Kamis, 19 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Tips Masak Nasi Goreng Spesial untuk Pemula di Rumah

Tata - Thursday, 19 February 2026 | 02:50 PM

Background
Tips Masak Nasi Goreng Spesial untuk Pemula di Rumah

Nasi Goreng: Penyelamat Kelaparan Sejuta Umat dan Resep Rahasianya

Pernah nggak sih, tiba-tiba jam sebelas malam perut rasanya kayak lagi ngadain konser rock? Keroncongan parah, tapi mau pesan makanan lewat aplikasi ojek online kok ya dompet lagi sekarat, atau malah males nunggu abangnya datang. Di saat-saat kritis seperti inilah, satu nama selalu muncul sebagai pahlawan tanpa tanda jasa: Nasi Goreng. Makanan ini bukan cuma sekadar pengisi perut, tapi sudah jadi semacam "agama" kuliner di Indonesia. Mau di pinggir jalan pakai gerobak yang bunyinya 'tek-tek', atau di restoran bintang lima dengan piring lebar dan garnish estetik, nasi goreng tetap punya tempat spesial di hati.

Sebenarnya, apa sih yang bikin nasi goreng itu begitu sakti? Jawabannya sederhana: fleksibilitas. Nasi goreng itu ibarat kanvas kosong. Kamu bisa memasukkan apa saja yang ada di kulkas, mulai dari sosis sisa semalam, bakso yang sudah kesepian, sampai sayuran yang mulai layu tapi masih layak makan. Tapi, biar hasilnya nggak sekadar "nasi kena kecap", ada beberapa hal fundamental yang harus kamu perhatikan. Yuk, kita bongkar bahan-bahan rahasia dan cara bikin nasi goreng yang enak, praktis, dan tentunya nggak bikin malu-maluin kalau diposting di Instagram Story.

Bahan Utama: Jangan Remehkan Nasi Kemarin

Kesalahan fatal pemula saat bikin nasi goreng adalah pakai nasi yang baru matang dan masih kemebul. Kenapa? Karena nasi baru itu kadar airnya masih tinggi banget. Kalau dipaksa masuk wajan, hasilnya bakal lembek, menggumpal, dan lengket kayak ketan. Nasi goreng yang ideal itu teksturnya "pera" atau butirannya terpisah satu sama lain tapi tetap empuk.

Makanya, "nasi sisa semalam" adalah kasta tertinggi dalam dunia pernasi-gorengan. Nasi yang sudah menginap di suhu ruang atau kulkas bakal kehilangan sebagian kelembapannya, jadi pas digoreng, bumbunya bisa meresap sempurna ke setiap butiran nasi tanpa bikin teksturnya hancur. Jadi, kalau kamu punya sisa nasi di magic com, jangan dibuang. Itu adalah harta karun!

Duo Maut Bumbu Dasar

Untuk bumbunya, sebenarnya simpel banget. Kamu nggak perlu bumbu instan yang rasanya serba micin itu kalau mau hasil yang lebih "homey". Cukup siapkan:



  • Bawang Merah & Bawang Putih: Ini pondasi utama. Perbandingannya biasanya 2:1. Kalau bawang merahnya 4 siung, bawang putihnya cukup 2 siung saja. Bawang merah kasih aroma manis dan gurih, sementara bawang putih ngasih tendangan rasa yang kuat.
  • Cabai: Tergantung nyali kamu. Mau pakai cabai keriting boleh, cabai rawit biar pedas nampol juga silakan. Kalau saya sih tim yang suka pedasnya perlahan tapi pasti.
  • Garam & Lada: Penyeimbang rasa yang wajib ada.
  • Kecap Manis: Ini dia agen pengubah warna. Pilih kecap yang kental dan warnanya hitam pekat supaya tampilan nasi gorengnya eksotis.

Sedikit tips tambahan: kalau mau rasa yang lebih "medok" ala abang-abang gerobakan, coba tambahkan sedikit terasi bakar atau kemiri yang sudah disangrai. Efeknya luar biasa, aromanya bakal langsung memenuhi satu rumah dan bikin tetangga sebelah pengen ikutan makan.

Toping dan Pelengkap: Makin Ramai Makin Asyik

Nasi goreng tanpa toping itu ibarat konser musik tanpa vokalis, hambar. Di sinilah kamu bisa berkreasi sebebas mungkin. Biasanya, protein standar yang wajib ada itu telur. Kamu bisa campur telurnya langsung ke nasi (orak-arik) supaya menyatu dengan bumbu, atau bikin telur mata sapi di akhir sebagai mahkota di atas piring.

Selain telur, potongan ayam suwir, sosis, bakso sapi, atau udang bisa jadi opsi kalau lagi merasa agak mewah. Jangan lupa juga unsur sayurannya. Sawi hijau atau kol yang diiris kasar bakal ngasih tekstur renyah di tengah empuknya nasi. Kalau kamu tipe orang yang suka sensasi segar, tambahkan irisan daun bawang di menit-menit terakhir sebelum api dimatikan.

Cara Memasak: Teknik Gongso Adalah Kunci

Setelah semua bahan siap, sekarang saatnya eksekusi. Panaskan minyak di wajan. Kalau mau lebih harum, campur sedikit margarin. Masukkan bumbu halus (bawang dan cabai) lalu tumis sampai harum. Proses ini namanya "gongso". Jangan terburu-buru memasukkan nasi kalau bumbunya belum matang atau belum berubah warna, nanti nasi goreng kamu bakal bau langu.

Begitu bumbu sudah wangi dan layu, masukkan protein (telur, sosis, dsb). Aduk sebentar sampai setengah matang, baru masukkan nasinya. Di tahap ini, kecilkan api sebentar supaya kamu punya waktu buat menghancurkan gumpalan nasi tanpa takut bumbunya gosong. Setelah nasi merata dengan bumbu, baru besarkan api dan masukkan kecap manis, garam, serta lada.



Gunakan api besar di bagian akhir sambil terus diaduk cepat. Teknik ini penting untuk menciptakan aroma "smoky" alias aroma bakaran yang khas. Orang-orang menyebutnya "wok hei". Kalau nasi sudah terlihat mulai meloncat-loncat di wajan, itu tandanya nasi goreng kamu sudah siap disajikan.

Sentuhan Akhir yang Menentukan

Penyajian itu penting. Nasi goreng bakal terasa berkali-kali lipat lebih enak kalau dimakan bareng kerupuk udang atau kerupuk kaleng. Jangan lupakan juga acar timun dan irisan tomat buat penyeimbang rasa berminyak di lidah. Kalau kamu punya bawang merah goreng, taburkan sebanyak mungkin di atasnya.

Membuat nasi goreng itu bukan cuma soal mengikuti resep, tapi soal rasa dan insting. Jangan takut buat eksperimen. Kadang-kadang, keajaiban justru muncul dari improvisasi yang nggak sengaja. Jadi, gimana? Sudah siap ke dapur dan jadi koki dadakan malam ini? Ingat, nasi goreng yang enak bukan yang paling mahal bahan-bahannya, tapi yang dimasak dengan hati (dan kondisi perut yang benar-benar lapar). Selamat mencoba!