Bedug yang Identik dengan Ramadan di Indonesia
RAU - Thursday, 19 February 2026 | 04:37 AM


Bedug adalah alat musik pukul berbentuk tabung besar dengan membran kulit di kedua sisinya. Secara historis, alat serupa telah digunakan dalam kebudayaan Asia, termasuk di wilayah Nusantara sebelum kedatangan Islam.
Sejarawan mencatat bahwa alat tabuh besar sudah dikenal dalam tradisi masyarakat Jawa dan Asia Tenggara sebagai alat komunikasi dan penanda peristiwa penting.
Ketika Islam berkembang di Nusantara sekitar abad ke-13 hingga 16, para penyebar agama menyesuaikan metode dakwah dengan budaya setempat. Di wilayah Pulau Jawa, penggunaan alat tabuh seperti bedug kemudian diintegrasikan ke dalam fungsi masjid.
Tidak seperti di kawasan Arab yang hanya menggunakan azan sebagai panggilan salat, masyarakat Indonesia menambahkan bedug sebagai penanda waktu sebelum azan dikumandangkan.
Tradisi ini menjadi bagian dari corak Islam Nusantara yang akomodatif terhadap budaya lokal.
Selama bulan Ramadan, bedug memiliki fungsi tambahan:
-Penanda waktu berbuka puasa
-Penanda sahur
-Meramaikan suasana malam takbiran
Di berbagai daerah di Indonesia, bedug bahkan diperlombakan dalam festival tabuh bedug menjelang Idulfitri.
Mengapa Tidak Umum di Timur Tengah?
Di negara-negara Timur Tengah, panggilan salat dilakukan melalui azan tanpa alat tabuh tambahan. Penggunaan bedug lebih merupakan hasil adaptasi budaya lokal Asia Tenggara, bukan tradisi asli dari Jazirah Arab.
Hal ini menunjukkan bahwa praktik keagamaan dapat berbaur dengan budaya setempat tanpa mengubah substansi ibadah.
Kesimpulan
Bedug bukan berasal dari tradisi Islam awal di Timur Tengah, melainkan hasil akulturasi budaya Nusantara dengan ajaran Islam. Kini, bedug menjadi simbol khas Ramadan di Indonesia, memperkaya identitas budaya Islam lokal.
Next News

Ke Mana Perginya Kunang-Kunang? Mengapa Serangga Bercahaya Ini Semakin Sulit Ditemukan
in 7 hours

Siapa Raja Minyak Sawit Dunia? Indonesia Masih Memimpin, Tapi Bukan Satu-satunya Pemain Besa
in 7 hours

Bukan Italia atau Amerika, Ternyata Finlandia Jadi Negara Paling Banyak Minum Kopi di Dunia
in 7 hours

Padi: Lebih dari Sekadar Pengganjal Perut, Inilah Alasan Mengapa Padi Menjadi Pilar Kehidupan Manusia
in 7 hours

Begini Cara Kerja Penangkal Petir Melindungi Rumah dari Sambaran Petir
in 7 hours

Tips Konsisten Diet: Berhenti Bilang Besok Mulai Lagi
in 6 hours

Ubah Cara Pandangmu: Belajar Sejarah Bisa Jadi Petualangan
in 5 hours

Bukan Sekadar Rotasi, Ini Alasan Senja dan Sunrise Selalu Terasa Spesial
in 5 hours

Proses Terbentuknya Pelangi: Mengapa Warnanya Selalu Rapi?
in 5 hours

Manfaat Buah Naga, Si Fuchsia Cantik yang Menyehatkan
in 5 hours





