Fakta Menarik dari Si Buah Kiwi
Liaa - Sunday, 15 February 2026 | 12:05 PM


Kiwi: Buah Kecil Berbulu yang Ternyata Punya Plot Twist Layaknya Film Christopher Nolan
Pernah nggak sih lo lagi jalan-jalan di supermarket, terus ngelewatin lorong buah, dan mata lo tertuju pada sebuah benda kecil berbentuk oval, kulitnya cokelat, dan punya bulu-bulu halus yang agak aneh kalau dipegang? Iya, itu kiwi. Buah yang sering banget jadi penghias cantik di atas kue tart atau pelengkap salad buah premium yang harganya lumayan bikin dompet bergetar.
Buat sebagian orang, kiwi itu buah yang "asing tapi akrab". Kita tahu itu enak, tapi jarang banget jadi stok utama di kulkas kayak jeruk atau pisang. Padahal, kalau kita bedah lebih dalam, kiwi ini bukan sekadar buah biasa. Dia punya sejarah yang penuh drama, strategi marketing yang jenius, sampai fakta-fakta kesehatan yang bikin lo mikir dua kali buat ngelewatin dia di rak buah. Yuk, kita kupas tuntas rahasia di balik si kecil berbulu ini.
1. Plot Twist: Kiwi Bukan Asli Selandia Baru
Ini adalah miskonsepsi paling umum yang beredar di masyarakat dunia, termasuk kita di Indonesia. Kalau dengar kata "Kiwi", otak kita otomatis langsung terbang ke Selandia Baru (New Zealand). Kita mikir ini buah asli sana, sama kayak burung Kiwi yang jadi ikon negara tersebut. Tapi kenyataannya? Plot twist! Buah kiwi itu aslinya berasal dari daratan Cina.
Nama aslinya adalah Yang Tao. Di awal abad ke-20, sekitar tahun 1904, seorang guru bernama Isabel Fraser membawa biji buah ini dari Cina ke Selandia Baru. Awalnya, orang-orang di sana menyebutnya sebagai "Chinese Gooseberry". Tapi, pas mau diekspor ke Amerika Serikat di era Perang Dingin, nama itu dianggap kurang menjual secara politik dan komersial. Akhirnya, lewat sebuah strategi branding yang luar biasa cerdik, mereka mengganti namanya menjadi "Kiwi" karena kemiripan fisiknya dengan burung nasional mereka yang bulat, cokelat, dan berbulu. Jadi, kiwi yang kita kenal sekarang sebenarnya adalah produk sukses dari tim marketing masa lalu.
2. Vitamin C-nya Lebih Gahar daripada Jeruk
Kalau lo lagi ngerasa mau flu atau butuh asupan Vitamin C, pasti yang pertama kali kepikiran adalah jeruk, kan? Nah, di sinilah kiwi menunjukkan taringnya. Secara gram per gram, buah kiwi sebenarnya mengandung Vitamin C yang lebih banyak dibandingkan jeruk. Satu buah kiwi ukuran sedang saja sudah bisa mencukupi hampir 100% kebutuhan Vitamin C harian lo.
Gue rasa, jeruk selama ini cuma menang di branding sebagai "Raja Vitamin C", sementara kiwi adalah silent achiever yang nggak banyak gaya tapi kualitasnya nggak main-main. Buat lo yang pengen kulit lebih glowing atau imun tubuh lebih kuat tanpa harus makan jeruk berkeranjang-keranjang, kiwi adalah jalan pintas yang elegan.
3. Rahasia Perut Lancar: Enzim Actinidin
Siapa yang sering merasa "begah" atau sembelit setelah makan besar? Kiwi bisa jadi pahlawan tanpa tanda jasa buat urusan pencernaan lo. Di dalam kiwi, ada sebuah enzim unik yang namanya Actinidin. Enzim ini punya tugas khusus buat memecah protein. Itulah sebabnya kalau lo makan kiwi setelah makan steak atau daging-dagingan, perut lo bakal terasa lebih nyaman karena proses pencernaan protein jadi lebih cepat.
Bahkan, saking kuatnya enzim ini, kiwi sering dipakai buat mengempukkan daging secara alami. Jadi, kalau lo punya daging yang agak alot, coba deh marinasi pakai irisan kiwi sebentar. Tapi jangan kelamaan ya, karena saking hebatnya si actinidin ini, daging lo bisa-bisa hancur jadi bubur kalau didiamkan terlalu lama. Kekuatan yang besar membawa tanggung jawab yang besar juga, kan?
