Benarkah Overthinking Bisa Memicu Gangguan Lambung?
Tata - Thursday, 12 February 2026 | 07:39 AM


Overthinking adalah kondisi ketika seseorang terus-menerus memikirkan suatu masalah secara berulang dan intens, sering kali disertai kecemasan.Kondisi ini memicu aktivasi berlebihan pada sistem limbik dan hipotalamus—bagian otak yang berperan dalam respons stres.
Ketika tubuh berada dalam keadaan stres psikologis, sistem saraf simpatis aktif. Respons ini dikenal sebagai fight-or-flight response, yang memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dari kelenjar adrenal.
1. Aktivasi Hormon Stres dan Produksi Asam Lambung
Kortisol meningkatkan kewaspadaan, tetapi dalam jangka panjang dapat mengganggu keseimbangan sistem pencernaan.
Studi dalam World Journal of Gastroenterology menjelaskan bahwa stres kronis dapat:
-Meningkatkan produksi asam lambung
-Mengubah kekuatan dan kecepatan kontraksi otot saluran cerna
-Menurunkan aliran darah ke mukosa lambung
Ketika produksi asam meningkat dan lapisan pelindung lambung (mukus) melemah, risiko iritasi mukosa meningkat. Kondisi ini dapat memperburuk penyakit refluks asam (GERD).
Stres memang tidak selalu menyebabkan luka pada lambung, tetapi meningkatkan sensitivitas visceral, sehingga rasa nyeri dan tidak nyaman menjadi lebih kuat.
2.Penelitian dalam Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology menunjukkan bahwa gangguan emosional seperti kecemasan dan depresi dapat mengubah komposisi mikrobiota usus. Ketidakseimbangan ini memicu peradangan ringan (low-grade inflammation) yang memperburuk gejala:
Perut kembung,Nyeri ulu hati, Mual, dan
Sindrom iritasi usus.
Artinya, pikiran yang terus aktif dalam mode cemas bisa benar-benar mengubah kondisi biologis di dalam usus.
3. Overthinking dan Kebiasaan yang Memperparah
Selain mekanisme hormonal, overthinking sering memicu pola hidup tidak sehat, seperti:
Melewatkan waktu makan,Konsumsi kopi berlebihan,Kurang tidur,Makan cepat tanpa sadar.
Kurang tidur bisa meningkatkan kadar kortisol, menciptakan lingkaran stres yang sulit diputus.
Jika dibiarkan, kombinasi stres kronis dan gangguan lambung dapat menyebabkan:
Gangguan penyerapan nutrisi
Penurunan berat badan
Gangguan tidur
Penurunan kualitas hidup
Langkah terbaik untuk gangguan pencernaan adalah kombinasi terapi medis dan manajemen stres. Pikiran yang lapang, terapi kognitif perilaku, serta latihan pernapasan, terbukti membantu menurunkan stres dan memperbaiki gejala pencernaan.
Kesimpulan
Overthinking bukan sekadar persoalan mental. Ia mengaktifkan respons biologis nyata yang memengaruhi produksi asam lambung, sensitivitas nyeri, dan keseimbangan mikrobiota usus. Hubungan otak dan pencernaan bersifat dua arah, sehingga menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga pola makan.
Next News

Manfaat Daun Sirih untuk Berbagai Kesehatan
6 hours ago

Macam-Macam Kondisi Kesehatan yang Sebaiknya Menghindari Udang
6 hours ago

Berapa Kali Aman Mengonsumsi Mi Instan? Ini Penjelasan Gizi dan Risikonya
6 hours ago

Ini dia Manfaat Kurma untuk yang Sedang Berpuasa
6 hours ago

Asal Usul Dimsum di Indonesia: Dari Tradisi Tiongkok hingga Jadi Favorit Kuliner Nusantara
6 hours ago

Manfaat Buah Pepaya untuk Melancarkan Pencernaan, Ini Penjelasan Ilmiahnya
6 hours ago

Cara Mengatasi Duri Ikan Bandeng Agar Tetap Nikmat Disantap
in 2 hours

Trik Jitu Mengolah Ikan Asin: Tetap Gurih dan Kriuk Tanpa Bikin Rasa Terlalu Asin
in 2 hours

Rahasia di Balik Lezatnya Gorengan dan Martabak Manis
in 2 hours

Bukan Sekadar Saus Putih, Ini Bahan Utama Pembuat Mayones
in an hour





