Trik Jitu Mengolah Ikan Asin: Tetap Gurih dan Kriuk Tanpa Bikin Rasa Terlalu Asin
Tata - Tuesday, 17 February 2026 | 10:00 AM


Trik Jitu Mengolah Ikan Asin: Biar Nggak Darah Tinggi Tapi Tetap Kriuk Maksimal
Siapa sih yang bisa menolak aroma ikan asin yang lagi digoreng? Baunya itu lho, benar-benar provokatif. Bisa bikin tetangga sebelah mendadak lapar atau minimal bikin kita segera ambil piring dan nasi hangat. Ikan asin memang punya kasta tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Mau itu ikan asin peda, jambal roti, sampai teri jengki, semuanya adalah "comfort food" yang levelnya sudah legendaris. Apalagi kalau disandingkan dengan sambal terasi dan lalapan, wah, urusan diet bisa langsung bubar jalan.
Tapi, ada satu masalah klasik yang sering kita hadapi: rasa asinnya yang kadang di luar nalar. Kadang kita beli ikan asin di pasar, kelihatannya menggoda, tapi pas dimasak dan digigit, rasanya kayak lagi ngunyah bongkahan garam dapur. Bukannya nikmat, yang ada malah bikin lidah kelu dan tensi darah langsung berasa naik seketika. Belum lagi urusan tekstur; kadang kalau salah olah, ikan asinnya malah jadi alot atau hancur berantakan saat digoreng.
Nah, buat kamu yang ingin menikmati kelezatan ikan asin tanpa perlu merasa bersalah sama kesehatan jantung atau lidah, ada beberapa trik "life hacks" yang bisa dipraktikkan. Mengurangi kadar garam tanpa menghilangkan jati diri ikan asin itu sendiri adalah sebuah seni. Berikut adalah 6 cara mengolah ikan asin agar kadar garamnya berkurang tapi tetap renyah dan bikin nagih.
1. Rendam di Air Hangat, Cara Klasik yang Selalu Berhasil
Mari kita mulai dari cara yang paling basic namun krusial. Merendam ikan asin di air hangat adalah langkah pertama yang nggak boleh dilewatkan. Jangan pakai air mendidih ya, cukup air hangat kuku saja. Air hangat ini fungsinya untuk membuka pori-pori daging ikan dan melarutkan kristal garam yang terjebak di dalamnya.
Durasi perendamannya fleksibel, sekitar 15 sampai 30 menit tergantung seberapa tebal daging ikannya. Kalau kamu pakai jambal roti yang tebalnya seukuran jempol kaki, ya agak lamaan sedikit. Setelah direndam, jangan lupa dibilas lagi dengan air mengalir. Cara ini efektif banget buat membuang lapisan garam di permukaan ikan tanpa bikin dagingnya jadi lembek atau hancur.
2. Gunakan Air Cucian Beras (Air Tajin)
Trik yang satu ini biasanya diwariskan turun-temurun dari nenek kita. Setiap kali mau masak nasi, jangan langsung buang air cucian berasnya. Air tajin ini punya kandungan pati yang ternyata jago banget buat "mengikat" kelebihan garam pada ikan. Ini adalah metode yang sangat alami dan ekonomis.
Caranya simpel: rendam ikan asin di dalam air cucian beras pertama atau kedua selama kurang lebih 20 menit. Zat pati dalam air beras bakal menyedap rasa asin yang berlebihan sekaligus menghilangkan bau amis yang kadang terlalu menyengat. Bonusnya, konon ikan asin yang direndam air beras bakal punya warna yang lebih bersih saat digoreng nanti.
3. Rendam di Air Garam (Paradoks Osmosis)
Kedengarannya memang aneh dan kontraintuitif, ya? Mau ngurangin asin kok malah direndam air garam? Tapi tenang, ini bukan sekadar mitos, melainkan prinsip sains sederhana yang disebut osmosis. Ketika kamu merendam ikan asin dalam larutan air yang juga mengandung sedikit garam (konsentrasinya harus lebih rendah dari si ikan), maka hukum alam akan bekerja.
Garam dari dalam daging ikan yang konsentrasinya sangat tinggi bakal "tertarik" keluar menuju air rendaman yang konsentrasinya lebih rendah. Proses ini seringkali lebih cepat dan lebih merata dibandingkan merendam di air tawar biasa. Cukup larutkan satu sendok teh garam ke dalam satu mangkuk air, masukkan ikan, tunggu sebentar, lalu bilas. Hasilnya? Rasa asinnya jadi lebih lembut di lidah.
