Begadang, Investasi Penyakit yang Kita Cicil Diam-Diam Tiap Malam
Liaa - Friday, 13 February 2026 | 09:15 PM


Begadang: Investasi Penyakit yang Kita Cicil Diam-Diam Tiap Malam
Pernah nggak sih kamu merasa kalau malam hari itu adalah waktu yang paling magis? Suasana tenang, nggak ada gangguan chat kerjaan atau tagihan yang lewat, dan rasanya dunia cuma milik kamu sendiri. Alhasil, niatnya cuma mau scrolling TikTok sepuluh menit sebelum tidur, eh, tahu-tahu ayam sudah berkokok dan layar HP masih setia menyala di depan muka. Fenomena ini bukan hal baru, tapi buat kita yang hidup di zaman serba cepat ini, begadang seolah sudah jadi gaya hidup atau bahkan simbol produktivitas semu.
Ada sebuah istilah keren buat perilaku ini: Revenge Bedtime Procrastination. Ini adalah momen di mana kita merasa nggak punya kendali atas waktu kita di siang hari karena sibuk kerja atau kuliah, jadi kita "balas dendam" dengan mencuri waktu tidur di malam hari buat hiburan. Masalahnya, badan kita bukan mesin yang bisa di-overclock terus-menerus tanpa konsekuensi. Begadang itu ibarat kamu lagi ambil pinjaman online dengan bunga yang mencekik. Kamu dapat "kesenangan" instan sekarang, tapi bayarnya pakai kesehatan yang harganya nggak main-main di masa depan.
Otak yang Mulai Lemot dan Error
Pernah nggak kamu ngerasa lagi ngobrol sama orang, terus tiba-tiba nge-blank? Atau mau ngetik email kerjaan tapi rasanya otak lagi "loading" lama banget kayak internet zaman purba? Nah, itu salah satu efek nyata kalau kamu keseringan begadang. Saat kita tidur, otak sebenarnya lagi bersih-bersih. Ada proses namanya sistem glimfatik yang bekerja membuang racun-racun sisa aktivitas seharian. Kalau kamu nggak tidur, itu "sampah" di otak tetap menumpuk.
Jangan heran kalau besok paginya kamu jadi gampang emosi, sulit fokus, atau bahkan jadi pelupa akut. Begadang bikin fungsi kognitif kita menurun drastis. Buat kamu yang merasa masih muda dan merasa otak masih kuat diajak begadang demi push rank atau marathon series, ingat ya, otak juga butuh istirahat buat memproses memori. Tanpa tidur yang cukup, apa yang kamu pelajari atau kerjakan seharian itu nggak bakal nempel dengan maksimal. Rugi banget, kan?
Jantung dan Metabolisme yang Berantakan
Ngomongin soal bahaya begadang, kita nggak bisa lepas dari urusan perut dan jantung. Pernah perhatiin nggak, kenapa kalau begadang bawaannya pengen makan mie instan pakai telur atau pesen martabak lewat aplikasi ojek online? Itu bukan karena kamu benar-benar lapar, tapi karena hormon di tubuhmu lagi kacau. Hormon ghrelin (yang bikin lapar) naik drastis, sementara hormon leptin (yang kasih sinyal kenyang) malah terjun bebas.
Inilah kenapa begadang adalah jalan pintas menuju obesitas. Belum lagi urusan jantung. Jantung kita butuh waktu istirahat di mana detak jantung dan tekanan darah menurun secara alami saat tidur. Kalau dipaksa melek terus, jantung bakal kerja keras tanpa henti. Risikonya? Hipertensi, stroke, sampai penyakit jantung koroner bisa mengetuk pintu rumahmu lebih awal dari yang seharusnya. Kamu mungkin merasa sekarang masih sehat-sehat aja, tapi penyakit kronis itu sifatnya akumulatif. Mereka kayak silent killer yang lagi nunggu momentum buat meledak.
Mata Panda dan Wajah yang Tampak Lebih Tua
