Rahasia Packing Koper Rapi Tanpa Drama Baju Kusut
Tata - Wednesday, 18 February 2026 | 04:20 PM


Seni Melipat Baju di Koper: Biar Nggak Kayak Kerupuk Remuk Saat Sampai Tujuan
Mari kita jujur sejenak. Liburan itu menyenangkan, tapi urusan packing atau mengepak barang ke dalam koper seringkali menjadi drama tersendiri. Ada dua tipe orang di dunia ini saat packing: tipe "masukin aja semua yang penting muat" dan tipe "arsitek koper" yang menghitung setiap milimeter ruang. Masalahnya, mau serapi apa pun kita merasa sudah melipat baju, seringkali pas sampai di hotel dan koper dibuka, baju-baju kita malah kelihatan kayak kerupuk diremet—kusut, berantakan, dan nggak layak pakai buat OOTD (Outfit of the Day) yang estetik.
Apalagi kalau hotel tempat kita menginap nggak menyediakan setrikaan, atau kita saking capeknya sampai nggak sempat lagi mau melicinkan baju satu-satu. Nah, biar liburan kamu nggak habis cuma buat menyetrika ulang baju, ada beberapa trik atau "life hack" melipat baju yang bisa bikin isi koper tetap rapi dan minimal kusut. Yuk, simak 12 cara melipat baju di koper yang sudah kami rangkum buat kamu para petualang yang ogah ribet.
1. Teknik Rolling (Menggulung adalah Kunci)
Ini adalah teknik paling legendaris dan masih jadi juara sampai sekarang. Alih-alih melipat baju secara kotak konvensional, cobalah untuk menggulungnya sekencang mungkin. Teknik ini sangat efektif untuk kaus, celana jeans, atau baju berbahan katun. Selain hemat ruang karena gulungan kecil bisa diselipkan di celah-celah koper, tekanan saat menggulung justru meminimalisir lipatan tajam yang bikin baju jadi kusut permanen.
2. Metode Bundle Wrapping
Kalau kamu membawa pakaian yang bahannya gampang lecek seperti kemeja atau bahan linen, teknik bundle wrapping adalah jawabannya. Bayangkan ini seperti membungkus bawang. Kamu menaruh barang yang paling nggak gampang kusut (seperti jaket atau handuk) di tengah, lalu baju-baju lain dibungkus melingkari pusat tersebut. Dengan cara ini, baju kamu nggak punya garis lipatan yang patah karena mereka melengkung mengikuti bentuk bungkusan di tengahnya.
3. Gaya KonMari alias Lipat Vertikal
Terima kasih kepada Marie Kondo, kita jadi tahu kalau baju itu bisa "berdiri". Caranya, lipat baju hingga menjadi persegi kecil yang solid, lalu susun secara vertikal atau berdiri di dalam koper, bukan ditumpuk ke atas. Keunggulannya? Kamu bisa melihat semua koleksi bajumu tanpa harus membongkar tumpukan paling bawah. Kalau nggak ada tumpukan, otomatis nggak ada tekanan berlebih yang bikin baju di bawah jadi gepeng dan kusut.
4. Manfaatkan Packing Cubes
Investasi di packing cubes (tas-tas kecil dalam koper) adalah keputusan terbaik orang dewasa setelah memutuskan untuk mulai menabung. Packing cubes berfungsi membagi koper menjadi beberapa kompartemen. Kamu bisa memisahkan atasan, bawahan, dan pakaian dalam. Karena ruangnya terbatas di dalam tiap tas kecil, baju-baju tersebut nggak akan bergeser-geser selama koper dilempar-lempar oleh petugas bandara.
5. Teknik Interleaving (Selang-Seling)
Pernah lihat gimana kemeja baru di toko dilipat? Mereka sering menyelipkan kertas atau plastik di antaranya. Kamu bisa meniru ini dengan cara menumpuk dua baju secara berlawanan arah, lalu melipat lengan mereka saling mengunci satu sama lain. Teknik ini mendistribusikan ketebalan kain secara merata, jadi nggak ada satu sisi yang terlalu tinggi atau terlalu tertekan.
6. Pakai Kertas Tisu atau Plastik Tipis
Mungkin terdengar agak berlebihan, tapi menaruh selembar kertas tisu (tissue paper) atau plastik laundry di antara lipatan baju berbahan halus (seperti sutra atau satin) bisa mengurangi gesekan. Gesekan antar serat kain inilah yang seringkali memicu timbulnya kerutan. Dengan adanya lapisan licin di tengah, kain akan "meluncur" dan bukannya tertekuk tajam.
