Mengapa Telur Dadar Padang Selalu Jadi Lauk Favorit? Ini Alasannya
Tata - Wednesday, 18 February 2026 | 02:55 PM


Rahasia Telur Dadar Padang: Tebal, Gurih, dan Anti-Gagal yang Bikin Nasi Sebakul Habis
Siapa sih yang sanggup menolak pesona Rumah Makan Padang? Begitu kita melangkah masuk, aroma rendang dan gulai langsung menyerbu indra penciuman. Tapi, mari kita jujur sejenak. Di antara deretan lauk mewah seperti ayam pop atau tunjang, ada satu pemain kunci yang posisinya nggak tergantikan. Bentuknya bundar, warnanya oranye kecokelatan, dan yang paling ikonik adalah ketebalannya yang nggak masuk akal. Ya, kita bicara soal Telur Dadar ala Padang.
Banyak dari kita yang sering bertanya-tanya, "Ini telur pakai ramuan apa sih kok bisa setebal kamus bahasa Inggris?" Kalau kita coba bikin sendiri di rumah, seringnya malah berakhir tragis. Ekspektasinya pengen dapet telur yang fluffy dan kokoh, realitanya malah jadi telur dadar tipis yang pasrah atau lebih parah lagi, hancur berantakan pas dibalik. Akhirnya kita pun menyerah dan balik lagi jadi donatur tetap di RM Sederhana atau Pagi Sore terdekat.
Tapi tenang, hari ini kita bakal bongkar rahasia dapur para uda-uda di sana. Ternyata, bikin telur dadar yang tebal, gurih, anti kempes, dan nggak hancur itu ada teknik rahasianya. Bukan cuma soal jumlah telur, tapi soal komposisi dan "keberanian" kita di depan wajan. Yuk, simak tutorialnya biar kamu bisa jadi pahlawan di dapur sendiri!
Kenapa Telur Dadar Padang Bisa Beda?
Sebelum masuk ke resep, kita bedah dulu kenapa telur ini bisa spesial. Rahasia pertama terletak pada campuran bahannya. Kalau telur dadar biasa cuma pakai telur, garam, dan mungkin sedikit bawang merah, telur dadar Padang punya "struktur pondasi" yang kuat. Mereka menggunakan tepung-tepungan dan bumbu halus yang melimpah. Inilah yang bikin teksturnya padat tapi tetap empuk, bukan sekadar telur goreng biasa.
Selain itu, teknik menggorengnya juga beda. Jangan harap bisa dapet tekstur krispi di luar kalau kamu cuma pakai minyak seikhlasnya. Prinsipnya mirip kayak goreng kerupuk, minyaknya harus agak banyak biar telurnya "berenang" dan bisa mengembang dengan cantik.
Bahan-Bahan yang Perlu Kamu Siapkan
Jangan pelit sama bahan kalau mau hasilnya maksimal. Berikut adalah daftar belanjaan yang harus kamu siapkan:
- Telur Ayam atau Bebek: Gunakan minimal 4-5 butir. Kalau mau lebih "ngaldu" dan warnanya makin cakep, campur telur ayam dengan telur bebek dengan rasio 3:2.
- Tepung Beras & Tepung Terigu: Ini kunci utamanya. Pakai 2 sendok makan tepung beras dan 1 sendok makan terigu. Tepung beras bikin tekstur luarnya garing, terigu bikin dalamnya kokoh.
- Kelapa Parut Sangrai: (Opsional tapi sangat disarankan). Pakai sekitar 2 sendok makan kelapa parut yang sudah disangrai sebentar. Ini rahasia aromanya makin gurih dan teksturnya ada "serat-serat" enaknya.
- Daun Bawang & Seledri: Iris halus yang banyak. Jangan cuma sehelai dua helai, kita butuh volume di sini.
- Bawang Merah & Bawang Putih: Iris tipis untuk ditumis sebentar atau langsung dicampur.
- Bumbu Halus: Haluskan 3 siung bawang merah, 2 siung bawang putih, 5 buah cabai merah keriting (biar warnanya cantik), dan sedikit kunyit agar tidak amis.
- Garam, Lada, dan Kaldu Jamur: Secukupnya, sesuai selera lidah masing-masing.
Langkah-Langkah Eksekusi: Jangan Sampai Lengah!
1. Siapkan "Adonan" Pondasi
Pertama, campurkan bumbu halus dengan tepung-tepungan. Tambahkan sedikit air (sekitar 2 sendok makan) hanya untuk melarutkan tepung supaya nggak menggumpal saat dicampur telur nanti. Masukkan irisan daun bawang, seledri, dan kelapa sangrai. Aduk rata dulu bagian ini.
2. Kocok Telur dengan Semangat
