Gula Merah Lebih vs Gula Putih, Mana Yang Lebih Sehat?
Liaa - Saturday, 14 February 2026 | 09:13 AM


Apa Bedanya Gula Merah dan Gula Putih?
Gula putih adalah sukrosa murni yang telah melalui proses pemurnian dari tebu atau bit gula. Proses ini menghilangkan hampir semua kandungan mineral sehingga hasil akhirnya hampir 100% sukrosa.
Gula merah (gula aren/kelapa) dibuat dari nira pohon aren atau kelapa yang dimasak hingga mengental dan mengkristal.
Karena prosesnya lebih sederhana, sebagian kecil mineral seperti:
Zat besi, Kalium, Magnesium
masih tertinggal dalam jumlah sangat kecil.
Menurut United States Department of Agriculture, kandungan mineral dalam gula merah memang ada, tetapi jumlahnya relatif kecil dibanding kebutuhan harian tubuh.
Bagaimana dengan Kalorinya?
Secara energi, keduanya hampir sama.
1 sendok makan gula putih ≈ 48–50 kalori
1 sendok makan gula merah ≈ 45–50 kalori
Perbedaannya sangat tipis dan tidak signifikan dalam konteks pola makan harian.
Menurut World Health Organization, semua jenis gula tambahan — baik gula putih, gula merah, madu, maupun sirup — sebaiknya dibatasi kurang dari 10% dari total asupan energi harian, bahkan idealnya di bawah 5% untuk manfaat kesehatan optimal.
Bagaimana Pengaruhnya terhadap Gula Darah?
Ada anggapan bahwa gula merah lebih "aman" bagi penderita diabetes.
Faktanya, keduanya tetap mengandung sukrosa yang akan dipecah menjadi glukosa dan fruktosa dalam tubuh.
Beberapa studi menunjukkan indeks glikemik gula merah sedikit lebih rendah dibanding gula putih, tetapi perbedaannya tidak cukup besar untuk dianggap aman dikonsumsi berlebihan.
Respons gula darah lebih dipengaruhi jumlah total karbohidrat sederhana yang dikonsumsi, bukan hanya jenis gulanya.
Kenapa Gula Merah Terasa Lebih "Sehat"?
Beberapa alasan psikologis dan sensorik:
Warnanya lebih gelap → dianggap lebih alami
Rasanya lebih kompleks (karamel)
Prosesnya lebih tradisional
Namun dari sisi metabolisme tubuh, keduanya tetap termasuk gula tambahan.
Jadi Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Kalau bicara rasa dan preferensi masakan tradisional, gula merah bisa jadi pilihan karena aromanya khas.
Namun kalau bicara kesehatan:
✔ Batasi jumlahnya
✔ Perhatikan total asupan gula harian
✔ Prioritaskan gula alami dari buah utuh
Intinya bukan soal "warna gula", tapi jumlah konsumsi.
Kesimpulan
Gula merah memang sedikit lebih alami dan mengandung jejak mineral.
Namun:
Kalorinya hampir sama dengan gula putih
Tetap meningkatkan gula darah
Tetap termasuk gula tambahan yang perlu dibatasi
Jadi, jangan tertipu istilah "lebih sehat" jika tetap dikonsumsi berlebihan.
Next News

Manggis: Si Ratu Buah yang Nggak Cuma Manis, Tapi Juga Paling 'Jujur' se-Indonesia
an hour ago

Terbangun dengan Mata Sembab: Antara Drama Korea, Kebanyakan Garam, dan Tragedi Salah Tidur
an hour ago

Ngobrolin Sirih dan Pinang
an hour ago

Langsat atau Duku? Jangan Sampai Tertipu Penampilan Si Kembar yang Bikin Keki Ini
an hour ago

Dibalik Kedipan Cantiknya, Ternyata Kunang-Kunang Itu "Dark" Juga Ya?
an hour ago

Benarkah Nasi Dingin Lebih Baik Untuk Kesehatan?
14 hours ago

Insomnia: Saat Tubuh Lelah, Tapi Otak Tak Mau Terlelap
15 hours ago

Pentingnya Vitamin B Kompleks: Penunjang Energi, Saraf, dan Metabolisme Tubuh
15 hours ago

Susu Kambing, Sapi, atau Domba: Mana yang Lebih Sehat?
18 hours ago

Manfaat Buah Nanas: Kaya Enzim dan Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh
18 hours ago





