Bukan Sekadar Saus Putih, Ini Bahan Utama Pembuat Mayones
Tata - Tuesday, 17 February 2026 | 09:25 AM


Mayonaise Terbuat dari Apa Saja? Ini Resep Rahasianya!
Bayangkan kamu lagi duduk manis di sebuah kafe kekinian, memesan kentang goreng yang masih panas dan renyah. Di sampingnya, ada mangkuk kecil berisi saus putih kental yang menggoda. Kamu cocol, lalu masuk ke mulut. Boom! Rasa gurih, asam, dan creamy-nya langsung pecah. Itulah keajaiban mayonaise. Tapi, pernah nggak sih kamu kepikiran, benda putih ini sebenarnya terbuat dari apa? Kok bisa teksturnya selembut sutra padahal isinya katanya cuma minyak?
Jujurly, banyak dari kita yang menganggap mayonaise itu sejenis produk olahan susu atau dairy gara-gara warnanya yang putih bersih. Padahal, mayonaise itu nggak ada hubungannya sama sekali dengan sapi. Kalau mau dibilang jujur, mayonaise itu sebenarnya adalah "kecelakaan kimia" yang sangat enak. Ia adalah hasil dari perjodohan paksa antara air dan minyak yang aslinya nggak pernah akur.
Mari kita bedah satu per satu rahasia di balik saus sejuta umat ini. Secara teknis, mayonaise adalah sebuah emulsi. Kalau dalam bahasa tongkrongan, emulsi itu kayak hubungan dua orang yang beda prinsip tapi dipaksa bersatu sama pihak ketiga. Dalam hal ini, minyak dan cairan asam (seperti cuka atau lemon) adalah dua sejoli yang musuhan, dan kuning telur adalah "mak comblang"-nya.
Bahan Utama yang Ternyata Sederhana Banget
Kalau kamu baca label di balik botol mayonaise kemasan, mungkin kamu bakal pusing sama istilah-istilah kimia. Tapi kalau bikin sendiri di rumah, bahannya cuma butuh lima jari saja. Pertama, minyak nabati. Ini adalah komponen paling dominan. Hampir 80 persen isi mayonaise itu minyak, kawan. Tapi jangan pakai minyak jelantah sisa goreng bakwan ya. Biasanya orang pakai minyak kanola, minyak bunga matahari, atau minyak zaitun yang rasanya nggak terlalu kuat.
Kedua, kuning telur. Nah, ini dia rahasia tekstur creamy-nya. Kuning telur mengandung zat yang namanya lesitin. Lesitin inilah yang bertugas merangkul molekul minyak dan molekul air supaya mereka mau pegangan tangan dan nggak pisah ranjang. Tanpa kuning telur, yang kamu dapatkan cuma genangan minyak yang berenang di atas cuka. Nggak estetik sama sekali.
Ketiga adalah unsur asam. Kamu bisa pakai air perasan lemon atau cuka putih. Selain memberikan rasa segar yang menyeimbangkan rasa lemak dari minyak, asam ini juga berfungsi sebagai pengawet alami. Keempat, jangan lupa mustard. Selain buat penambah rasa, mustard punya peran membantu stabilitas emulsi tadi. Dan yang terakhir, tentu saja garam dan sedikit gula sebagai penyedap biar rasanya nggak hambar kayak janji mantan.
Kenapa Bikin Mayonaise Sering Gagal?
Mungkin kamu pernah mencoba bikin sendiri tapi hasilnya malah cair dan berminyak banget? Jangan sedih, kamu nggak sendirian. Bikin mayonaise itu butuh kesabaran ekstra, hampir mirip kayak nunggu balasan chat dari gebetan yang cuma di-read doang. Masalah paling umum adalah "pecah".
Rahasia besarnya ada pada cara menuangkan minyak. Kamu nggak bisa langsung guyur semua minyak ke dalam telur. Harus setetes demi setetes, pelan-pelan sambil dikocok terus. Kalau kamu terlalu buru-buru, molekul minyaknya bakal kaget dan gagal menyatu. Istilah kerennya, proses emulsi ini butuh agitasi atau pengocokan yang stabil. Itulah kenapa kalau pakai whisk manual tangan bisa pegal luar biasa, tapi kalau pakai hand blender, hidup rasanya jadi jauh lebih ringan.
