Jumat, 13 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Jangan Bingung! Ini Makna Tes Gambar Pohon Saat Cari Kerja

Tata - Friday, 13 February 2026 | 08:20 AM

Background
Jangan Bingung! Ini Makna Tes Gambar Pohon Saat Cari Kerja

Kenapa Sih Harus Gambar Pohon? Mengupas Rahasia Psikotes yang Bikin Overthinking

Pernah nggak sih, pas lagi semangat-semangatnya cari kerja atau ikut seleksi beasiswa, tiba-tiba kamu disodorin selembar kertas kosong dan disuruh gambar pohon? Padahal, posisi yang kamu lamar adalah admin keuangan atau programmer yang kerjanya ngurusin angka dan logika, bukan jadi asisten Bob Ross di acara melukis. Rasanya tuh kayak pengen protes, "Pak, saya mau kerja, bukan mau daftar lomba mewarnai tingkat kecamatan!"

Tapi ya, namanya juga prosedur. Suka nggak suka, pensil HB atau 2B di tangan harus segera menari di atas kertas. Masalahnya, banyak dari kita yang mendadak amnesia visual. Mau gambar pohon beringin takut kepanjangan jenggotnya, mau gambar pohon mangga takut nggak mirip, akhirnya malah stuck dan cuma bisa coret-coret nggak jelas. Nah, tes ini sebenarnya punya nama mentereng, yaitu Baum Test. Tes ini bukan sekadar buat pamer skill gambar, karena psikolog nggak bakal peduli gambar kamu estetik atau nggak. Mereka justru lagi ngintip kepribadian kamu lewat ranting dan akar yang kamu buat.

Baum Test: Bukan Sekadar Akar dan Batang

Tes ini pertama kali dikembangkan sama Emil Jucker, tapi kemudian dipopulerkan sama Charles Koch tahun 1950-an. Dalam bahasa Jerman, "Baum" itu artinya pohon. Logikanya simpel tapi dalem banget: pohon dianggap sebagai representasi dari diri manusia. Cara pohon itu berdiri, seberapa kuat akarnya, dan ke mana arah cabangnya, dianggap mencerminkan struktur ego dan perkembangan emosional seseorang.

Banyak orang mengira kalau gambar yang bagus dan detail bakal otomatis dapet skor tinggi. Salah besar. Di dunia psikotes, yang dicari itu keseimbangan dan kejujuran bawah sadar. Kalau kamu gambar pohon yang terlalu kecil di pojok kertas, psikolog mungkin bakal mikir kamu orangnya rendah diri atau lagi ngerasa tertekan. Sebaliknya, kalau gambarnya gede banget sampai makan seluruh kertas, bisa jadi kamu punya ego yang meletup-letup alias agak haus perhatian. Jadi, kuncinya ada pada proporsi.

Bedah Anatomi Pohon: Apa yang Mereka Lihat?

Coba ingat-ingat lagi gambar pohon terakhir yang kamu buat. Mari kita bedah satu-satu apa maknanya biar besok-besok nggak salah langkah lagi.

  • Akar: Ini adalah fondasi. Akar melambangkan masa lalu, stabilitas, dan hubungan kamu dengan keluarga atau asal-usul. Kalau akarnya kuat dan terlihat menancap, artinya kamu punya prinsip yang oke. Tapi kalau akarnya digambar berlebihan atau malah nggak ada sama sekali, bisa jadi ada sesuatu yang "mengambang" dalam hidupmu.
  • Batang: Batang adalah simbol kekuatan ego. Batang yang lurus dan kokoh menandakan kamu orang yang punya pendirian. Kalau batangnya digambar banyak guratan atau luka (lubang), itu sering dikaitkan dengan trauma masa lalu atau pengalaman hidup yang berat.
  • Dahan dan Ranting: Ini bicara soal cara kamu berinteraksi dengan dunia luar. Ranting yang terbuka lebar menunjukkan kepribadian yang ekstrover dan komunikatif. Sebaliknya, kalau rantingnya sedikit atau malah nggak ada daunnya, mungkin kamu lagi ngerasa menutup diri dari lingkungan sosial.
  • Daun dan Buah: Daun sering dikaitkan dengan vitalitas dan semangat hidup. Kalau kamu nambahin buah, itu biasanya diartikan sebagai keinginan untuk menunjukkan hasil kerja atau prestasi. Tapi jangan lebay ya, jangan gambar satu pohon mangga yang buahnya ada seratus, itu mah mau jualan di pasar namanya.