Masukkan telur-telur tadi ke dalam campuran bumbu dan tepung. Kocok lepas sampai semuanya menyatu sempurna. Jangan terlalu lama mengocok sampai berbusa berlebihan ya, cukup sampai rata saja. Di tahap ini, aromanya pasti sudah mulai tercium harum dari perpaduan cabai dan bawang.
3. Pemanasan Wajan adalah Kunci
Gunakan wajan yang agak cekung (wok) atau teflon berdiameter kecil kalau mau hasilnya sangat tebal. Panaskan minyak dalam jumlah yang cukup banyak. Ingat, minyak harus benar-benar panas sebelum adonan telur masuk. Gimana cara ceknya? Teteskan sedikit adonan, kalau langsung bunyi "Sreeeeess" dan mengembang, berarti sudah siap.
4. Teknik Menuang yang Benar
Tuang adonan telur dari agak tinggi (sekitar 20 cm dari wajan). Tujuannya supaya terbentuk tekstur keriting di pinggirannya. Kecilkan api sedikit setelah telur masuk. Kenapa? Karena telur ini tebal, kalau apinya kebesaran, luarnya bakal gosong duluan sementara dalamnya masih "banjir" alias mentah.
5. Drama Membalik Telur
Ini adalah fase paling kritis dalam sejarah persilatan dapur. Jangan buru-buru membalik! Tunggu sampai bagian bawahnya benar-benar set dan kokoh. Gunakan dua sudip (spatula) kalau perlu. Satu untuk menopang, satu untuk membalik. Kalau kamu merasa kurang pede, kamu bisa menutup wajan sebentar biar bagian atasnya agak matang karena uap panas, jadi pas dibalik nggak akan hancur berantakan.
6. Tiriskan Sampai Tuntas
Setelah kedua sisi berwarna cokelat keemasan dan matang merata (cek dengan menusuk bagian tengah pakai tusuk sate, kalau nggak ada cairan yang keluar berarti sudah matang), angkat telur. Tiriskan di atas tisu dapur atau rak kawat. Membiarkan telur terendam minyak setelah matang bakal bikin dia jadi lembek dan berminyak banget pas dimakan.
Kenapa Hasilnya Bisa Gagal? Ini Analisisnya
Kadang kita sudah ikuti resep tapi hasilnya masih kempes pas dingin. Biasanya itu terjadi karena kita kurang banyak pakai telur atau rasio tepungnya kurang pas. Tepung itu fungsinya sebagai "tulang" bagi telur. Tanpa tepung yang cukup, udara di dalam telur bakal hilang pas suhu turun, makanya dia kempes.
Lalu soal hancur, itu biasanya karena kita nggak sabaran. Memasak telur dadar setebal ini butuh seni kesabaran. Gunakan api sedang cenderung kecil setelah proses awal, biarkan dia matang perlahan sampai ke inti jiwanya. Kalau kamu pakai api besar terus, selamat, kamu baru saja membuat arang rasa telur.
Opini Penutup: Masak Sendiri itu Lebih Puas
Jujur saja, di zaman serba cepat ini, beli telur dadar di RM Padang memang cuma butuh waktu 5 menit. Tapi ada kepuasan tersendiri pas kita berhasil memotong telur dadar buatan sendiri yang tebalnya sampai 3 sentimeter, lalu disajikan di atas nasi hangat dengan sedikit siraman kuah gulai instan atau sambal ijo sisa kemarin. Rasanya? Wah, bisa bikin lupa kalau cicilan masih banyak.
Telur dadar ini bukan cuma sekadar lauk, tapi bukti kalau masakan rumah pun bisa naik kelas kalau kita tahu triknya. Jadi, jangan takut gagal. Kalau percobaan pertama agak berantakan, ya sudah, sebut saja itu "Orak-arik Telur Bumbu Padang". Rasanya tetap enak, kok! Selamat mencoba di dapur masing-masing, sobat kuliner!
Next News

Si Buah Oranye yang Humble
in 6 hours

Daun Jambu Biji: Si Penyelamat Perut yang Sering Terlupakan di Balik Pagar Rumah
in 5 hours

Tips Puasa Buat Kamu yang Punya Hubungan Toxic Sama Asam Lambung
in 5 hours

Kenapa Bau Nasi yang Harum Itu Malah Bikin Kamu Pengen Muntah? Mari Kita Bedah!
in 5 hours

Kolesterol Tinggi: Sebenarnya Datang dari Mana?
in 5 hours

Oahraga Saat Puasa,Aman. Ini tipsnya.
in 5 hours

Nasi Putih vs Nasi Merah vs Shirataki: Mana yang Lebih Sehat ?
in 2 hours

Telur Ayam vs Telur Bebek: Mana yang lebih bergizi?
20 hours ago

Benarkah Makan Cokelat Bisa Bikin Bahagia?
20 hours ago

Rahasia Sehat dari Jambu Biji, Si Murah yang Kaya Nutrisi
9 hours ago