4. Debat Terbesar: Kulitnya Bisa Dimakan, Lho!
Sekarang gue mau kasih tahu satu fakta yang mungkin bikin sebagian dari lo merasa geli atau aneh: kulit kiwi itu sebenarnya bisa dimakan. Iya, yang ada bulu-bulunya itu! Sebenarnya, kulit kiwi itu sangat kaya akan serat, antioksidan, dan nutrisi tambahan yang nggak ada di dalam dagingnya. Kalau lo memakan kiwi sekaligus kulitnya, lo bakal dapet asupan serat tiga kali lipat lebih banyak daripada cuma makan dagingnya doang.
Memang sih, sensasi "bulu halus" di lidah itu agak menantang bagi kaum mendang-mending yang terbiasa makan buah mulus kayak apel. Tapi kalau lo beli jenis Kiwi Gold (yang kulitnya lebih halus dan nggak terlalu berbulu), makan langsung sama kulitnya itu rasanya biasa aja, kok. Tinggal cuci bersih, sikat dikit bulunya, dan langsung hap. Anggap aja lagi makan buah pir versi agak eksotis.
5. Hijau vs Emas: Bukan Cuma Beda Warna
Di pasaran biasanya ada dua jenis kiwi yang paling populer: Green Kiwi dan Gold Kiwi. Buat lo yang suka rasa yang agak "kick" atau asam segar, yang hijau adalah pilihannya. Dia teksturnya lebih padat dan rasanya lebih tajam. Tapi kalau lo tim "manis-manis manja", Gold Kiwi adalah juaranya. Rasanya lebih mirip perpaduan antara mangga dan stroberi, dengan tekstur yang lebih lembut.
Biasanya, Gold Kiwi harganya emang lebih mahal karena emang bibitnya hasil riset bertahun-tahun biar lebih manis dan tahan lama. Tapi menurut opini jujur gue, kedua-duanya punya tempat masing-masing. Kiwi hijau cocok banget buat dijadiin smoothie bowl yang seger di pagi hari, sementara kiwi emas enak banget dimakan dingin-dingin langsung dari kulkas pas cuaca lagi panas-panasnya.
6. Hack Cara Mematangkan Kiwi
Pernah nggak beli kiwi di supermarket tapi pas dipegang masih keras kayak batu? Jangan langsung kecewa dan dibuang. Kiwi itu tipe buah yang makin enak kalau sudah matang sempurna. Triknya gampang banget: masukkan kiwi yang masih keras ke dalam kantong kertas barengan sama pisang atau apel. Diamkan satu atau dua hari di suhu ruang.
Kenapa harus bareng pisang? Karena pisang mengeluarkan gas etilen yang berfungsi sebagai hormon pematangan alami. Ini adalah life hack sederhana yang sering dilupakan orang. Setelah dia terasa agak lunak pas ditekan lembut dengan jempol, baru deh masukin kulkas. Di titik itulah kiwi mencapai puncak kejayaannya secara rasa.
Kesimpulannya, kiwi adalah buah yang penuh dengan kejutan. Dari sejarahnya yang mengalami "ganti identitas", nutrisinya yang melampaui jeruk, sampai kulitnya yang bisa dimakan meski tampak menyeramkan. Meskipun harganya kadang bikin kita mikir dua kali, tapi kalau melihat manfaat dan rasanya yang unik, menurut gue kiwi layak banget dapet tempat lebih sering di piring makan kita. Jadi, gimana? Berani coba makan kiwi sama kulitnya besok?
Next News

Olahan Daun Ubi yang Menggugah Selera
in 6 hours

Ati Ampela: Antara Tekstur yang Melawan dan Kenikmatan yang Sering Dicibir
in 5 hours

Seni Menikmati Ceker Ayam
in 5 hours

Ritual Mani-Pedi: Bukan Cuma Soal Kuku Cantik, Tapi Soal Menjaga Kewarasan
in 5 hours

Benarkah Rambut Lebih Banyak Rontok Saat Stres?
in 5 hours

Benarkah Skip Sarapan Bisa Membuat Berat Badan Turun?
in 4 hours

Kenapa Kita Menguap Saat Melihat Orang Lain Menguap?
in 4 hours

Filosofi Daun yang Ogah Basah
in 4 hours

Marpangir: Ritual Menjelang Ramadan di Sumatra Utara
in 4 hours

Ketika "Masuk Angin" Berubah Jadi Ancaman Nyawa
in 3 hours





