Minggu, 22 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Jangan Diabaikan Ini Cara Mudah Bersihkan Mukena Parasut

Tata - Monday, 16 February 2026 | 07:25 PM

Background
Jangan Diabaikan Ini Cara Mudah Bersihkan Mukena Parasut

Rahasia Mukena Parasut Tetap Kinclong: Nggak Cuma Ringkas, Tapi Juga Harus Wangi!

Siapa sih di sini yang nggak punya mukena parasut? Kayaknya benda satu ini sudah jadi "starter pack" wajib bagi kaum hawa, apalagi yang hobi jalan-jalan atau sering berkegiatan di luar rumah. Alasan utamanya jelas: praktis, ringan, dan kalau dilipat bisa jadi sekecil dompet koin. Tinggal cemplungin ke tas, beres. Masalahnya, karena sering dibawa "tempur" ke mana-mana, mukena parasut ini sering banget dianaktirikan soal perawatannya.

Pernah nggak sih, pas lagi mau salat di mall atau di kantor, begitu mukena dikeluarkan dari pouch-nya, eh malah bau apek? Atau yang lebih parah lagi, muncul bintik-bintik hitam kecil alias jamur karena kita sering asal lipat dalam kondisi lembap? Jujur saja, rasanya pasti nggak nyaman banget. Salat yang harusnya khusyuk malah jadi terdistraksi sama bau nggak sedap yang nempel di hidung. Nah, biar mukena parasut kesayanganmu nggak cepat "pensiun", yuk simak cara mencucinya yang benar biar tetap awet dan bersih maksimal.

Jangan Langsung Cemplung ke Mesin Cuci

Oke, kita mulai dari aturan pertama yang paling krusial: hindari mesin cuci kalau memang nggak terpaksa banget. Kenapa? Karena bahan parasut itu sifatnya tipis dan punya serat yang rapat. Mesin cuci dengan putaran yang agresif bisa bikin seratnya ketarik atau bahkan robek. Belum lagi kalau nyangkut di kancing baju lain yang dicuci barengan. Wah, bisa-bisa mukenamu jadi punya lubang ventilasi dadakan.

Cara terbaik adalah dengan mencuci pakai tangan alias hand wash. Tenang, nggak bakal bikin tangan kamu kapalan kok. Karena bahannya yang licin, kotoran sebenarnya nggak terlalu nempel kuat di parasut. Cukup siapkan ember isi air suhu normal (jangan air panas, ya, nanti mukenanya malah mengkerut kayak kerupuk kepanasan) dan kasih sedikit deterjen cair.

Pilih Deterjen yang "Friendly"

Bicara soal deterjen, pilihlah yang sifatnya lembut. Deterjen bubuk kadang menyisakan residu putih di lipatan bahan parasut kalau pembilasannya nggak bersih banget. Deterjen cair jauh lebih disarankan karena lebih gampang larut. Oh iya, satu tips lagi: jangan terlalu banyak pakai pemutih kalau mukenamu berwarna. Pemutih itu sifatnya keras banget dan bisa memudarkan warna parasut yang tadinya cerah jadi kusam dan terlihat "belel".



Kalau ada noda membandel di bagian dahi (biasanya bekas bedak atau keringat), jangan disikat pakai sikat cuci baju yang kasar. Cukup oleskan sedikit deterjen di area tersebut, diamkan sebentar, lalu kucek lembut pakai jari. Ingat, kuncinya adalah kelembutan, bukan adu tenaga dalam.

Ritual Membilas yang Benar

Setelah selesai dikucek-kucek manja, bilas mukena di bawah air mengalir sampai busanya benar-benar hilang. Pastikan nggak ada sisa sabun yang tertinggal. Sisa sabun yang kering di bahan parasut bisa bikin bahan jadi terasa kaku dan gampang bau kalau terkena keringat nantinya. Setelah dibilas, jangan sekali-kali memeras mukena dengan cara dipelintir sekuat tenaga. Memeras terlalu keras cuma bakal merusak struktur kain dan bikin mukena jadi kusut maksimal yang susah banget dihilangkan bekasnya.

Cukup tekan-tekan pelan atau remas ringan supaya airnya turun. Kalau kamu merasa mukenanya terlalu basah, kamu bisa membungkusnya dengan handuk kering lalu ditekan-tekan supaya airnya terserap ke handuk. Teknik ini jauh lebih aman buat keutuhan serat kain parasutmu.

Cara Menjemur: Hindari Sinar Matahari Brutal

Ini nih kesalahan umum yang sering dilakukan. Karena pengen cepat kering, mukena langsung dijemur di bawah terik matahari yang lagi panas-panasnya. Padahal, panas matahari yang terlalu ekstrem bisa bikin warna kain parasut cepat pudar dan bahannya jadi rapuh atau "getas".

Cukup jemur di tempat yang teduh tapi punya sirkulasi udara yang baik. Bahan parasut itu dasarnya cepat kering kok, kena angin sepoi-sepoi aja sudah cukup. Gantung pakai hanger supaya bentuknya tetap terjaga. Percaya deh, cara ini bakal bikin mukenamu tetap terlihat seperti baru meskipun sudah dipakai bertahun-tahun.



Setrika atau Nggak?

Banyak orang ragu, boleh nggak sih mukena parasut disetrika? Jawabannya: boleh, tapi dengan catatan ekstra hati-hati. Bahan parasut itu musuh bebuyutan sama panas tinggi. Kalau setrikamu terlalu panas, yang ada mukena kamu malah bakal nempel dan bolong di tempat. Serem, kan?

Atur suhu setrika di posisi paling rendah atau gunakan mode "synthetic/silk". Kalau ragu, lapisi mukena dengan kain tipis di atasnya sebelum disetrika. Tapi sejujurnya, kalau kamu menjemurnya dengan benar (digantung rapi), mukena parasut biasanya nggak bakal terlalu kusut. Malah banyak orang yang memilih nggak menyetrikanya sama sekali demi keamanan.

Penyimpanan: Musuh Terbesarnya adalah Lembap

Terakhir, soal cara menyimpan. Mukena parasut sering banget disimpan di dalam pouch kecil dalam keadaan masih agak lembap setelah dipakai salat. Ini adalah resep rahasia bikin jamur tumbuh subur. Biasakan setelah salat, mukena diangin-anginkan dulu sebentar sebelum dilipat masuk ke tas. Kalau di rumah, mending digantung saja daripada dilipat kecil-kecil dalam waktu lama.

Kebersihan mukena itu cerminan diri, lho. Rasanya ibadah jadi jauh lebih tenang kalau pakaian yang kita pakai bersih dan wangi. Dengan sedikit effort lebih dalam mencuci, mukena parasutmu nggak cuma jadi sekadar alat salat pelengkap, tapi juga jadi teman setia yang awet dan selalu nyaman dipakai kapan saja dan di mana saja. Yuk, mulai hari ini lebih sayang sama mukenanya!