Rutin Minum Jamu Kunyit Dari Tren 'Golden Latte' ke Rahasia Kaum Jompo Tetap Fit
RAU - Saturday, 14 February 2026 | 01:55 PM


Rutin Minum Jamu Kunyit Dari Tren 'Golden Latte' ke Rahasia Kaum Jompo Tetap Fit
Pernah nggak sih kamu lagi jalan-jalan di mall, terus nemu kafe estetik yang jualan minuman bernama Golden Latte dengan harga yang bikin dompet meringis? Pas dicicipi, eh, kok rasanya familiar banget ya? Ternyata itu cuma sebutan keren buat jamu kunyit yang dicampur susu. Di luar negeri, kunyit lagi dipuja-puja sebagai superfood, sementara kita di sini kadang malah sering ngelewatin si ibu jamu gendong yang lewat depan rumah gitu aja.
Kunyit bukan cuma soal bumbu dapur biar soto makin kuning atau buat ngilangin amis ikan. Di balik warna kuningnya yang kalau kena tangan susah ilangnya itu, tersimpan "kekuatan" yang luar biasa. Buat kita-kita yang hidup di era serba cepat, sering begadang demi deadline atau scrolling TikTok sampai subuh, dan punya hobi makan gorengan pinggir jalan, rutin minum jamu kunyit itu bisa jadi investasi kesehatan yang paling masuk akal. Nggak perlu mahal, tapi khasiatnya nggak main-main.
Si Penyelamat Lambung yang Suka Rewel
Masalah klasik anak muda zaman sekarang kalau nggak overthinking ya pasti asam lambung. Pola makan yang berantakan ditambah asupan kopi yang lebih banyak daripada air putih bikin lambung sering protes. Nah, di sinilah jamu kunyit masuk sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Kunyit punya kandungan kurkumin yang bisa menenangkan dinding lambung yang iritasi.
Alih-alih langsung nyari obat kimia setiap kali lambung terasa perih atau kembung, rutin minum perasan kunyit hangat bisa membantu menyeimbangkan kadar asam. Rasanya emang agak unik, ada getir-getirnya dikit, tapi sensasi hangat yang menjalar ke perut itu bikin rileks banget. Ibaratnya, kunyit itu seperti pelukan hangat buat usus dan lambung kamu yang sudah lelah bekerja keras memproses seblak level pedas mampus.
Anti-Inflamasi: Solusi Buat Kaum Jompo 'Back Pain'
Istilah "kaum jompo" belakangan ini makin populer buat ngetawain diri sendiri yang baru duduk bentar udah pegal-pegal atau pinggang rasanya mau copot. Fenomena ini sebenarnya tanda kalau tubuh kita lagi ngalamin peradangan ringan akibat gaya hidup yang kurang gerak atau posisi duduk yang salah seharian depan laptop.
Kunyit itu agen anti-inflamasi alami yang sangat kuat. Kurkumin di dalamnya bekerja menghambat enzim yang memicu peradangan di sendi dan otot. Jadi, kalau kamu rutin minum jamu kunyit, jangan kaget kalau badan rasanya jadi lebih enteng. Rasanya nggak perlu lagi dikit-dikit tempel koyo atau minta dipijetin tiap akhir pekan. Ini bukan sihir, tapi memang nutrisi kunyit yang lagi "bersih-bersih" di dalam tubuh kamu.
Skincare dari Dalam: Biar Glowing Nggak Cuma dari Luar
Banyak dari kita yang rela ngeluarin jutaan buat serum, toner, atau pelembap biar muka glowing. Tapi sering lupa kalau kesehatan kulit itu cerminan dari apa yang ada di dalam perut. Kunyit mengandung antioksidan yang tinggi banget. Antioksidan ini tugasnya lawan radikal bebas yang bikin kulit kusam dan cepat keriput karena polusi udara kota yang makin nggak keruan.
Selain itu, buat kamu yang sering bermasalah sama jerawat hormonal, jamu kunyit (terutama kalau dicampur asam jawa) punya sifat antibakteri dan bisa ngebantu bersihin darah. Hasilnya? Jerawat jadi lebih cepat kalem dan kulit kelihatan lebih bersih secara alami. Jadi, sebelum check out keranjang belanja skincare yang harganya selangit itu, coba deh mulai rutin minum jamu kunyit dulu. Siapa tahu, rahasia glowing kamu ternyata harganya cuma dua ribu perak di pasar.