Pantangan Utama: Jangan Gambar Pohon "Haram"

Di dunia psikotes, ada beberapa jenis pohon yang dianggap "haram" untuk digambar. Biasanya, instruktur bakal bilang, "Silakan gambar pohon berkambium, kecuali pohon kelapa, pohon pisang, bambu, atau rumput." Kenapa sih mereka pilih-pilih? Karena pohon-pohon kayak kelapa atau pisang itu nggak punya struktur dahan dan ranting yang kompleks kayak pohon jati atau mahoni. Pohon-pohon tersebut nggak bisa memberikan informasi yang cukup buat psikolog buat menganalisis kepribadianmu. Jadi, jangan nekat ya. Kalau disuruh gambar pohon, jangan malah gambar kaktus gara-gara kamu lagi ngerasa edgy.

Tips Biar Gambar Kamu "Aman" di Mata HRD

Oke, kita masuk ke bagian yang paling ditunggu: gimana cara ngerjainnya biar kelihatan kayak calon karyawan teladan? Pertama, taruh gambar kamu di tengah-tengah kertas. Ini menunjukkan kamu orang yang seimbang dan tahu posisi. Jangan terlalu ke atas, jangan terlalu ke bawah, apalagi di balik kertas.

Kedua, berikan detail yang secukupnya. Kamu nggak perlu gambar urat daun satu-satu sampai tangan gemetar, tapi jangan juga cuma gambar "awan" di atas batang buat wakilin daun. Berikan tekstur pada batang dan pastikan pohon kamu punya dahan yang proporsional. Ingat, proporsi adalah segalanya. Kalau dahan sebelah kanan jauh lebih gede dari kiri, psikolog mungkin bakal curiga ada ketidakseimbangan emosional dalam dirimu.

Ketiga, jangan terlalu sering menghapus. Di psikotes, bekas hapusan itu punya cerita sendiri. Terlalu banyak hapusan menandakan kamu orang yang ragu-ragu, cemas, atau perfeksionis yang berlebihan. Jadi, sebelum narik garis, mending bayangin dulu bentuknya di kepala. Satu garis tegas lebih baik daripada sepuluh garis yang penuh keraguan.

Opini Jujur: Gambar Pohon Itu Emang Valid?

Kalau boleh jujur-jujuran nih, banyak perdebatan di kalangan ilmuwan soal keakuratan tes proyektif kayak Baum Test ini. Ada yang bilang ini pseudosains, ada juga yang bilang ini alat bantu yang efektif. Tapi bagi banyak perusahaan di Indonesia, tes ini masih jadi "filter" awal yang dianggap ampuh buat ngelihat karakter dasar seseorang yang nggak bisa dibaca cuma lewat CV atau wawancara singkat.

Lagipula, psikotes itu bukan tes matematika yang ada jawaban benar-salahnya secara mutlak. Psikotes itu lebih ke arah pemetaan kecocokan karakter. Jadi, kalaupun hasil gambar kamu "kurang sreg" buat satu perusahaan, bukan berarti kamu orang yang gagal. Mungkin emang karakter kamu nggak cocok sama budaya kerja di sana yang butuh orang super dominan, sementara kamu orangnya lebih tenang dan reflektif.

Jadi, buat kalian yang sebentar lagi mau ujian atau tes kerja, santai aja. Anggap aja lagi nostalgia zaman SD pas disuruh gambar pemandangan, bedanya sekarang nggak perlu ada dua gunung dengan matahari di tengahnya. Fokus saja pada gambar pohon yang tumbuh sehat, kuat, dan punya ruang buat berkembang. Karena pada akhirnya, bukan cuma gambar pohonmu yang dinilai, tapi bagaimana kamu membawa dirimu sendiri di dunia nyata. Semangat nggambar, ya!