
3 hours ago

Ngobrolin Sirih dan Pinang
3 hours ago

Langsat atau Duku? Jangan Sampai Tertipu Penampilan Si Kembar yang Bikin Keki Ini
3 hours ago

Dibalik Kedipan Cantiknya, Ternyata Kunang-Kunang Itu "Dark" Juga Ya?
3 hours ago

Gula Merah Lebih vs Gula Putih, Mana Yang Lebih Sehat?
15 hours ago

Benarkah Nasi Dingin Lebih Baik Untuk Kesehatan?
15 hours ago

Insomnia: Saat Tubuh Lelah, Tapi Otak Tak Mau Terlelap
17 hours ago

Susu Kambing, Sapi, atau Domba: Mana yang Lebih Sehat?
19 hours ago

Manfaat Buah Nanas: Kaya Enzim dan Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh
19 hours ago





