Kenali Tanda Kurma Mulai Rusak dan Tips Menyimpannya dengan Benar
Tata - Monday, 16 February 2026 | 07:40 PM


Rahasia Simpan Kurma Biar Nggak Jamuran: Tips Awet Sampai Lebaran Tahun Depan!
Ngaku deh, siapa di sini yang stok kurmanya masih numpuk di pojokan meja makan padahal bulan Ramadan sudah lama lewat? Fenomena "kurma sisa" ini emang udah jadi tradisi tak tertulis di banyak rumah orang Indonesia. Awalnya beli semangat banget, satu dus gede buat takjil, eh menjelang akhir puasa malah bosen dan akhirnya itu kurma cuma dipandangin doang. Masalahnya, kurma itu bukan batu yang bisa dipajang selamanya. Kalau cara simpannya ngasal, jangan kaget kalau tiba-tiba muncul bintik putih mencurigakan atau aromanya berubah jadi kayak ragi tape.
Jujurly, menyimpan kurma itu gampang-gampang susah. Gampang kalau tahu triknya, susah kalau kita nganggep semua kurma itu sama. Padahal, dunia per-kurma-an itu luas banget, ada yang tipenya basah kayak Sukari yang lumer di mulut, ada juga yang kering legit kayak Ajwa atau Khalas. Perlakuan ke mereka nggak bisa disamaratakan. Kalau salah langkah, investasi kesehatan kamu lewat buah surga ini bisa berakhir tragis di tempat sampah. Nah, biar nggak mubazir, yuk kita bahas gimana caranya bikin kurma tetap fresh, legit, dan bebas jamur meski disimpan berbulan-bulan.
Pahami Dulu Karakter Kurma Kamu
Sebelum kita ngomongin soal wadah atau suhu kulkas, hal pertama yang wajib kamu pahami adalah jenis kurma yang kamu punya. Ini krusial banget, guys. Kurma itu secara umum dibagi jadi dua kubu: kurma basah (soft dates) dan kurma kering (dry dates). Kurma basah seperti Sukari atau Barhi biasanya punya kadar air yang tinggi. Karena airnya banyak, mereka ini lebih rentan difermentasi sama bakteri kalau ditaruh di suhu ruang terlalu lama. Efeknya? Bisa berjamur atau rasanya jadi asam.
Beda cerita kalau kamu punya stok kurma Ajwa, Medjool, atau kurma jenis Lulu yang cenderung lebih kering. Mereka ini punya daya tahan yang lebih kuat di suhu ruang karena kadar airnya minim. Ibaratnya, kurma kering itu tipe yang mandiri, sedangkan kurma basah itu tipe yang harus "manja" dan selalu butuh pendingin. Jadi, langkah pertama adalah cek tekstur kurma kamu. Kalau dipencet terasa lembek banget dan basah, jangan sekali-kali ditaruh di atas meja makan lebih dari tiga hari tanpa perlindungan ekstra.
Wadah Kedap Udara adalah Harga Mati
Ini dia kuncinya: oksigen adalah musuh sekaligus kawan. Tapi dalam urusan simpan-menyimpan makanan, oksigen berlebih itu musuh besar karena memicu oksidasi dan pertumbuhan jamur. Jangan biarkan kurma kamu mendekam di dalam kardus aslinya kalau plastiknya sudah dibuka. Kardus itu berpori, udara bisa keluar masuk sesuka hati, dan itu bikin kurma cepat kering atau malah terkontaminasi bau masakan di dapur.
Pindahkan kurma ke wadah plastik atau kaca yang punya tutup kedap udara (airtight). Pastikan tutupnya bener-bener rapat, ya. Kalau mau lebih pro lagi, kamu bisa pakai plastik ziplock dan buang udaranya sebelum ditutup rapat. Dengan wadah kedap udara, kelembapan alami kurma bakal terjaga, jadi teksturnya nggak bakal berubah jadi keras kayak kerikil saat nanti kamu mau makan lagi. Plus, ini mencegah semut-semut nakal ikut berpesta di dalam sana.
Dingin Lebih Baik: Kulkas atau Freezer?
Banyak orang yang nanya, "Kurma boleh nggak sih ditaruh di kulkas?" Jawabannya bukan cuma boleh, tapi sangat disarankan! Suhu dingin adalah pengawet alami yang paling ampuh buat kurma. Kalau kamu berencana menghabiskan stok kurma dalam waktu satu sampai tiga bulan ke depan, naruh di chiller (rak kulkas biasa) udah lebih dari cukup. Suhu rendah bakal menghambat pertumbuhan mikroba dan menjaga rasa manisnya tetap stabil.
