Latihan Kardio untuk Lansia: Aman, Efektif, dan Menjaga Jantung Tetap Sehat
RAU - Monday, 16 February 2026 | 09:47 AM


Memasuki usia lanjut, fungsi jantung dan paru-paru secara alami mengalami penurunan. Namun menurut World Health Organization (WHO), orang berusia 60 tahun ke atas tetap dianjurkan melakukan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu untuk menjaga kesehatan jantung dan metabolisme.
Hal serupa ditegaskan oleh American Heart Association, bahwa olahraga kardio ringan hingga sedang dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengontrol gula darah, serta mengurangi risiko penyakit kardiovaskular pada lansia.
Mengapa Kardio Penting untuk Lansia?
Menurut jurnal Circulation yang diterbitkan oleh AHA, aktivitas aerobik rutin dapat:
-Meningkatkan sirkulasi darah
-Menjaga elastisitas pembuluh darah
-Mengurangi risiko stroke dan serangan jantung
-Membantu menjaga berat badan ideal
-Meningkatkan kualitas tidur dan suasana hati
Namun, jenis olahraga harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Latihan Kardio yang Disarankan untuk Lansia
1. Jalan Kaki Santai
Ini adalah kardio paling aman dan mudah dilakukan.
Durasi ideal: 20–30 menit per hari, 5 kali seminggu.
Manfaat: meningkatkan daya tahan jantung tanpa membebani sendi.
2.Bersepeda Statis
Mengurangi tekanan pada lutut dibanding berlari.
Cocok untuk lansia dengan masalah sendi ringan.
3.Senam Lansia
Gerakan ritmis ringan yang melatih koordinasi dan keseimbangan.
Bisa dilakukan secara berkelompok untuk meningkatkan interaksi sosial.
4. Berenang atau Water Aerobics
Air membantu menopang berat badan sehingga aman untuk sendi.
Baik untuk penderita osteoarthritis.
5.Tai Chi
Latihan gerak lambat yang meningkatkan keseimbangan dan fungsi jantung ringan.
Penelitian dalam Journal of the American Geriatrics Society menunjukkan Tai Chi membantu mengurangi risiko jatuh pada lansia.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Sebelum memulai latihan kardio, lansia sebaiknya:
Konsultasi dengan dokter jika memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi, atau diabetes,
Memulai dengan intensitas ringan,
Menghindari olahraga saat cuaca terlalu panas,
Berhenti jika muncul nyeri dada, sesak napas berlebihan, atau pusing.
Menurut WHO, aktivitas fisik harus tetap "aman dan menyenangkan", bukan memaksakan diri.
Intensitas Aman untuk Lansia
Patokan sederhana adalah "talk test":
Jika masih bisa berbicara saat berolahraga tanpa terengah-engah berat, berarti intensitasnya masih aman (kategori sedang).
Dan sebaliknya jika terengah-engah berat, artinya sudah tanda kurang aman. Segera konsultasi ke dokter.
Next News

Kenapa Kucing Mengibaskan Ekor dalam Situasi Tertentu?
in 6 hours

Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Sering Terjadi pada Tubuh
in 6 hours

Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Sering Terjadi pada Tubuh
in 6 hours

Minum Air Putih yang Cukup Bisa Mendukung Program Diet
in 6 hours

Sulit Berkonsentrasi di Ruangan Berisik, Begini Cara Otak Meresponsnya
in 30 minutes

Jamur Banyak Muncul Setelah Hujan, Begini Kondisi yang Membuatnya Cepat Tumbuh
in 29 minutes

Mengapa Semut Bisa Menemukan Makanan dengan Cepat?
in 27 minutes

Kerokan Saat Badan Meriang, Apakah Benar Membantu atau Hanya Membuat Kulit Memerah?
3 hours ago

Rutin Minum Air Hangat Setelah Bangun Tidur, Ini yang Terjadi pada Tubuh
3 hours ago

Kebiasaan Makan Larut Malam Bisa Membuat Tubuh Mengalami Perubahan Ini
3 hours ago