7. Terapkan Hukum Gravitasi: Berat di Bawah
Ini kesalahan pemula yang paling sering terjadi. Masukin barang berat seperti sepatu, hairdryer, atau jeans di bagian atas koper. Pas koper diberdirikan, semua beban itu bakal menekan baju-baju di bawahnya. Hasilnya? Baju kamu tertekan habis-habisan. Selalu taruh barang paling berat di area dekat roda koper agar saat koper ditarik, beban terdistribusi ke bawah dan nggak menghancurkan kerapian baju.
8. Masukkan Kaos Kaki ke Dalam Sepatu
Setiap inci ruang di koper itu berharga. Jangan biarkan sepatu kamu kosong melompong. Masukkan kaos kaki yang sudah digulung atau pakaian dalam ke dalam sepatu. Selain menghemat tempat, ini juga menjaga bentuk sepatu kamu agar tidak penyok tertindih barang lain. Sepatu yang terjaga bentuknya berarti koper yang lebih terorganisir.
9. Gunakan Vacuum Bag untuk Barang Bulky
Kalau kamu mau pergi ke tempat dingin dan bawa jaket musim dingin yang tebalnya minta ampun, lupakan melipat biasa. Gunakan vacuum bag. Masukkan jaket, sedot udaranya, dan taraaa... jaket setebal bantal itu bakal kempes jadi setipis kerupuk. Ini memberikan ruang lebih buat baju-baju lain agar nggak terlalu berdesakan yang bisa memicu kusut.
10. Kancingkan Semua Kancing Baju
Sebelum melipat kemeja atau polo, pastikan semua kancingnya terpasang, minimal kancing paling atas, tengah, dan bawah. Ini menjaga struktur kerah dan bagian depan baju agar tetap pada posisinya. Kalau kancingnya dibiarkan lepas, baju bakal gampang melenceng ke sana kemari saat koper terguncang, dan itulah awal mula kekusutan massal.
11. Lipat Secara Terbalik (Inside-Out)
Untuk jas, blazer, atau baju dengan detail payet dan bordir, cobalah melipatnya dengan posisi bagian dalam di luar (inside-out). Selain melindungi bagian luar baju dari kotoran jika ada sesuatu yang tumpah di koper, cara ini juga menjaga tekstur luar kain agar tidak langsung bergesekan dengan kain lain yang kasar.
12. Teknik Ranger Roll (Ala Militer)
Kalau kamu pengen tingkat kerapian yang sangat presisi, coba pelajari Ranger Roll. Teknik ini biasa dipakai tentara untuk memastikan baju mereka nggak bakal terurai meski koper atau tas mereka jungkir balik. Caranya mirip menggulung, tapi ada bagian bawah baju yang ditarik untuk "mengunci" gulungan tersebut. Hasilnya sangat padat, rapi, dan dijamin anti-berantakan.
Nah, itulah 12 cara yang bisa kamu praktikkan. Memang sih, awalnya bakal terasa sedikit lebih lama daripada sekadar melempar baju ke koper. Tapi percayalah, perasaan puas saat sampai di tujuan dan melihat baju-baju kamu masih rapi itu tak ternilai harganya. Kamu nggak perlu lagi sibuk nyari laundry atau pinjam setrikaan ke resepsionis malam-malam. Selamat mencoba dan selamat liburan dengan koper yang paripurna!
Next News

Daun Jambu Biji: Si Penyelamat Perut yang Sering Terlupakan di Balik Pagar Rumah
in 7 hours

Tips Puasa Buat Kamu yang Punya Hubungan Toxic Sama Asam Lambung
in 7 hours

Kenapa Bau Nasi yang Harum Itu Malah Bikin Kamu Pengen Muntah? Mari Kita Bedah!
in 6 hours

Kolesterol Tinggi: Sebenarnya Datang dari Mana?
in 6 hours

Oahraga Saat Puasa,Aman. Ini tipsnya.
in 6 hours

Nasi Putih vs Nasi Merah vs Shirataki: Mana yang Lebih Sehat ?
in 3 hours

Telur Ayam vs Telur Bebek: Mana yang lebih bergizi?
19 hours ago

Benarkah Makan Cokelat Bisa Bikin Bahagia?
19 hours ago

Rahasia Sehat dari Jambu Biji, Si Murah yang Kaya Nutrisi
7 hours ago

Manfaat Minum Bandrek Saat Cuaca Dingin yang Wajib Kamu Tahu
7 hours ago