Resep Rahasia Mayonaise ala Rumahan yang Gak Kaleng-Kaleng
Oke, sekarang masuk ke bagian yang paling ditunggu: gimana cara bikinnya biar hasilnya sekelas restoran bintang lima? Siapkan satu butir telur (pastikan suhunya ruang, jangan dingin dari kulkas), satu sendok teh mustard, satu sendok makan perasan lemon atau cuka, dan sekitar 200-250 ml minyak nabati. Oh ya, sejumput garam juga wajib ada.
Cara paling gampang dan anti-gagal adalah pakai immersion blender (blender tangan). Masukkan telur ke dasar wadah tinggi, tambahkan mustard, garam, dan air lemon. Terakhir, tuangkan semua minyak di atasnya. Masukkan blender sampai menyentuh dasar wadah, nyalakan, dan biarkan dia bekerja di bawah selama beberapa detik. Begitu kamu lihat bagian bawah mulai memutih dan kental, perlahan-lahan angkat blender ke atas. Voila! Dalam waktu kurang dari satu menit, kamu sudah punya mayonaise segar tanpa pengawet aneh-aneh.
Keunggulan bikin sendiri adalah kamu bisa bereksperimen. Mau yang agak pedas? Tambah sedikit bubuk cabai atau sriracha. Mau gaya Jepang? Pakai cuka beras dan sedikit dashi. Mau yang lebih wangi? Masukkan bawang putih yang sudah dihaluskan (ini jadinya saus Aioli yang terkenal itu). Kemungkinannya nggak terbatas, tergantung seberapa berani kamu bermain di dapur.
Mayonaise: Antara Cinta dan Benci
Di dunia kuliner, mayonaise itu punya posisi yang unik. Ada orang yang nggak bisa hidup tanpa mayo—semua makanan harus dicocol mayo, mulai dari sushi sampai gorengan. Tapi ada juga kaum "mayo-phobia" yang geli lihat tekstur putih goyang-goyangnya. Di Indonesia sendiri, tren mayonaise meledak barengan sama populernya makanan Jepang dan saus mentai. Tiba-tiba semua makanan dibakar pakai torch dengan lapisan mayo di atasnya.
Tapi ya, perlu diingat juga kalau mayonaise itu kalori murni. Mengingat isinya mayoritas minyak, mengonsumsinya secara berlebihan bisa bikin timbangan geser ke kanan lebih cepat dari biasanya. Jadi, nikmatilah secukupnya sebagai pelengkap kebahagiaan lidah, bukan sebagai minuman utama.
Kesimpulannya, mayonaise bukan sekadar saus putih biasa. Ia adalah seni menyatukan perbedaan melalui sains dapur yang sederhana. Dengan tahu bahan-bahannya, sekarang kamu nggak perlu lagi merasa misterius setiap kali mencocol kentang. Kamu sudah tahu rahasianya, dan mungkin sekarang saatnya kamu pamer kemampuan di dapur buat bikin mayonaise sendiri yang rasanya jauh lebih bold daripada yang ada di supermarket.
Jadi, kapan nih mau mulai eksperimen bikin mayonaise sendiri? Jangan lupa siapkan stok kentang goreng yang banyak ya, karena sekali nyoba yang homemade, biasanya bakal susah balik ke yang kemasan!
Next News

Cara Mengatasi Duri Ikan Bandeng Agar Tetap Nikmat Disantap
in 5 hours

Trik Jitu Mengolah Ikan Asin: Tetap Gurih dan Kriuk Tanpa Bikin Rasa Terlalu Asin
in 5 hours

Rahasia di Balik Lezatnya Gorengan dan Martabak Manis
in 5 hours

Perut Kembung dan Sering Kentut? Kenali Sinyal Bahaya Bagi Tubuh
in 5 hours

Dilema Lezat di Balik Kulit Tepung: Apakah Dumpling Benar-Benar Sehat atau Sekadar Jebakan Kalori?
in 5 hours

Tips Dapur: Goreng Ikan Renyah Tanpa Drama Cipratan Minyak
in 5 hours

Saus Salad Buah: 3 Resep Enak, Creamy, dan Anti Enek untuk Camilan Segar di Rumah
in 4 hours

7 Tips Ampuh Agar Kecoak Tidak Berani Masuk ke Dapur Anda
in 4 hours

Ikan Patin dan Dori, Apakah Sama? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui
19 hours ago

Vitamin F: Benarkah Itu Vitamin? Ini Penjelasan Ilmiahnya
19 hours ago





