Selasa, 17 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Berapa Kali Aman Mengonsumsi Mi Instan? Ini Penjelasan Gizi dan Risikonya

Nanda - Tuesday, 17 February 2026 | 02:02 AM

Background
Berapa Kali Aman Mengonsumsi Mi Instan? Ini Penjelasan Gizi dan Risikonya

Mi Instan dan Kandungan Gizinya

Mi instan umumnya terbuat dari tepung terigu, minyak (biasanya melalui proses penggorengan), serta bumbu tinggi garam. Dalam satu porsi mi instan (±70–85 gram), rata-rata terkandung:

  • Kalori: 350–400 kkal
  • Karbohidrat: ±50 gram
  • Lemak: 14–18 gram
  • Natrium: 800–1.500 mg

Sebagai perbandingan, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization merekomendasikan asupan natrium harian kurang dari 2.000 mg per hari untuk orang dewasa. Artinya, satu bungkus mi instan saja bisa memenuhi lebih dari setengah batas tersebut.

Seberapa Sering Aman Dikonsumsi?

Secara umum, ahli gizi menyarankan konsumsi mi instan tidak lebih dari 1–2 kali per minggu, dan bukan sebagai makanan utama harian.

Alasannya:

  1. Kandungan natrium tinggi dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
  2. Rendah serat dan mikronutrien penting seperti vitamin dan mineral.
  3. Tinggi lemak jenuh (terutama mi instan goreng).

Jika dikonsumsi terlalu sering, risiko gangguan metabolik bisa meningkat.

Apa Risiko Jika Terlalu Sering?

1. Tekanan Darah Tinggi

Asupan natrium berlebih dapat menyebabkan retensi cairan dan meningkatkan tekanan darah.

2. Risiko Sindrom Metabolik

Beberapa penelitian observasional menemukan hubungan antara konsumsi mi instan berlebihan dan peningkatan risiko sindrom metabolik, terutama jika dikonsumsi lebih dari 2–3 kali per minggu dalam jangka panjang.

3. Kenaikan Berat Badan

Mi instan tinggi kalori namun rendah serat, sehingga tidak memberi rasa kenyang tahan lama dan berpotensi menyebabkan makan berlebih.

4. Gangguan Pencernaan

Rendahnya serat dapat menyebabkan sembelit jika tidak diimbangi konsumsi sayur dan buah.

Mi instan tidak langsung menyebabkan penyakit jika dikonsumsi sesekali. Namun, konsumsi berlebihan dan terlalu sering terutama lebih dari 2–3 kali per minggu dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan dalam jangka panjang.

Kunci utamanya adalah moderasi dan keseimbangan. Mi instan boleh dinikmati, tetapi bukan sebagai menu harian utama.