Selasa, 17 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Asal Usul Dimsum di Indonesia: Dari Tradisi Tiongkok hingga Jadi Favorit Kuliner Nusantara

Nanda - Tuesday, 17 February 2026 | 01:45 AM

Background
Asal Usul Dimsum di Indonesia: Dari Tradisi Tiongkok hingga Jadi Favorit Kuliner Nusantara

Akar Sejarah Dimsum dari Tiongkok

Dimsum berasal dari tradisi kuliner Tiongkok, khususnya wilayah Guangdong di bagian selatan Tiongkok. Secara harfiah, "dim sum" berarti "menyentuh hati", merujuk pada hidangan kecil yang dinikmati sebagai teman minum teh dalam tradisi yum cha.

Tradisi ini berkembang sejak era Dinasti Tang (abad ke-7 hingga ke-10), ketika rumah teh mulai bermunculan di sepanjang jalur perdagangan. Para pedagang dan pelancong beristirahat sambil menikmati teh dan hidangan kecil seperti pangsit, bakpao, dan kue kukus.

Masuknya Dimsum ke Indonesia

Dimsum masuk ke Indonesia melalui gelombang migrasi masyarakat Tionghoa yang telah terjadi sejak abad ke-15 dan semakin meningkat pada masa kolonial. Komunitas Tionghoa membawa tradisi kuliner mereka, termasuk berbagai jenis dimsum.

Di kota-kota pelabuhan seperti Batavia (kini Jakarta), Semarang, dan Surabaya, masakan Tionghoa berkembang dan beradaptasi dengan bahan lokal. Seiring waktu, dimsum mulai dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia.

Saat berkembang di Indonesia, dimsum mengalami sejumlah penyesuaian:

  • Penggunaan ayam sebagai pengganti daging babi agar lebih diterima masyarakat luas.
  • Penambahan saus sambal atau saus kacang sebagai pelengkap.
  • Variasi rasa yang lebih gurih dan kuat sesuai selera lokal.

Jenis dimsum yang paling populer di Indonesia antara lain:

  • Siomay
  • Hakau (udang kukus)
  • Lumpia
  • Bakpao

Menariknya, siomay di Indonesia berkembang menjadi versi khas dengan tambahan tahu, kentang, dan bumbu kacang, berbeda dari versi aslinya di Tiongkok.

Memasuki era 1990-an hingga 2000-an, restoran khusus dimsum mulai menjamur di pusat perbelanjaan dan hotel berbintang. Konsep all you can eat dimsum juga turut meningkatkan popularitasnya di kalangan anak muda.

Kini, dimsum tidak lagi identik dengan restoran mewah. Banyak pelaku UMKM menjual dimsum beku atau siap santap dengan harga terjangkau, menjadikannya camilan favorit lintas generasi.

Dimsum berasal dari tradisi kuliner Tiongkok, khususnya wilayah Guangdong, dan masuk ke Indonesia melalui migrasi masyarakat Tionghoa. Seiring waktu, dimsum beradaptasi dengan selera lokal dan berkembang menjadi salah satu makanan populer di Indonesia.

Perjalanannya menunjukkan bagaimana akulturasi budaya dapat melahirkan variasi kuliner baru tanpa menghilangkan akar sejarahnya.