Mitos atau Fakta Menyapu di Malam Hari? Antara Kepercayaan Tradisional dan Logika Modern
Liaa - Monday, 09 February 2026 | 08:53 AM


Pendahuluan
Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, berbagai mitos masih hidup dan diwariskan secara turun-temurun. Salah satunya adalah larangan menyapu di malam hari. Banyak orang tua dahulu meyakini bahwa menyapu malam hari bisa menghilangkan rezeki, mendatangkan sial, atau mengusir keberuntungan dari rumah.
Namun, seiring berkembangnya zaman dan pola pikir modern, muncul pertanyaan: apakah menyapu di malam hari benar-benar membawa dampak buruk, atau hanya mitos yang lahir dari kebiasaan dan kondisi masa lalu?
Asal-Usul Mitos Menyapu Malam Hari
Mitos ini berasal dari kehidupan masyarakat tradisional yang belum memiliki penerangan memadai. Pada masa lalu, malam hari identik dengan gelap, lampu terbatas, dan jarak pandang minim.
Menyapu di malam hari berisiko membuat barang berharga ikut tersapu, seperti perhiasan kecil, uang, atau benda penting lainnya. Kehilangan tersebut kemudian dikaitkan dengan hilangnya rezeki atau datangnya kesialan.
Selain itu, malam hari dianggap sebagai waktu istirahat, sehingga aktivitas bersih-bersih dipandang tidak wajar dan berpotensi mengganggu ketenangan rumah.
Makna Simbolik dalam Budaya
Dalam budaya tradisional, rezeki sering dimaknai bukan hanya secara materi, tetapi juga sebagai keberkahan, kesehatan, dan keharmonisan keluarga.
Menyapu malam hari kemudian disimbolkan sebagai tindakan "membuang" keberkahan, karena aktivitas membersihkan di waktu yang dianggap tidak tepat dimaknai sebagai mengusir energi baik dari rumah.
Fakta Logis Menyapu di Malam Hari
Jika ditinjau secara rasional, tidak ada bukti ilmiah bahwa menyapu di malam hari dapat menyebabkan kesialan atau menghilangkan rezeki.
Secara logika modern:
- Menyapu adalah aktivitas kebersihan yang justru baik untuk kesehatan lingkungan
- Rumah yang bersih mengurangi risiko penyakit
- Kebersihan meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup
Dengan pencahayaan yang cukup, menyapu malam hari tidak berbeda secara fungsi dengan menyapu di siang hari.
Perspektif Kehidupan Modern
Dalam kehidupan modern, banyak orang bekerja dari pagi hingga sore. Waktu luang untuk membersihkan rumah justru sering tersedia pada malam hari.
Menyapu malam hari kini menjadi aktivitas normal, apalagi dengan adanya:
- Lampu penerangan yang memadai
- Peralatan kebersihan modern
- Pola hidup yang fleksibel
Artinya, larangan menyapu malam hari sudah tidak lagi relevan secara fungsional di era sekarang.
Kesimpulan: Mitos atau Fakta?
Larangan menyapu di malam hari lebih tepat disebut sebagai mitos budaya, bukan fakta ilmiah.
Mitos tersebut lahir dari kondisi sosial masa lalu yang minim penerangan, faktor keamanan, dan kebiasaan hidup tradisional. Dalam konteks modern, menyapu di malam hari tidak membawa dampak buruk selama dilakukan dengan aman dan wajar.
Yang lebih penting dari waktu menyapu adalah menjaga kebersihan, kesehatan lingkungan, dan kenyamanan rumah.
Nilai Positif dari Mitos Tradisional
Meski bersifat mitos, kepercayaan ini memiliki nilai positif, yaitu:
- Mengajarkan keteraturan hidup
- Menanamkan disiplin waktu
- Menghargai waktu istirahat
- Menjaga ketenangan rumah
Dengan memahami maknanya, masyarakat dapat mengambil nilai budaya tanpa harus terikat secara dogmatis.
Next News

Kalsium dari Susu atau Suplemen Vitamin: Mana yang Lebih Baik untuk Tulang?
in 7 hours

Trik Mudah Agar Wadah Plastik Tidak Bau Setelah Digunakan
in 5 hours

Jangan Bingung! Ini Makna Tes Gambar Pohon Saat Cari Kerja
in 5 hours

Asam Urat vs Rematik: Serupa tapi Tak Sama, Ini Penjelasannya
in 5 hours

Rahasia di Balik Judul Provokatif Buku Pengembangan Diri
in 5 hours

Susu Kurma: Life Hack Anti-Lemes dari Sahur Sampai Buka Puasa
in 5 hours

Fakta Unik Kulit Melinjo yang Jarang Diketahui Banyak Orang
in 5 hours

Pesona Risol di Balik Kotak Jajanan Pasar yang Menggoda
in 5 hours

Jambang: Cuma Gaya atau Tanda Hormon?
17 hours ago

Kenapa Berat Badan Sulit Turun Setelah Usia 35?
17 hours ago