Tapi, kalau kamu tipenya pengen nyetok kurma buat cadangan setahun penuh sampai Ramadan tahun depan, langsung aja eksekusi ke freezer. Menariknya, kurma itu punya kandungan gula yang tinggi banget, jadi dia nggak bakal membeku keras kayak es batu. Kamu tetep bisa langsung makan kurma yang baru keluar dari freezer tanpa harus nunggu berjam-jam buat di-thawing. Sensasinya malah jadi unik, kayak makan permen karamel dingin yang legit banget. Tips tambahan: bagi kurma ke dalam beberapa wadah kecil sebelum masuk freezer, jadi kamu cuma perlu ngeluarin porsi yang mau dimakan aja tanpa harus bolak-balik buka-tutup stok besarnya.
Jangan Biarkan Terpapar Matahari dan Kelembapan Tinggi
Kalau kamu kekeuh mau naruh kurma di luar kulkas karena alasan estetika meja tamu, pastikan lokasinya bener. Jauhkan dari sinar matahari langsung. Sinar matahari bisa bikin suhu di dalam wadah naik, memicu penguapan, dan akhirnya menciptakan embun di dinding wadah. Nah, embun inilah yang jadi biang kerok jamuran. Begitu ada tetesan air di permukaan kurma, jamur bakal langsung bilang "halo" dalam hitungan hari.
Selain itu, jangan taruh kurma di dekat kompor atau alat elektronik yang panas. Intinya, kurma itu suka tempat yang sejuk, gelap, dan kering. Kalau rumah kamu tipenya yang lembap banget, mending lupakan opsi simpan di suhu ruang. Langsung amankan ke dalam kulkas demi ketenangan jiwa dan keselamatan perut.
Cara Bedain Gula Kristal vs Jamur
Sering nggak sih kamu lihat ada bintik-bintik putih di permukaan kurma, terus langsung panik dan dibuang? Eits, tunggu dulu! Jangan main buang dulu, bisa jadi itu bukan jamur, melainkan kristal gula. Kurma yang sudah disimpan agak lama biasanya mengalami proses pengkristalan gula (sugar spots). Ini wajar banget dan aman buat dimakan. Bedanya gimana? Kalau kristal gula, dia biasanya terasa kasar kalau diraba dan bakal hilang kalau kamu hangatkan sedikit atau digosok.
Sedangkan jamur biasanya punya tekstur yang lembut, berbulu (kayak kapas halus), dan aromanya nggak enak. Kalau baunya udah kayak alkohol atau ada aroma asam yang menyengat, itu tandanya kurma sudah terfermentasi. Kalau sudah begini, jangan nekat dimakan ya, daripada nanti berakhir drama di kamar mandi. Buang aja dengan ikhlas.
Kesimpulan: Sayangi Stok Kurma Kamu
Menyimpan kurma sebenarnya soal konsistensi aja. Kita seringkali malas memindahkan kurma dari kemasan aslinya ke wadah yang lebih proper, padahal itu cuma butuh waktu lima menit. Dengan melakukan langkah-langkah simpel di atas—pilih wadah kedap udara, simpan di kulkas, dan jauhkan dari lembap—kamu nggak cuma menyelamatkan uang kamu dari kerugian, tapi juga memastikan asupan nutrisi tetap terjaga. Kurma itu investasi kesehatan yang luar biasa, sayang banget kalau harus berakhir di tempat sampah cuma gara-gara kita teledor nyimpannya. Yuk, cek lagi stok kurma di dapur, siapa tahu mereka butuh "rumah" baru yang lebih nyaman di dalam kulkas!
Next News

Ikan Patin dan Dori, Apakah Sama? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui
14 hours ago

Vitamin F: Benarkah Itu Vitamin? Ini Penjelasan Ilmiahnya
14 hours ago

Operasi Bariatrik: Solusi Medis untuk Obesitas, Bagaimana Prosedur dan Risikonya?
14 hours ago

Latihan Kardio untuk Lansia: Aman, Efektif, dan Menjaga Jantung Tetap Sehat
15 hours ago

Sap Ca Meh/ Cap Go Meh :Malam ke-15 Penutup Imlek yang Sarat Makna dan Tradisi
15 hours ago

Kucing Mata Belang: Odd eyed cat yang cantik dan unik
16 hours ago

Berat Badan Justru Naik Saat Ramadan? Ini sebabnya.
16 hours ago

Sering Minum Teh Pas Puasa? Simak Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh
4 hours ago

Hidrasi Alami: Manfaat Luar Biasa Air Kelapa Bagi Tubuh
5 hours ago

Masker Alami untuk Kulit Kusam: Resep Glowing Hemat Tanpa Bikin Kantong Bolong
5 hours ago





