Selasa, 17 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Cara Mengatasi Duri Ikan Bandeng Agar Tetap Nikmat Disantap

Tata - Tuesday, 17 February 2026 | 10:05 AM

Background
Cara Mengatasi Duri Ikan Bandeng Agar Tetap Nikmat Disantap

Seni Menjinakkan Ranjau Lezat: Cara Cabut Duri Bandeng Biar Nggak Trauma Pas Makan

Siapa sih yang berani meragukan kenikmatan ikan bandeng? Ikan satu ini adalah primadona di atas meja makan, apalagi kalau sudah digoreng garing atau dimasak pindang yang asam segar. Lemak di bagian perutnya itu, duh, benar-benar definisi surga dunia yang lumer di mulut. Tapi, ada satu masalah besar yang sering bikin kita maju-mundur buat menyantapnya: durinya yang nauzubillah banyaknya.

Ikan bandeng itu ibarat gebetan yang cantik atau ganteng maksimal tapi punya sifat yang toxic banget. Kita pengen memiliki, tapi risikonya sakit hati—atau dalam konteks ini, sakit tenggorokan. Konon katanya, ada sekitar 150 sampai 160 duri yang bersembunyi di balik daging bandeng yang lembut itu. Bayangkan, memakan satu ekor bandeng itu rasanya seperti sedang menjinakkan bom. Salah langkah sedikit, duri halus nyangkut di tenggorokan, dan berakhirlah acara makan enak kita dengan drama menelan gumpalan nasi putih bulat-bulat atau berakhir di IGD.

Nah, daripada kita terus-terusan kena "ghosting" sama kenikmatan bandeng gara-gara takut duri, mending kita pelajari seni mencabut duri alias deboning. Memang butuh kesabaran ekstra, tapi percayalah, hasilnya bakal sebanding dengan kepuasan saat kita bisa menyuap daging bandeng tanpa rasa waswas sedikit pun.

Persiapan Mental dan Alat Tempur

Sebelum masuk ke arena eksekusi, kamu butuh alat tempur yang mumpuni. Jangan cuma modal nekat atau pakai tangan kosong, karena yang ada malah daging ikannya hancur berantakan. Kamu butuh pisau yang benar-benar tajam (kalau bisa pisau filet) dan sebuah pinset. Ya, pinset! Pinset yang biasanya dipakai buat cabut bulu alis atau kumis itu ternyata punya fungsi mulia di dunia kuliner. Tapi ya tolong, beli yang baru khusus buat ikan, jangan pakai bekas dandan ya.

Selain alat, kamu juga butuh kesabaran yang seluas samudra. Mencabut duri bandeng itu bukan pekerjaan yang bisa dilakukan sambil buru-buru berangkat kerja. Ini adalah aktivitas meditatif. Anggap saja kamu lagi melakukan operasi bedah minor pada pasien yang sangat lezat.

Langkah-langkah Eksekusi: Teknik Belah Punggung

Kenapa harus belah punggung? Karena sebagian besar duri bandeng itu posisinya lebih mudah dijangkau dari sisi atas. Berikut adalah tahapannya:

Pertama, bersihkan sisik ikan bandeng sampai benar-benar licin. Setelah itu, cuci bersih. Letakkan bandeng di atas talenan yang stabil. Mulailah menyayat dari bagian punggung, tepat di atas garis tengah ikan, dari arah kepala sampai ekor. Ingat, sayatnya pelan-pelan saja sampai pisau menyentuh tulang tengah yang besar.

Kedua, buka ikan bandeng seperti membuka buku. Di sinilah kamu bakal melihat pemandangan "hutan duri" yang sebenarnya. Tulang tengah yang besar bisa kamu angkat terlebih dahulu. Caranya, potong sambungan tulang di dekat kepala dan ekor, lalu tarik perlahan. Biasanya, beberapa duri besar akan ikut terangkat di sini.

Ketiga, mari kita berburu duri halus. Inilah bagian paling tricky. Duri bandeng itu letaknya teratur, kok, nggak acak-acakan kayak pikiran orang lagi galau. Ada dua baris duri utama di sisi kanan dan kiri yang tertanam di dalam daging. Gunakan jari kamu untuk meraba permukaan daging. Kalau terasa ada yang tajam-tajam kecil menyembul, segera ambil pinset dan tarik searah dengan arah duri itu tumbuh agar dagingnya nggak robek.

Mengenal Lokasi Persembunyian Duri

Jujurly, duri bandeng itu punya pola. Ada duri yang bentuknya kayak huruf Y, ada yang lurus pendek. Biasanya duri paling banyak terkonsentrasi di bagian punggung dan dekat ekor. Bagian perut cenderung lebih aman, makanya itu jadi bagian favorit semua orang. Saat kamu mencabut duri, pastikan kamu mengikuti alur serat dagingnya. Jangan ditarik paksa secara vertikal, karena nanti bentuk ikannya jadi nggak estetik lagi pas digoreng.

Memang, buat pemula, proses ini bisa memakan waktu 15 sampai 20 menit per ekor. Tapi lihat sisi positifnya: kamu jadi punya skill baru yang bisa dipamerin di depan mertua atau gebetan. "Eh, mau makan bandeng? Tenang, udah aku cabutin durinya, kok." Beuh, langsung naik kasta deh tingkat perhatian kamu di mata mereka!

Alternatif Buat Kamu yang Anti-Ribet

Kalau setelah membaca panduan di atas kamu merasa "Duh, kayaknya bukan gue banget deh," jangan berkecil hati. Masih ada cara lain untuk menikmati bandeng tanpa duri tanpa harus jadi ahli bedah ikan dadakan. Cara yang paling populer tentu saja dengan menggunakan panci presto. Dengan tekanan tinggi, duri-duri yang tajam itu bakal berubah jadi lunak selembut hati yang lagi jatuh cinta. Masalahnya, tekstur daging ikan juga jadi sangat hancur dan kadang kita kehilangan sensasi "menggigit" daging ikan yang segar.

Cara lainnya? Ya beli bandeng yang sudah diproses cabut duri di pasar swalayan atau pasar tradisional. Harganya memang sedikit lebih mahal, tapi hitung-hitung itu adalah bayaran untuk jasa orang lain yang sudah bersabar mencabuti duri-duri itu buat kamu. Namun, ada kepuasan batin tersendiri kalau kita bisa melakukannya sendiri di rumah. Lebih higienis dan pastinya lebih hemat kantong.

Kesimpulan: Bandeng adalah Hadiah yang Layak Diperjuangkan

Pada akhirnya, menikmati ikan bandeng tanpa duri adalah sebuah kemewahan yang dihasilkan dari ketelatenan. Kita belajar bahwa hal-hal yang paling enak di dunia ini—seperti bandeng, durian, atau bahkan hubungan asmara—seringkali punya "duri" atau rintangan yang harus diselesaikan dulu sebelum bisa dinikmati dengan tenang.

Jadi, jangan menyerah dulu sama ikan bandeng. Ambil pisaumu, siapkan pinsetmu, dan mulailah berburu duri. Begitu kamu berhasil menyantap satu suap besar daging bandeng goreng tanpa ada gangguan benda tajam di mulut, kamu bakal sadar kalau semua usaha itu worth it banget. Selamat mencoba, dan selamat makan tenang tanpa drama keselek duri lagi!