Suntik Putih Lagi Viral di Kalangan Anak Muda, Amankah?
Liaa - Friday, 13 February 2026 | 09:00 AM


Fenomena suntik putih kembali ramai dibicarakan di media sosial. Banyak klinik kecantikan mempromosikan prosedur ini sebagai cara cepat mendapatkan kulit cerah, merata, dan glowing. Beberapa influencer bahkan membagikan pengalaman mereka menjalani suntikan rutin setiap minggu.
Secara medis, suntik putih biasanya menggunakan glutathione — antioksidan alami yang sebenarnya diproduksi tubuh — sering dikombinasikan dengan vitamin C dosis tinggi. Glutathione bekerja dengan menghambat produksi melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit.
Namun, menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM), penggunaan glutathione dalam bentuk injeksi untuk tujuan pemutihan kulit belum memiliki persetujuan resmi sebagai terapi estetika dan penggunaannya harus berada di bawah pengawasan dokter.
Bahkan, U.S. Food and Drug Administration (FDA) juga pernah mengeluarkan peringatan bahwa produk injeksi pemutih kulit yang mengandung glutathione belum terbukti aman dan efektif untuk mencerahkan kulit
• Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
Beberapa dokter kulit menyebutkan efek samping yang mungkin muncul antara lain:
-Gangguan fungsi ginjal dan hati
-Reaksi alergi berat (anafilaksis)
-Gangguan autoimun
-Ketidakseimbangan hormon
-Risiko infeksi jika prosedur tidak steril
Penggunaan glutathione dosis tinggi secara intravena dapat memengaruhi metabolisme tubuh secara sistemik dan belum ada bukti jangka panjang yang memastikan keamanannya untuk tujuan kosmetik.
Selain itu, laporan kasus di beberapa negara menunjukkan komplikasi serius akibat praktik suntik putih ilegal, termasuk gagal ginjal dan gangguan sistem imun.
Mengapa Tetap Populer?
Secara sosial, standar kecantikan yang masih mengagungkan kulit putih dan cerah menjadi salah satu pendorong utama. Media sosial memperkuat persepsi bahwa kulit cerah identik dengan cantik, bersih, dan sukses.
Padahal, secara ilmiah, warna kulit ditentukan oleh genetika dan jumlah melanin. Tidak ada prosedur instan yang bisa mengubah warna kulit secara permanen tanpa risiko.
••Alternatif yang Lebih Aman
Dokter menyarankan pendekatan yang lebih aman dan berbasis bukti, seperti:
-Menggunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 setiap hari
-Menggunakan skincare yang mengandung niacinamide atau alpha arbutin
-Pola makan sehat kaya antioksidan
-Konsultasi langsung dengan dokter spesialis kulit sebelum tindakan medis
-Menjaga kesehatan kulit jauh lebih penting dibanding mengejar warna kulit tertentu.
Next News

Melarikan Diri Sejenak ke Alam: Cara Sederhana Menjaga Kewarasan di Tengah Hustle Culture
in 5 hours

Lingkungan Bersih, Pikiran Tenang: Mengapa Kebiasaan Bersih-Bersih Bisa Jadi Bentuk Self-Love
in 5 hours

Mengapa Belajar Hal Baru Penting untuk Hidup, Bukan Sekadar Menambah Isi CV
in 5 hours

Istirahat Bukan Tanda Malas: Mengapa Tubuh dan Pikiran Membutuhkannya
in 5 hours

Bukan Sekadar Mengisi Waktu, Ini Alasan Mengapa Hobi Penting untuk Kesehatan Mental
in 5 hours

Sarapan Penting atau Sekadar Kebiasaan? Ini Alasan Kenapa Tubuh Membutuhkannya
in 5 hours

Kenapa Ada Orang yang Selalu Menyetel HP ke Mode Silent? Ini 3 Penjelasan dari Sisi Psikologi
in 5 hours

Dilema di Depan Rak Telur: Pilih Si Kampung yang Klasik atau Omega yang Mewah?
10 hours ago

Siang Bolong, Es Cincau, dan Dilema Klasik: Apa Sih Bedanya Cincau Hijau dan Hitam?
10 hours ago

Bedanya Arabika dan Robusta: Pilih Mana yang Pas Buat Teman Ngopi Kamu?
10 hours ago





