Tren Sarapan Makanan Kukus: Lebih Sehat, Ringan, dan Ramah Pencernaan
Nanda - Tuesday, 17 February 2026 | 02:27 AM


Mengapa Makanan Kukus Jadi Tren Sarapan?
Dalam beberapa tahun terakhir, pola hidup sehat semakin digemari. Banyak orang mulai mengurangi makanan berminyak dan beralih ke metode memasak yang lebih sederhana seperti mengukus.
Teknik mengukus bekerja dengan uap panas tanpa tambahan minyak, sehingga:
- Kandungan lemak tambahan lebih rendah
- Kalori lebih terkontrol
- Tekstur makanan tetap lembut dan mudah dicerna
Hal inilah yang membuat makanan kukus menjadi pilihan menarik untuk sarapan.
Manfaat Sarapan dengan Makanan Kukus
1. Lebih Rendah Lemak
Berbeda dengan metode menggoreng yang menambah lemak dan kalori, makanan kukus tidak memerlukan minyak. Ini membantu menjaga asupan kalori tetap stabil, terutama bagi yang sedang menjalani program diet.
2. Nutrisi Lebih Terjaga
Beberapa vitamin larut air seperti vitamin C dan vitamin B cenderung lebih terjaga saat dikukus dibanding direbus lama atau digoreng suhu tinggi. Proses kukus yang relatif cepat membantu mempertahankan nilai gizi bahan makanan.
3. Lebih Ramah Pencernaan
Makanan kukus umumnya bertekstur lembut dan tidak berminyak, sehingga lebih mudah dicerna. Ini sangat membantu bagi:
- Orang dengan masalah lambung
- Lansia
- Anak-anak
Sarapan yang ringan namun bergizi dapat membantu tubuh beraktivitas tanpa rasa begah.
Contoh Menu Sarapan Kukus yang Populer
Beberapa makanan kukus yang sering dijadikan menu sarapan antara lain:
- Dimsum seperti siomay dan hakau
- Bakpao isi ayam atau kacang
- Ubi kukus
- Jagung kukus
- Telur kukus
- Lontong
Di berbagai kota besar, kedai sarapan kini mulai menawarkan menu kukus sebagai alternatif dari gorengan.
Meski metode kukus lebih sehat dibanding goreng, nilai gizi tetap bergantung pada bahan dan isiannya.
Contohnya:
- Bakpao isi daging berlemak tetap tinggi kalori meski dikukus.
- Dimsum dengan saus tinggi natrium tetap perlu dibatasi.
Artinya, bukan hanya metode memasak yang penting, tetapi juga komposisi bahan dan porsi makan.
Tren sarapan kukus juga selaras dengan gaya hidup praktis. Banyak produk makanan kukus beku yang tinggal dipanaskan dengan steamer atau microwave.
Selain itu, metode ini tidak menghasilkan banyak asap atau minyak, sehingga lebih bersih dan praktis untuk rumah tangga modern.
Tren sarapan kukus juga selaras dengan gaya hidup praktis. Banyak produk makanan kukus beku yang tinggal dipanaskan dengan steamer atau microwave.
Selain itu, metode ini tidak menghasilkan banyak asap atau minyak, sehingga lebih bersih dan praktis untuk rumah tangga modern.
Next News

Air Putih vs Minuman Isotonik Saat Olahraga: Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?
5 hours ago

Tidur Siang 20 Menit: Benarkah Efektif Menambah Konsentrasi?
6 hours ago

Latihan Rumahan Tanpa Alat: Efektif dan Enerjik untuk Semua Usia
8 hours ago

Benarkah Roti Bisa Memicu Maag?
8 hours ago

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta: Mana yang Lebih Berisiko Membuat Jantung Berdebar dan Sakit Kepala?
8 hours ago

Manfaat Daun Sirih untuk Berbagai Kesehatan
8 hours ago

Macam-Macam Kondisi Kesehatan yang Sebaiknya Menghindari Udang
9 hours ago

Berapa Kali Aman Mengonsumsi Mi Instan? Ini Penjelasan Gizi dan Risikonya
9 hours ago

Ini dia Manfaat Kurma untuk yang Sedang Berpuasa
9 hours ago

Asal Usul Dimsum di Indonesia: Dari Tradisi Tiongkok hingga Jadi Favorit Kuliner Nusantara
9 hours ago