4. Manfaatkan Kertas Koran atau Tisu Dapur
Cara ini mungkin sedikit terdengar seperti eksperimen, tapi cukup efektif buat kamu yang ingin mengurangi kadar garam di permukaan ikan asin dengan cepat. Ambil beberapa lembar tisu dapur atau kertas koran (pastikan ikannya dibungkus plastik dulu kalau pakai koran agar tinta tidak menempel, atau lebih aman pakai kertas roti), lalu bungkus ikan asin yang sudah sedikit lembap.
Kertas ini akan menyerap air yang membawa larutan garam keluar dari pori-pori ikan. Tekan-tekan sedikit agar proses penyerapan maksimal. Ini adalah trik yang bagus dilakukan kalau kamu nggak punya banyak waktu buat merendam lama-lama tapi tetap ingin hasil gorengan yang nggak bikin lidah kering.
5. Sentuhan Jeruk Nipis untuk Penyeimbang Rasa
Setelah ikan selesai direndam dan dibersihkan, coba beri perasan jeruk nipis sebelum masuk ke wajan. Kenapa? Karena rasa asam dari jeruk nipis bersifat menetralkan rasa asin yang dominan. Ini seperti memberikan "counter" agar profil rasa ikan asin kamu nggak cuma datar di rasa asin saja.
Selain mengurangi sensasi asin yang nusuk, jeruk nipis juga bikin aroma ikan asin jadi lebih segar dan meminimalisir bau yang terlalu tajam. Daging ikannya juga bakal terasa lebih firm dan nggak gampang hancur saat kena minyak panas. Ini adalah langkah kecil yang memberikan dampak besar pada hasil akhir masakanmu.
6. Teknik Goreng dengan Tepung Tipis-tipis
Terakhir, bicara soal tekstur. Banyak orang gagal bikin ikan asin yang renyah karena ikannya masih terlalu basah setelah direndam. Rahasianya adalah pastikan ikan benar-benar kering sebelum digoreng. Kamu bisa menepuk-nepuknya dengan tisu dapur sampai kering kerontang.
Setelah itu, balur ikan asin dengan sedikit tepung terigu atau tepung beras secara tipis-tipis saja. Jangan sampai tebal kayak mau bikin mendoan, ya. Tepung ini fungsinya sebagai tameng agar garam tidak langsung "karamelisasi" dan jadi pahit, sekaligus memberikan tekstur kriuk yang tahan lama. Gunakan api sedang cenderung kecil agar ikan matang merata sampai ke tulang dan nggak cepat gosong.
Mengolah ikan asin itu memang soal kesabaran. Kita nggak bisa langsung cemplungin ke penggorengan kalau mau hasil yang maksimal. Dengan melakukan langkah-langkah di atas, kamu tetap bisa menikmati sensasi makan ikan asin yang gurih dan renyah tanpa harus khawatir soal asupan garam berlebih.
Jadi, sekarang nggak ada alasan lagi buat takut masak ikan asin di rumah. Selama tekniknya benar, ikan asin bakal tetap jadi juara bertahan di meja makan kita. Tinggal tambah nasi putih yang masih ngepul, sambal bawang yang pedasnya nendang, dan sedikit lalapan segar, maka nikmat mana lagi yang kau dustakan? Selamat mencoba dan siap-siap nasi di rice cooker cepat habis!
Next News

Cara Mengatasi Duri Ikan Bandeng Agar Tetap Nikmat Disantap
in 5 hours

Rahasia di Balik Lezatnya Gorengan dan Martabak Manis
in 5 hours

Bukan Sekadar Saus Putih, Ini Bahan Utama Pembuat Mayones
in 5 hours

Perut Kembung dan Sering Kentut? Kenali Sinyal Bahaya Bagi Tubuh
in 5 hours

Dilema Lezat di Balik Kulit Tepung: Apakah Dumpling Benar-Benar Sehat atau Sekadar Jebakan Kalori?
in 4 hours

Tips Dapur: Goreng Ikan Renyah Tanpa Drama Cipratan Minyak
in 4 hours

Saus Salad Buah: 3 Resep Enak, Creamy, dan Anti Enek untuk Camilan Segar di Rumah
in 4 hours

7 Tips Ampuh Agar Kecoak Tidak Berani Masuk ke Dapur Anda
in 4 hours

Ikan Patin dan Dori, Apakah Sama? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui
19 hours ago

Vitamin F: Benarkah Itu Vitamin? Ini Penjelasan Ilmiahnya
19 hours ago





