Benarkah Rambut Lebih Banyak Rontok Saat Stres?
Liaa - Sunday, 15 February 2026 | 11:38 AM


Rambut Punya Siklus Hidup
Setiap helai rambut memiliki tiga fase utama:
Anagen (fase tumbuh) – berlangsung 2–6 tahun
Catagen (fase transisi) – beberapa minggu
Telogen (fase istirahat/rontok) – sekitar 2–3 bulan
Normalnya, sekitar 50–100 helai rambut rontok per hari masih tergolong wajar.
Menurut American Academy of Dermatology, kerontokan berlebihan sering terjadi ketika terlalu banyak rambut masuk ke fase telogen secara bersamaan.
Apa Hubungannya dengan Stres?
Saat tubuh mengalami stres fisik maupun emosional, hormon seperti kortisol meningkat. Perubahan ini bisa "mengirim sinyal" ke folikel rambut untuk berhenti tumbuh lebih cepat dari seharusnya.
Penelitian dari Harvard Medical School menjelaskan bahwa stres kronis dapat memengaruhi sel punca (stem cell) pada folikel rambut, sehingga siklus pertumbuhan terganggu.
Akibatnya, beberapa minggu hingga tiga bulan setelah periode stres berat, rambut mulai rontok lebih banyak dari biasanya.
Kondisi ini disebut telogen effluvium.
Jenis Stres apa saja yang Bisa Memicu Kerontokan?
••Stres emosional berat (konflik, kehilangan, tekanan mental)
••Kurang tidur berkepanjangan
••Penyakit berat atau demam tinggi
••Diet ekstrem
••Melahirkan
Kerontokan biasanya bersifat sementara dan akan membaik ketika kondisi tubuh kembali stabil.
Kenapa Perempuan Lebih Sering Mengalaminya?
Perempuan lebih sensitif terhadap perubahan hormon. Fluktuasi hormon akibat stres, haid, kehamilan, atau menopause bisa memperburuk kerontokan.
Menurut Mayo Clinic, stres juga bisa memicu kondisi lain seperti alopecia areata, yaitu kerontokan akibat reaksi autoimun.
Apakah Rambut Bisa Tumbuh Kembali?
Kabar baiknya: pada kasus telogen effluvium, rambut biasanya akan tumbuh kembali dalam 3–6 bulan setelah stres teratasi.
Yang bisa membantu:
✔ Tidur cukup
✔ Konsumsi protein dan zat besi cukup
✔ Kelola stres (relaksasi, olahraga ringan)
✔ Hindari styling berlebihan
Intinya, Rambut Juga "Ikut Merasakan" Emosi Kita
Rambut bukan hanya soal kosmetik. Ia bagian dari sistem tubuh yang peka terhadap kondisi mental dan fisik.
Jadi kalau seorang perempuan merasa rambut lebih rontok saat lelah atau banyak pikiran, itu bukan sekadar perasaan — ada mekanisme biologis di baliknya.
Next News

10 Satwa Paling Langka di Dunia yang Terancam Punah
11 hours ago

Walt Disney: Tokoh di Balik Dunia Animasi Modern
11 hours ago

Pulau Berpenghuni Yang Paling Terpencil di Dunia
11 hours ago

Asal Usul Tradisi Pulang Kampung Saat Lebaran
11 hours ago

Kebiasaan Pagi yang Baik untuk Memulai Hari
in an hour

Mengapa Baterai Smartphone Cepat Habis?
17 hours ago

Apa Itu Deepfake dan Mengapa Teknologi Ini Bisa Berbahaya?
17 hours ago

Kota Terpanas di Dunia: Tempat dengan Suhu Ekstrem di Bumi
17 hours ago

Mengapa Pelangi Memiliki Tujuh Warna?
18 hours ago

Melarikan Diri Sejenak ke Alam: Cara Sederhana Menjaga Kewarasan di Tengah Hustle Culture
8 hours ago





