Minggu, 15 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Insomnia: Saat Tubuh Lelah, Tapi Otak Tak Mau Terlelap

Liaa - Saturday, 14 February 2026 | 07:30 AM

Background
Insomnia: Saat Tubuh Lelah, Tapi Otak Tak Mau Terlelap

Insomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan untuk tidur, sering terbangun di malam hari, atau bangun terlalu pagi dan tidak bisa tidur kembali. Menurut Mayo Clinic, insomnia bisa bersifat akut (jangka pendek) atau kronis (berlangsung lebih dari tiga bulan).

Secara medis, tidur melibatkan ritme sirkadian dan hormon seperti melatonin. Gangguan pada sistem ini dapat membuat otak tetap "aktif" meskipun tubuh sudah lelah.

Jenis Insomnia

1️⃣ Insomnia Akut

Biasanya berlangsung beberapa hari hingga minggu, sering dipicu stres atau perubahan rutinitas.

2️⃣ Insomnia Kronis

Terjadi minimal tiga kali seminggu selama tiga bulan atau lebih, sering berkaitan dengan kondisi medis atau gangguan psikologis.

Menurut National Institutes of Health, sekitar 10–15% orang dewasa mengalami insomnia kronis yang berdampak signifikan pada kualitas hidup.

Apa saja Penyebab Insomnia?

Beberapa faktor yang sering menjadi pemicu:

-Stres dan kecemasan

-Depresi

-Konsumsi kafein berlebihan

-Gangguan hormon

-Nyeri kronis

-Gangguan pernapasan saat tidur

-Paparan layar gadget sebelum tidur (paparan cahaya biru dari layar ponsel dapat menekan produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur).

Insomnia yang berlangsung lama dapat menyebabkan:

-Gangguan konsentrasi

-Mudah marah

-Risiko kecelakaan meningkat

-Penurunan imunitas

+Risiko penyakit jantung dan gangguan metabolik

Kurang tidur kronis juga dikaitkan dengan peningkatan hormon stres (kortisol), yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.

Cara Mengatasi Insomnia

1. Perbaiki Sleep Hygiene

Tidur dan bangun di jam yang sama

Hindari gadget 1 jam sebelum tidur

Batasi kafein di sore hari

Ciptakan kamar yang gelap dan sejuk

2. Relaksasi

Teknik pernapasan, meditasi ringan, atau membaca buku dapat membantu menenangkan sistem saraf.

3. Konsultasi Medis

Jika insomnia berlangsung lama, terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT-I) terbukti efektif menurut pedoman klinis internasional.

Obat tidur hanya digunakan dalam pengawasan dokter dan bukan solusi jangka panjang.

Kesimpulan

Insomnia bukan sekadar "tidak bisa tidur", tetapi gangguan yang dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Perubahan gaya hidup, manajemen stres, dan konsultasi medis menjadi langkah penting untuk mengatasinya.