Ikan Patin dan Dori, Apakah Sama? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui
Tata - Monday, 16 February 2026 | 09:57 AM


Pertanyaan ini cukup sering muncul di masyarakat: apakah ikan patin dan dori itu sama? Jawabannya tidak sepenuhnya sama, meski ada hubungan kedekatan pada beberapa jenis yang dijual di pasaran.
Apa Itu Ikan Patin?
Ikan patin termasuk dalam keluarga Pangasiidae dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu spesies yang umum adalah Pangasius hypophthalmus, ikan air tawar yang hidup di sungai dan perairan tropis Asia Tenggara.
Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, patin merupakan komoditas unggulan budidaya air tawar karena pertumbuhannya cepat dan dagingnya lembut.
Ciri khas patin:
Hidup di air tawar
Daging putih lembut
Rasa gurih ringan
Banyak dijual dalam bentuk segar atau olahan lokal
Lalu Apa Itu Ikan Dori?
Secara ilmiah, nama "dori" seringkali disalahartikan. Dalam dunia perikanan internasional, "dory" bisa merujuk pada ikan laut seperti Zeus faber, yang hidup di perairan laut Eropa dan Australia.
Namun di Indonesia, istilah "ikan dori" di pasar modern sering digunakan untuk menyebut fillet dari Pangasius bocourti atau pangasius asal Vietnam. Jenis ini masih satu keluarga dengan patin.
Artinya, "dori" yang banyak dijual di supermarket sebenarnya bukan ikan laut mahal seperti John Dory, melainkan ikan pangasius (kerabat patin) yang difillet dan dibekukan.
Jadi, apa sebenarnya perbedaan antara patin dan "dori" yang dijual di pasaran?
Dari segi habitat, ikan patin hidup di air tawar dan banyak dibudidayakan di sungai maupun kolam di Indonesia. Sementara itu, "dori" yang umum dijual di supermarket sebenarnya juga berasal dari ikan air tawar, biasanya jenis pangasius impor.
Jadi keduanya sama-sama ikan air tawar, hanya berbeda asal produksi dan penamaan di pasar.
Dari sisi asal, patin umumnya merupakan hasil budidaya lokal Indonesia dan menjadi salah satu komoditas unggulan perikanan air tawar nasional. Sedangkan ikan yang disebut "dori" di pasaran modern kebanyakan merupakan produk impor, terutama dari Vietnam, dalam bentuk fillet beku siap masak.
Secara gizi, keduanya sama-sama mengandung protein tinggi dan lemak sehat dalam jumlah sedang. Namun kandungan nutrisi bisa berbeda tergantung pakan dan metode budidaya.
Bagaimana kandungan Gizinya?
Menurut data dari United States Department of Agriculture, ikan pangasius (basa) mengandung:
Protein tinggi
Lemak relatif rendah
Sumber vitamin B dan mineral
Sementara ikan patin lokal juga dikenal mengandung asam lemak omega-3 meski tidak setinggi ikan laut seperti salmon.
Kesimpulan
Ikan patin dan ikan "dori" tidak sepenuhnya sama.
Patin adalah ikan air tawar lokal Indonesia.
"Dori" di pasaran biasanya adalah pangasius (kerabat patin) yang difillet.
John Dory asli adalah ikan laut yang berbeda spesies dan jarang dijual sebagai fillet murah.
Jadi, sebelum membeli, penting membaca label kemasan agar tahu jenis ikan yang sebenarnya dikonsumsi.
Next News

Telur Setengah Matang: Lezatnya Bikin Nagih, Tapi Amankah untuk Kesehatan?
in 7 hours

Kenapa Sabar Kita Cepat Habis Saat Sampai Rumah?
17 hours ago

Palung Mariana: Misteri Terdalam Bumi yang Lebih Sulit Dijelajahi daripada Luar Angkasa
in 7 hours

Takut Gelap Itu Wajar! Ini Penjelasan Ilmiah Kenapa Kita Masih Parno Saat Lampu Mati
in 7 hours

Cara Bijak dan Efektif Menghadapi Orang dengan Gangguan Kepribadian Narsistik (NPD)
17 hours ago

Dari Nastar ke Tenda Biru: Alasan Musim Nikah Tiba Setelah Lebaran
18 hours ago

Solusi Hijau untuk Industri Sawit: Atasi Limbah Sekarang Juga
18 hours ago

Mengapa Orang Bisa Mengigau Saat Tidur?
17 hours ago

Benarkah Gula Aren Lebih Sehat dari Gula Putih?
17 hours ago

Bahasa Yang Paling Sulit Dipelajari di Dunia
17 hours ago





