Benarkah Suka Makan Pedas Bisa Meningkatkan Imunitas Tubuh?
Tata - Saturday, 14 February 2026 | 05:11 AM


Makanan pedas identik dengan cabai yang mengandung senyawa aktif bernama capsaicin. Zat inilah yang memberi sensasi panas di lidah. Capsaicin memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi, yang secara teori dapat mendukung kesehatan tubuh secara umum.
Menurut penjelasan dari Harvard Medical School, capsaicin dapat membantu meningkatkan metabolisme, memperbaiki sirkulasi darah, serta memiliki efek antiinflamasi ringan. Peradangan kronis yang terkendali memang berperan dalam menjaga sistem imun tetap optimal.
Apakah Langsung Meningkatkan Imun?
Secara ilmiah, tidak ada bukti kuat bahwa makan pedas secara langsung meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Sistem imun dipengaruhi oleh banyak faktor seperti: Kualitas tidur, Asupan nutrisi seimbang,Aktivitas fisik, dan Tingkat stres.
Capsaicin memang memiliki efek antioksidan dan dapat membantu melawan radikal bebas. Namun, manfaat tersebut bukan berarti secara spesifik "menguatkan imun" secara signifikan.
Lalu Kenapa Orang yang Suka Pedas Terasa Lebih Jarang Sakit?
Ada beberapa kemungkinan:
Cabai mengandung vitamin C – Vitamin C memang penting untuk fungsi imun.
Meningkatkan sirkulasi darah – Sensasi hangat membantu tubuh terasa lebih nyaman saat flu ringan.
Efek dekongestan alami – Makanan pedas bisa membantu melegakan hidung tersumbat.
Namun, efek ini bersifat sementara dan bukan solusi utama menjaga daya tahan tubuh.
Risiko Jika Terlalu Sering Makan Pedas
Meski bermanfaat dalam jumlah wajar, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan:
-Iritasi lambung
-Asam lambung naik
-Diare
-Memperparah gastritis
-Pada orang dengan gangguan pencernaan, konsumsi pedas justru dapat memicu peradangan saluran cerna.
Karena itulah, anggapan bahwa orang suka makan pedas itu lebih jarang sakit, tidak sepenuhnya benar.
Kesimpulan
Makan pedas tidak secara langsung membuat sistem imun "lebih kebal". Namun, kandungan capsaicin dan vitamin dalam cabai memang memiliki manfaat kesehatan tertentu jika dikonsumsi dalam jumlah moderat.
Kunci imunitas tetap terletak pada pola hidup sehat secara menyeluruh, bukan hanya dari satu jenis makanan.
Next News

Ketika "Masuk Angin" Berubah Jadi Ancaman Nyawa
in 7 hours

Permen dan Budaya "Gak Enak Kalau Nggak Manis"
in 5 hours

Manggis: Si Ratu Buah yang Nggak Cuma Manis, Tapi Juga Paling 'Jujur' se-Indonesia
6 hours ago

Terbangun dengan Mata Sembab: Antara Drama Korea, Kebanyakan Garam, dan Tragedi Salah Tidur
6 hours ago

Ngobrolin Sirih dan Pinang
6 hours ago

Langsat atau Duku? Jangan Sampai Tertipu Penampilan Si Kembar yang Bikin Keki Ini
6 hours ago

Dibalik Kedipan Cantiknya, Ternyata Kunang-Kunang Itu "Dark" Juga Ya?
6 hours ago

Gula Merah Lebih vs Gula Putih, Mana Yang Lebih Sehat?
18 hours ago

Benarkah Nasi Dingin Lebih Baik Untuk Kesehatan?
19 hours ago

Insomnia: Saat Tubuh Lelah, Tapi Otak Tak Mau Terlelap
20 hours ago





