Tips Puasa Buat Kamu yang Punya Hubungan Toxic Sama Asam Lambung
Liaa - Thursday, 19 February 2026 | 06:45 AM


Tips Puasa Buat Kamu yang Punya Hubungan Toxic Sama Asam Lambung
Ramadan sudah di depan mata. Wangi sirup melon mulai semerbak di iklan televisi, dan aroma kolak mulai terbayang-bayang di pelupuk mata. Tapi, bagi sebagian orang, bulan suci ini bukan cuma soal menahan lapar dan dahaga, tapi juga soal "berdamai" dengan naga yang bersemayam di lambung. Ya, apalagi kalau bukan asam lambung atau GERD yang suka naik tanpa permisi.
Jujurly, buat kita yang masuk kategori "generasi lambung tipis," puasa itu tantangannya dobel. Di satu sisi ingin mengejar pahala dan merasakan syahdunya berbuka, di sisi lain ada ketakutan kalau tiba-tiba dada terasa panas (heartburn) atau mual hebat di tengah hari. Tapi tenang, punya asam lambung bukan berarti kamu nggak bisa puasa dengan nyaman. Asal tahu triknya dan nggak "ndablek" sama aturan makan, lambung kamu bakal diajak kompromi kok. Yuk, simak tips ala kaum mendang-mending supaya lambung tetap santuy selama Ramadan.
1. Sahur Bukan Ajang Balas Dendam
Kesalahan fatal banyak orang adalah makan sahur sebanyak-banyaknya karena takut lapar di siang hari. Padahal, memasukkan makanan secara bar-bar ke perut yang baru bangun tidur itu ibarat memaksa mesin tua lari maraton. Alih-alih kenyang lama, lambung malah kaget dan memproduksi asam berlebih.
Pilihlah karbohidrat kompleks. Nasi merah, oatmeal, atau ubi bisa jadi pilihan supaya energi dilepaskan perlahan. Dan yang paling penting: kurangi makanan yang terlalu berminyak atau pedas saat sahur. Makan sambal petir pas sahur itu namanya cari perkara. Ingat, perjalanan hari masih panjang, jangan biarkan lambungmu "demo" sejak jam 9 pagi.
2. Musuh Terbesar: Tidur Setelah Sahur
Ini dia godaan terberat umat manusia di bulan puasa. Mata yang masih lengket setelah makan sahur rasanya pengen banget ditempel ke bantal. Tapi buat penderita asam lambung, tidur setelah makan adalah big no-no! Secara gravitasi, saat kita berbaring, makanan yang baru masuk dan asam lambung bakal lebih mudah naik ke kerongkongan. Efeknya? Pas bangun jam 7 atau jam 8, tenggorokan terasa pahit dan dada sesak.
Minimal kasih jeda 2 sampai 3 jam kalau mau rebahan lagi. Kalau memang sudah nggak tahan banget, coba posisi tidur setengah duduk dengan bantal yang agak tinggi. Tapi ya lebih baik dipakai buat tadarus atau beresin kerjaan dikit-dikit, biar nggak kebablasan jadi penyakit.
3. Berbuka dengan Kalem, Jangan Kesetanan
Momen bedug Maghrib itu emang magis. Rasanya semua makanan di meja pengen dimakan sekaligus. Es buah, bakwan, mendoan, nasi padang, semua antre masuk ke mulut. Stop! Lambung kamu sudah kosong belasan jam, dia butuh pemanasan dulu. Mulailah dengan air hangat atau kurma yang jumlahnya ganjil. Kenapa air hangat? Supaya lambung nggak kaget. Air es yang terlalu dingin bisa memicu kontraksi lambung yang bikin perut malah melilit.
Hindari langsung menghajar gorengan yang minyaknya masih menetes-netes. Gorengan itu musuh abadi asam lambung karena lemaknya susah dicerna dan bikin katup kerongkongan (sfingter) jadi lemas. Kalau katup itu lemas, asam lambung bakal naik dengan bebasnya. Jadi, sabar dikit ya, bestie.
4. Porsi Kecil tapi Sering
Prinsip puasa buat penderita asam lambung itu sebenarnya simple: jangan biarkan perut terlalu penuh, tapi jangan juga kosong melompong dalam waktu lama di luar jam puasa. Jadi, strateginya adalah membagi porsi makan. Saat buka, makan yang ringan-ringan dulu. Setelah salat Maghrib atau Isya, baru makan besar dengan porsi yang wajar. Sebelum tidur, bisa ditambah camilan sehat seperti biskuit gandum atau buah-buahan yang tidak asam (hindari jeruk atau nanas ya).
Mengunyah makanan juga harus pelan-pelan. Jangan kayak lagi ikut lomba makan cepat. Makanan yang hancur sempurna di mulut bakal meringankan beban kerja lambung kamu yang sudah lelah itu.
5. Manajemen Stress itu Kunci
Banyak yang nggak sadar kalau asam lambung itu seringkali dipicu oleh pikiran. Puasa tapi tetap sering sambat, stres mikirin kerjaan, atau baper gara-gara lihat postingan mantan, itu bisa bikin produksi asam lambung melonjak. Di bulan yang suci ini, coba deh buat lebih rileks. Anggap puasa sebagai momen detox fisik dan mental. Kalau hati tenang, biasanya lambung juga ikutan anteng. Jangan lupa juga untuk tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup menggunakan pola 2-4-2 (dua gelas saat buka, empat gelas malam hari, dua gelas saat sahur).
Akhir kata, puasa bagi penderita asam lambung memang butuh ekstra perhatian, tapi bukan hal yang mustahil. Kalau kamu sudah merasa gejalanya nggak wajar, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter atau minum obat lambung sesuai anjuran saat sahur dan berbuka. Stay healthy and tetap semangat puasanya, pejuang lambung!
Next News

Si Buah Oranye yang Humble
in 6 hours

Daun Jambu Biji: Si Penyelamat Perut yang Sering Terlupakan di Balik Pagar Rumah
in 5 hours

Kenapa Bau Nasi yang Harum Itu Malah Bikin Kamu Pengen Muntah? Mari Kita Bedah!
in 5 hours

Kolesterol Tinggi: Sebenarnya Datang dari Mana?
in 5 hours

Oahraga Saat Puasa,Aman. Ini tipsnya.
in 5 hours

Nasi Putih vs Nasi Merah vs Shirataki: Mana yang Lebih Sehat ?
in 2 hours

Telur Ayam vs Telur Bebek: Mana yang lebih bergizi?
20 hours ago

Benarkah Makan Cokelat Bisa Bikin Bahagia?
21 hours ago

Rahasia Sehat dari Jambu Biji, Si Murah yang Kaya Nutrisi
9 hours ago

Manfaat Minum Bandrek Saat Cuaca Dingin yang Wajib Kamu Tahu
9 hours ago





