Kamis, 19 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Stevia: Solusi Sehat bagi Orang Gula Tinggi

Tata - Saturday, 31 January 2026 | 09:00 PM

Background
Stevia: Solusi Sehat bagi Orang Gula Tinggi

Manfaat Stevia: Pemanis Alami Sehat Pengganti Gula

Siapa sih yang nggak pernah nyari cara supaya minum kopi atau buat kue tetep manis tapi tanpa bikin badan terbelanja gaji? Pasti hampir semua orang sudah coba gula kering, gula batu, gula merah, bahkan gula pasir yang sudah diolah sampai jadi "super" di supermarket. Tapi, kalau kamu lagi cari alternatif yang nggak menambah kalori dan tetap nggak bikin perut ngumpul, masuknya stevia. Buah ini bukan hanya "cok‑cok" alami, tapi juga punya banyak manfaat yang belum banyak orang tahu.

Stevia berasal dari tanaman Stevia rebaudiana, yang tumbuh di Paraguay dan Amerika Selatan. Kalau dilihat dari segi sejarah, orang asli sudah mengekstrak gula dari daun stevia lebih dari 200 tahun lalu. Mereka memang jago ngolah rasa manis, jadi "cinta" manisnya nggak ada duanya. Di Indonesia, stevia masih lebih jarang muncul di pasar, tapi sekarang sudah banyak diolah menjadi bubuk, sirup, atau bahkan tablet yang mudah disaput di rumah.

Kenapa stevia dianggap "pemanis sehat"? Karena kandungan gula di stevia bukan gula biasa. Ada satu senyawa utama, steviol glycoside, yang memiliki 200 sampai 300 kali rasa manisnya dibanding gula pasir. Namun, senyawa ini hampir tidak dicerna tubuh, jadi nggak menambah kalori. Di sisi lain, stevia juga punya kandungan antioksidan, vitamin, dan mineral ringan, sehingga memberikan dampak positif untuk sistem pencernaan, sistem kekebalan tubuh, dan bahkan kesehatan mata.

  • Menurunkan risiko diabetes tipe 2: Karena tidak memicu lonjakan gula darah, stevia sangat cocok bagi penderita diabetes atau orang yang ingin mencegahnya.
  • Menjaga berat badan: Tanpa kalori, stevia membantu kontrol asupan kalori harian, yang berarti kamu bisa menikmati makanan manis tanpa takut "overdose".
  • Meningkatkan kesehatan jantung: Beberapa studi menunjukkan bahwa stevia dapat menurunkan tekanan darah dan kolesterol LDL (kolesterol jahat).
  • Merangsang pertumbuhan bakteri baik: Ada beberapa bukti bahwa stevia dapat mempromosikan pertumbuhan probiotik, yang penting untuk pencernaan yang sehat.

Namun, seperti semua "si manis" dalam hidup, stevia juga punya sisi lain. Beberapa orang melaporkan rasa pahit atau "aftertaste" setelah mengonsumsinya, apalagi jika menggunakan stevia dalam jumlah besar. Untuk itu, tipsnya: mulai dengan dosis kecil, lalu secara perlahan naikkan agar tubuh terbiasa. Kalau kamu suka kopi, coba ganti gula pasir dengan stevia dan rasakan bedanya—kalo kamu mau bikin es krim, aduk stevia ke dalam campuran susu dan beri sentuhan rasa buah, hasilnya tak kalah nikmat.

Di balik semua manfaatnya, satu hal yang penting diingat: tidak semua produk stevia sama. Ada yang sudah dimurnikan, ada yang masih mengandung tambahan bahan pengisi. Jadi, selalu baca labelnya. Jika kamu masih ragu, cobalah membeli bubuk stevia asli 100% tanpa tambahan. Dan ya, kalau ingin benar-benar "cocok" dalam diet, pertimbangkan membeli dalam bentuk tablet atau kapsul—bisa jadi solusi praktis untuk menyesuaikan dosis harian.

Berikut beberapa cara kreatif menggunakan stevia di dapur:

  • Minuman sehat: Campurkan stevia dengan air soda atau teh hijau. Cuma tambahkan satu sendok teh, rasakan manisnya tanpa perlu repot-repot menakar gula.
  • Resep kue rendah kalori: Ganti gula pasir dengan stevia dan gunakan tepung terigu rendah kalori. Kue coklat atau muffin bisa jadi pilihan.
  • Syrup atau madu: Buat syrup stevia sendiri dengan mencampurkan stevia bubuk, air, dan sedikit lemon. Ini pas banget untuk topping pancake atau yoghurt.

Seiring berjalannya waktu, stevia tidak hanya dikenal di kalangan "foodie" atau "health enthusiast". Sekarang sudah banyak merek, bahkan di supermarket, yang menaruh stevia di rak barang-barang organik. Dan yang paling penting, pemerintah Indonesia juga mulai mengakui potensi stevia sebagai sumber pangan alternatif. Ini berarti, kalau kamu masih ragu, jangan takut mencobanya; stevia bukan sekadar "pemanis aja", tapi juga bagian dari perubahan gaya hidup sehat.

Jadi, kesimpulannya: stevia bukan cuma alternatif manis tanpa kalori, tapi juga memiliki banyak manfaat kesehatan yang mendukung gaya hidup modern. Mulai dari menurunkan risiko diabetes, membantu kontrol berat badan, hingga memberikan antioksidan, stevia memang layak dijadikan teman setia di dapur dan di tasmu. Siap mencicipi? Coba stevia di minuman, kue, atau sekadar di kopi pagi, dan rasakan bedanya. Karena, di era ini, "manis" tidak harus berarti "berlebihan".