Kalsium dari Susu atau Suplemen Vitamin: Mana yang Lebih Baik untuk Tulang?
Tata - Friday, 13 February 2026 | 09:49 AM


Kalsium adalah mineral utama pembentuk tulang dan gigi. Sekitar 99% kalsium dalam tubuh tersimpan di tulang, sementara sisanya berperan dalam fungsi otot, saraf, dan pembekuan darah. Kekurangan kalsium dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang.
Pertanyaannya, mana yang lebih baik: kalsium dari susu atau dari suplemen?
Mari kita bahas satu persatu.
Kalsium dari Susu:
Sumber Alami yang Lebih Optimal
Susu dan produk turunannya seperti yogurt dan keju merupakan sumber kalsium alami yang sangat baik. Selain kalsium, susu juga mengandung protein, fosfor, magnesium, dan sering kali difortifikasi vitamin D yang membantu penyerapan kalsium di usus.
Menurut National Institutes of Health (NIH), tubuh cenderung menyerap kalsium lebih efektif dari makanan dibandingkan suplemen. Kalsium dari makanan juga jarang menyebabkan efek samping bila dikonsumsi dalam batas wajar.
Selain itu, studi yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa pola makan tinggi kalsium alami berkaitan dengan kepadatan tulang yang lebih baik pada berbagai kelompok usia.
Namun, tidak semua orang cocok mengonsumsi susu. Individu dengan intoleransi laktosa atau alergi protein susu mungkin mengalami gangguan pencernaan.
Kalsium dari Suplemen:
Praktis tapi Perlu Hati-hati
Suplemen kalsium biasanya tersedia dalam bentuk kalsium karbonat atau kalsium sitrat. Jenis sitrat lebih mudah diserap, terutama pada lansia yang produksi asam lambungnya menurun.
Suplemen sering direkomendasikan untuk:
-Wanita menopause
-Lansia dengan risiko osteoporosis
-Orang dengan asupan kalsium harian rendah
Namun, beberapa penelitian yang dipublikasikan dalam The BMJ menemukan bahwa konsumsi suplemen kalsium dosis tinggi dalam jangka panjang dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal dan kemungkinan gangguan kardiovaskular, meski hal ini masih menjadi perdebatan ilmiah.
Karena itu, para ahli dari World Health Organization (WHO) menekankan bahwa suplemen sebaiknya menjadi pelengkap, bukan pengganti makanan.
Berapa Kebutuhan Kalsium Harian?
Berdasarkan rekomendasi dari National Osteoporosis Foundation:
Dewasa usia 19–50 tahun: ±1000 mg per hari
Wanita di atas 50 tahun & pria di atas 70 tahun: ±1200 mg per hari
Kebutuhan bisa berbeda tergantung kondisi kesehatan, kehamilan, atau penyakit tertentu.
Kesimpulan
Secara umum, kalsium dari susu atau makanan alami lebih dianjurkan karena lebih aman dan disertai nutrisi pendukung lainnya.
Suplemen dapat digunakan jika kebutuhan harian sulit tercapai, tetapi sebaiknya atas saran tenaga medis untuk menghindari kelebihan dosis.
Pendekatan terbaik adalah kombinasi pola makan seimbang, paparan sinar matahari untuk vitamin D, serta aktivitas fisik rutin guna menjaga kepadatan tulang.
Next News

Telapak Tangan Berkeringat saat Gugup, Begini Respons Tubuh terhadap Stres
4 hours ago

Menjelang Haid Sering Bad Mood? Perubahan Hormon Bisa Berperan
5 hours ago

Anti-Hancur, Ini Tips Membuat Nugget Rumahan dengan Tekstur Padat
5 hours ago

Renyah di Luar, Lembut di Dalam: Rahasia Tekstur Nugget Favorit Banyak Orang
5 hours ago

Sosis Bakar Lebih Harum daripada Sosis Rebus, Ini Alasannya
5 hours ago

Daun Kelor Kerap Disebut Superfood, Ini Kandungan Gizinya
5 hours ago

Serai Bukan Hanya Bumbu Dapur, Rempah Ini Juga Sering Dijadikan Minuman
5 hours ago

Daun Sirih Punya Aroma Khas, Ini Senyawa yang Berperan di Dalamnya
5 hours ago

Beras Kencur Punya Rasa Khas, Ini yang Membuatnya Berbeda dari Jamu Lain
5 hours ago

Wedang Jahe Jadi Favorit saat Hujan, Ini Alasan di Baliknya
5 hours ago




