Sap Ca Meh/ Cap Go Meh :Malam ke-15 Penutup Imlek yang Sarat Makna dan Tradisi
RAU - Monday, 16 February 2026 | 09:44 AM


Sap Ca Meh adalah istilah dari dialek Hokkien yang berarti "malam kelima belas".
Perayaan ini merujuk pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek dan dikenal secara internasional sebagai Cap Go Meh atau Festival Lampion.
Dalam bahasa Mandarin, perayaan ini disebut Yuan Xiao Jie atau Lantern Festival. Menurut catatan sejarah Dinasti Han (206 SM–220 M), festival lampion sudah dirayakan lebih dari 2.000 tahun lalu sebagai bentuk doa untuk keselamatan, keberuntungan, dan panen yang baik.
Makna Filosofis Sap Ca Meh
Malam Sap Ca Meh bertepatan dengan bulan purnama pertama di tahun baru lunar. Dalam budaya Tionghoa, bulan purnama melambangkan:
Kesempurnaan,
Persatuan keluarga, da
Harapan yang utuh.
Profesor budaya Tionghoa dari Chinese University of Hong Kong, Dr. David Faure, dalam kajian tentang festival lunar menyebutkan bahwa Festival Lampion adalah simbol "penyatuan cahaya dan harapan di awal siklus tahunan."
Tradisi yang Dilakukan
Beberapa tradisi yang umum dilakukan:
-Menyalakan lampion merah sebagai simbol keberuntungan
-Pertunjukan barongsai dan naga
-Makan tangyuan (onde kuah/ronde) yang melambangkan kebersamaan
-Doa bersama di klenteng
Sap Ca Meh/ Cap Go Meh di Indonesia
Di Indonesia, Sap Ca Meh berkembang dengan ciri khas lokal. Perayaan paling terkenal berlangsung di:Singkawang, Pontianak, dan Medan.
Di Singkawang, terdapat tradisi Tatung yang menjadi daya tarik wisata nasional bahkan internasional. Tradisi ini menunjukkan akulturasi budaya Tionghoa dan Dayak yang telah berlangsung lama.
Menurut data Kementerian Pariwisata RI, Festival Cap Go Meh Singkawang masuk dalam kalender event nasional karena daya tarik budayanya yang unik.
Sap Ca Meh menandai berakhirnya masa perayaan Tahun Baru Tionghoa. Setelah malam ke-15 ini, masyarakat kembali pada aktivitas normal, dengan harapan tahun yang baru membawa keberuntungan dan kesejahteraan.
Next News

Dari Nastar ke Tenda Biru: Alasan Musim Nikah Tiba Setelah Lebaran
17 hours ago

Solusi Hijau untuk Industri Sawit: Atasi Limbah Sekarang Juga
17 hours ago

Mengapa Orang Bisa Mengigau Saat Tidur?
16 hours ago

Benarkah Gula Aren Lebih Sehat dari Gula Putih?
16 hours ago

Bahasa Yang Paling Sulit Dipelajari di Dunia
16 hours ago

10 Kota Paling Misterius di Dunia
16 hours ago

Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan: Rempah Aromatik yang Kaya Khasiat
16 hours ago

Teknologi yang Dulu Dianggap Mustahil Dan Kini Menjadi Nyata
16 hours ago

Hidung Mancung Impian atau Mimpi Buruk? Sisi Lain Operasi Plastik Hidung yang Jarang Dibahas
7 hours ago

Cendrawasih: Pesona 'Burung Surga' dari Papua yang Keindahannya Nyaris Tak Masuk Akal
7 hours ago





