Selasa, 17 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Benarkah Overthinking Bisa Memicu Gangguan Lambung?

Tata - Thursday, 12 February 2026 | 07:39 AM

Background
Benarkah Overthinking Bisa Memicu Gangguan Lambung?

Overthinking adalah kondisi ketika seseorang terus-menerus memikirkan suatu masalah secara berulang dan intens, sering kali disertai kecemasan.Kondisi ini memicu aktivasi berlebihan pada sistem limbik dan hipotalamus—bagian otak yang berperan dalam respons stres.

Ketika tubuh berada dalam keadaan stres psikologis, sistem saraf simpatis aktif. Respons ini dikenal sebagai fight-or-flight response, yang memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dari kelenjar adrenal.

1. Aktivasi Hormon Stres dan Produksi Asam Lambung

Kortisol meningkatkan kewaspadaan, tetapi dalam jangka panjang dapat mengganggu keseimbangan sistem pencernaan.

Studi dalam World Journal of Gastroenterology menjelaskan bahwa stres kronis dapat:

-Meningkatkan produksi asam lambung

-Mengubah kekuatan dan kecepatan kontraksi otot saluran cerna

-Menurunkan aliran darah ke mukosa lambung

Ketika produksi asam meningkat dan lapisan pelindung lambung (mukus) melemah, risiko iritasi mukosa meningkat. Kondisi ini dapat memperburuk penyakit refluks asam (GERD).

Stres memang tidak selalu menyebabkan luka pada lambung, tetapi meningkatkan sensitivitas visceral, sehingga rasa nyeri dan tidak nyaman menjadi lebih kuat.

2.Penelitian dalam Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology menunjukkan bahwa gangguan emosional seperti kecemasan dan depresi dapat mengubah komposisi mikrobiota usus. Ketidakseimbangan ini memicu peradangan ringan (low-grade inflammation) yang memperburuk gejala:

Perut kembung,Nyeri ulu hati, Mual, dan

Sindrom iritasi usus.

Artinya, pikiran yang terus aktif dalam mode cemas bisa benar-benar mengubah kondisi biologis di dalam usus.

3. Overthinking dan Kebiasaan yang Memperparah

Selain mekanisme hormonal, overthinking sering memicu pola hidup tidak sehat, seperti:

Melewatkan waktu makan,Konsumsi kopi berlebihan,Kurang tidur,Makan cepat tanpa sadar.

Kurang tidur bisa meningkatkan kadar kortisol, menciptakan lingkaran stres yang sulit diputus.

Jika dibiarkan, kombinasi stres kronis dan gangguan lambung dapat menyebabkan:

Gangguan penyerapan nutrisi

Penurunan berat badan

Gangguan tidur

Penurunan kualitas hidup

Langkah terbaik untuk gangguan pencernaan adalah kombinasi terapi medis dan manajemen stres. Pikiran yang lapang, terapi kognitif perilaku, serta latihan pernapasan, terbukti membantu menurunkan stres dan memperbaiki gejala pencernaan.

Kesimpulan

Overthinking bukan sekadar persoalan mental. Ia mengaktifkan respons biologis nyata yang memengaruhi produksi asam lambung, sensitivitas nyeri, dan keseimbangan mikrobiota usus. Hubungan otak dan pencernaan bersifat dua arah, sehingga menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga pola makan.