Singkong Naik Kelas: Dari Camilan Kampung Jadi Sajian Modern yang Bikin Bangga
Tata - Thursday, 19 February 2026 | 03:05 PM


Singkong yang Naik Kelas: Menemukan Harta Karun Camilan Tradisional dengan Sentuhan Modern
Kalau kita bicara soal camilan sejuta umat di Indonesia, nama singkong pasti nangkring di urutan atas. Tapi jujur saja, selama bertahun-tahun, citra singkong itu ya begitu-begitu saja. Kalau nggak digoreng bareng mendoan di pinggir jalan, ya direbus buat temen ngopi bapak-bapak di pos ronda. Singkong sering dianggap sebagai "makanan kampung" atau "makanan kelas dua" jika dibandingkan dengan kentang impor yang tampil mentereng di gerai waralaba global. Padahal, kalau kita mau jujur dan sedikit eksploratif, singkong punya potensi yang jauh lebih keren dari sekadar teman ngopi yang sederhana.
Belakangan ini, ada sebuah pergeseran menarik di dunia kuliner tanah air. Singkong mulai mengalami apa yang anak zaman sekarang sebut sebagai glow up. Dari sekadar umbi-umbian yang tanahnya masih nempel, sekarang singkong sudah masuk ke kafe-kafe estetik, dikemas dengan branding yang ciamik, dan diberi sentuhan rasa yang nggak masuk akal uniknya. Ini bukan lagi soal kenyang, tapi soal pengalaman rasa yang bikin kita mikir, "Kok bisa ya singkong jadi seenak ini?"
Transformasi Tekstur yang Menggoyang Lidah
Rahasia utama dari singkong yang unik sebenarnya terletak pada teksturnya. Singkong punya karakteristik yang nggak dimiliki kentang: ada serat-serat halus yang kalau diolah dengan benar, bisa memberikan sensasi crunchy di luar tapi super lembut dan fluffy di dalam. Salah satu yang sempat viral dan masih jadi primadona adalah Singkong Keju. Tapi, jangan bayangkan singkong goreng biasa yang cuma ditaburi keju parut.
Singkong keju yang benar-benar "niat" biasanya melewati proses perebusan lama dengan bumbu rahasia—biasanya bawang putih dan ketumbar yang melimpah—sampai merekah sempurna. Setelah digoreng, singkong ini akan "meledak" di mulut. Sentuhan uniknya sekarang merambah ke topping yang lebih berani. Bayangkan singkong merekah yang disiram saus mentai atau dibalur bubuk cabai level setan dengan perasan jeruk nipis. Perpaduan antara rasa gurih asli singkong dengan sentuhan modern ini benar-benar bikin ketagihan.
Inovasi Rasa yang Out of the Box
Kalau kita melipir ke rak-rak supermarket atau toko oleh-oleh kekinian, kita bakal nemu keripik singkong yang sudah jauh meninggalkan rasa original atau balado. Sekarang, para produsen camilan lokal lagi hobi-hobinya bereksperimen. Ada keripik singkong rasa salted egg yang gurihnya dapet banget, rasa truffle yang aromanya mewah, sampai rasa rendang yang rempahnya nendang di lidah. Ini membuktikan kalau singkong itu adalah "kanvas kosong" yang siap dipadukan dengan rasa apa pun.
Bahkan, ada beberapa brand lokal yang mulai mengolah singkong menjadi camilan sehat dengan metode vacuum fried atau dipanggang. Hasilnya? Keripik yang lebih rendah lemak tapi tetap renyah. Ini jawaban buat kaum yang pengen ngemil micin tapi tetep mau terlihat gaya hidup sehat. Uniknya lagi, beberapa kreator kuliner mulai membuat "Singkong Fries" yang bentuknya mirip kentang goreng tapi dengan tekstur yang lebih padat dan rasa yang lebih nutty. Jujur saja, bagi saya, kentang goreng seringkali terasa terlalu lembek kalau sudah dingin, tapi singkong fries tetap punya karakter yang kuat.
Mengapa Harus Singkong?
Selain soal rasa, ada alasan emosional kenapa kita harus mulai melirik kembali camilan berbasis singkong. Singkong adalah simbol ketahanan pangan lokal. Menemukan camilan singkong yang unik itu seperti menemukan kembali jati diri kuliner kita yang sempat tertutup tren makanan luar negeri. Ada kebanggaan tersendiri saat kita nongkrong di kafe mahal, tapi yang kita pesan adalah sepiring singkong goreng bumbu karamel atau singkong cokelat lumer.
Secara nutrisi pun, singkong ini sebenarnya juara. Dia bebas gluten, yang mana jadi kabar baik buat teman-teman yang punya intoleransi gluten. Singkong juga memberikan energi yang lebih tahan lama. Jadi, kalau kamu butuh camilan buat nemenin lembur atau maraton film di akhir pekan, singkong adalah pilihan yang jauh lebih "setia" daripada camilan tepung terigu yang cuma bikin kenyang sesaat terus bikin ngantuk.
Berburu Singkong Unik: Tips Buat Kamu
Buat kamu yang ingin memulai petualangan mencari singkong unik, saran saya cuma satu: jangan takut eksplor ke tempat-tempat yang nggak terduga. Kadang, singkong paling enak itu bukan yang ada di mal besar, tapi yang dijual di gerobakan pinggir jalan yang sudah dimodifikasi dengan topping kekinian. Atau, coba cek toko oleh-oleh di kota-kota kecil; biasanya mereka punya varian keripik singkong yang belum masuk pasar nasional tapi rasanya juara dunia.
Jangan lupa juga buat cek marketplace atau media sosial. Banyak UMKM kreatif yang menjual olahan singkong dalam bentuk frozen food. Kamu tinggal goreng sebentar di rumah, tambahkan parutan keju atau cocolan sambal bawang buatan sendiri, dan boom! Kamu sudah punya camilan kelas kafe di ruang tamu sendiri.
Kesimpulannya, singkong bukan lagi makanan yang membosankan. Dengan sedikit kreativitas dan sentuhan modern, umbi-umbian ini berhasil membuktikan bahwa yang lokal pun bisa tampil vokal. Jadi, kalau nanti sore kamu bingung mau ngemil apa, coba deh cari singkong. Siapa tahu, kamu bakal menemukan "cinta lama yang bersemi kembali" dalam bentuk sepotong singkong goreng yang renyah dan gurih. Karena pada akhirnya, kenyamanan paling hakiki itu seringkali datang dari hal-hal yang dekat dengan akar budaya kita sendiri.
Next News

Bau Badan? Usir dengan Cara Alami
6 hours ago

Ngabuburit: Awalnya Tradisi Sunda hingga menjadi Tradisi di seluruh Indonesia
7 hours ago

Bedug yang Identik dengan Ramadan di Indonesia
7 hours ago

Bangun Pagi Demam Menyerang? Jangan Panik, Lakukan Hal Ini Segera
in 5 hours

Jangan Dibuang! Daun Kencur Ternyata Punya Banyak Manfaat
in 4 hours

Manfaat Luar Biasa Treadmill yang Sering Dilupakan Orang Urban
in 4 hours

Tak Sekadar Estetika: 5 Tanaman Merambat Multifungsi yang Bikin Rumah Asri dan Produktif
in 4 hours

Tips Masak Nasi Goreng Spesial untuk Pemula di Rumah
in 4 hours

Aroma Hijau Penuh Kenangan: Mengungkap Keistimewaan Daun Pandan dalam Kuliner Nusantara
in 4 hours

Tidur Berkualitas, Agar Bangun Lebih Segar
9 hours ago