Mood Booster dan Penjaga Kewarasan
Mungkin terdengar agak berlebihan, tapi beberapa penelitian mulai mengaitkan konsumsi kurkumin dengan peningkatan hormon dopamin dan serotonin—dua zat kimia di otak yang bikin kita merasa bahagia. Di tengah tekanan kerjaan yang nggak ada habisnya, minum sesuatu yang menyehatkan bisa memberikan efek psikologis yang menenangkan.
Ada kepuasan tersendiri pas kita sadar kalau kita lagi ngelakuin hal baik buat tubuh sendiri. Rutinitas minum jamu kunyit di pagi hari bisa jadi semacam ritual mindfulness sederhana. Menikmati aromanya yang khas, rasa rempahnya yang tajam, dan kehangatannya bisa ngebantu kita lebih siap menghadapi hari yang penuh drama.
Gimana Cara Mulainya Tanpa Harus Ribet?
Sebenarnya nggak ada aturan kaku soal gimana cara minumnya. Kalau kamu tipe yang mager, beli jamu gendong atau jamu dalam botol yang sekarang banyak dijual online sudah cukup oke, asalkan gulanya nggak kebanyakan. Tapi kalau mau lebih afdol, bikin sendiri di rumah itu gampang banget.
- Ambil dua ruas kunyit, cuci bersih, terus parut atau blender.
- Rebus dengan air secukupnya sampai mendidih.
- Saring airnya, tambahkan sedikit perasan jeruk nipis dan madu buat penyeimbang rasa.
- Kalau mau ala-ala kafe, tambahin sedikit susu rendah lemak atau susu kedelai.
Satu tips penting: tambahkan sedikit sejumput lada hitam ke dalam minuman kunyitmu. Kedengarannya aneh? Mungkin. Tapi secara ilmiah, zat piperine dalam lada hitam bisa ningkatin penyerapan kurkumin dalam tubuh sampai 2.000 persen! Tanpa lada hitam, sebagian besar manfaat kunyit cuma bakal lewat doang di sistem pencernaan tanpa terserap maksimal.
Jangan Berlebihan, Tetap Pakai Logika
Meski manfaatnya segudang, segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik. Kamu nggak perlu minum galonan jamu kunyit dalam sehari buat jadi pahlawan super. Cukup satu gelas sehari atau tiga kali seminggu sudah sangat membantu. Buat yang lagi hamil atau punya kondisi medis khusus soal empedu, tetap konsul ke dokter dulu ya.
Intinya, jamu kunyit itu bukan cuma soal tradisi kuno yang harus kita lestarikan demi nostalgia. Ini soal pilihan gaya hidup cerdas di tengah gempuran makanan instan dan polusi. Jadi, gimana? Masih mau nunggu badan remuk dulu baru mau nyari kunyit, atau mau mulai stok rimpang kuning ini di dapur dari sekarang?
Sehat itu nggak harus selalu tentang member gim mahal atau suplemen impor. Kadang, rahasia buat tetap fit dan panjang umur itu terselip di antara bumbu dapur yang sering kita sepelekan. Yuk, mulai hargai lagi kekayaan rempah kita sendiri. Salam sehat, dan jangan lupa minum jamu hari ini!
Next News

Olahan Daun Ubi yang Menggugah Selera
in 4 hours

Fakta Menarik dari Si Buah Kiwi
in 4 hours

Ati Ampela: Antara Tekstur yang Melawan dan Kenikmatan yang Sering Dicibir
in 4 hours

Seni Menikmati Ceker Ayam
in 4 hours

Ritual Mani-Pedi: Bukan Cuma Soal Kuku Cantik, Tapi Soal Menjaga Kewarasan
in 3 hours

Benarkah Rambut Lebih Banyak Rontok Saat Stres?
in 3 hours

Benarkah Skip Sarapan Bisa Membuat Berat Badan Turun?
in 3 hours

Kenapa Kita Menguap Saat Melihat Orang Lain Menguap?
in 3 hours

Filosofi Daun yang Ogah Basah
in 3 hours

Marpangir: Ritual Menjelang Ramadan di Sumatra Utara
in 2 hours