Bagi sebagian orang, penampilan adalah segalanya. Tapi sadar nggak sih, skincare semahal apapun nggak bakal maksimal kalau jam tidurmu masih berantakan? Begadang bikin aliran darah nggak lancar, yang akhirnya muncul dalam bentuk lingkaran hitam di bawah mata alias mata panda. Kulit juga jadi kelihatan kusam dan nggak segar. Saat tidur, tubuh memproduksi kolagen yang fungsinya menjaga kekenyalan kulit. Begitu kamu kurang tidur, produksi kolagen terhambat, dan garis-garis halus alias keriput bakal muncul lebih cepat.
Bukannya mau menakut-nakuti, tapi kalau kamu terus-terusan begadang, kamu bakal kelihatan jauh lebih tua dari usia aslimu. Nggak mau kan, masih umur dua puluhan tapi sudah dipanggil "Bapak" atau "Ibu" gara-gara muka kelihatan capek dan layu setiap saat? Healing yang sesungguhnya itu bukan liburan ke Bali sebulan sekali, tapi tidur 7 sampai 8 jam setiap malam.
Mental Health yang Terkikis Pelan-Pelan
Banyak yang bilang kalau begadang itu bikin pikiran jadi lebih tenang karena sepi. Padahal, secara medis, kurang tidur berhubungan erat dengan gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Orang yang kurang tidur cenderung punya pandangan yang lebih negatif terhadap hidup. Hal-hal kecil yang biasanya bisa diselesaikan dengan tenang, tiba-tiba jadi terasa berat banget kalau kita lagi kurang istirahat.
Emosi jadi nggak stabil, gampang tersinggung, dan rasa cemas sering muncul tanpa alasan yang jelas. Begadang bikin sistem saraf kita selalu dalam mode "siaga", padahal nggak ada ancaman apa-apa. Kalau ini dibiarkan terus, keseimbangan kimiawi di otak bakal terganggu. Jadi, kalau kamu ngerasa lagi sering sedih atau merasa hidup lagi berat banget, coba deh cek jam tidurmu dulu. Bisa jadi solusinya bukan cuma konseling, tapi sesederhana mematikan HP jam 10 malam dan membiarkan tubuhmu beristirahat total.
Kesimpulan: Yuk, Sayangi Diri Sendiri
Kita semua tahu kalau godaan untuk melek sampai subuh itu besar banget. Apalagi kalau lagi ada series baru atau lagi asyik deep talk sama gebetan. Tapi ya itu tadi, tubuh kita punya batasan. Begadang sesekali mungkin nggak masalah, tapi kalau sudah jadi kebiasaan, kamu sebenarnya lagi mempertaruhkan masa depanmu sendiri. Produktivitas yang kamu kejar dengan cara begadang itu cuma fatamorgana; hasilnya nggak akan sebanding dengan kerusakan yang terjadi di dalam tubuhmu.
Mulai malam ini, coba deh pelan-pelan ubah kebiasaan. Matikan gadget satu jam sebelum tidur, redupkan lampu, dan ciptakan suasana yang nyaman. Nggak ada yang lebih mewah di dunia ini selain bangun pagi dengan perasaan segar, pikiran jernih, dan badan yang siap menghadapi tantangan. Jangan tunggu sampai jatuh sakit baru sadar betapa berharganya tidur malam. Ingat, kesehatan itu investasi paling mahal yang kita punya. Jadi, yuk, taruh HP-nya sekarang, dan selamat tidur!
Next News

Mengupas Kepribadian Rahasia Para Pencinta Warna Biru
an hour ago

Cendol vs Dawet
an hour ago

Menilik Alasan Kenapa Padangsidimpuan Disebut Kota Salak, Padahal Kebunnya Bukan di Sana?
an hour ago

Fenomena Outfit Kalcer
an hour ago

Tren Jilbab 2026: Clean Girl Hijab, Pashmina Simpel, hingga Warna Mocha yang Lagi Viral
14 hours ago

Suntik Putih Lagi Viral di Kalangan Anak Muda, Amankah?
14 hours ago

Mengapa Anak Sekarang Lebih Cepat Pubertas?
14 hours ago

Daun Kelor: Benarkah Superfood atau Sekedar Tren?
14 hours ago

Kenangan Kecut Cermai: Seni Mengolah Buah Sangar Jadi Camilan Nagih
3 hours ago

Kenapa Durian Bisa Bikin Kita "Teler"?
5 hours ago





