Asam Urat vs Rematik: Serupa tapi Tak Sama, Ini Penjelasannya
Tata - Friday, 13 February 2026 | 08:15 AM


Cara Membedakan Asam Urat dengan Rematik, Masih Banyak yang Keliru
Pernah nggak sih kamu lagi asyik nongkrong, tiba-tiba salah satu om atau tante kamu meringis sambil megangin lutut? Biasanya, kalimat yang keluar nggak jauh-jauh dari, "Aduh, asam urat saya kumat nih!" atau "Haduh, rematiknya mulai kerasa, gara-gara tadi malam kena angin malam." Masalahnya, di masyarakat kita, dua istilah ini sering banget tertukar. Pokoknya, kalau ada sendi yang sakit atau badan pegal-pegal, labelnya cuma dua itu: kalau nggak asam urat, ya rematik.
Padahal, kalau kita mau telisik lebih dalam, asam urat dan rematik itu adalah dua spesies yang berbeda meskipun masih satu "keluarga" besar dalam urusan nyeri sendi. Salah diagnosis mandiri alias asal tebak bisa bikin pengobatannya salah kaprah. Bukannya sembuh, yang ada malah ginjal kena hajar obat-obatan yang nggak perlu. Nah, biar kamu nggak ikut-ikutan keliru dan biar bisa jadi "pahlawan" di grup WhatsApp keluarga, mari kita bedah satu per satu perbedaannya dengan gaya yang lebih santai.
Apa Itu Asam Urat? Si Pencinta Jeroan dan Emping
Asam urat, atau dalam bahasa medis disebut Gout, sebenarnya adalah masalah metabolisme. Bayangkan tubuh kita punya pabrik pengolah makanan. Salah satu limbahnya adalah asam urat. Normalnya, limbah ini dibuang lewat urine. Tapi, karena kita terlalu rajin "nyampah" dengan makan jeroan, seafood, atau emping secara berlebihan, limbah ini numpuk. Akhirnya, asam urat ini membentuk kristal tajam kayak jarum di sendi-sendi kita. Sakitnya? Jangan ditanya, rasanya kayak sendi kamu lagi ditusuk-tusuk pakai jarum halus setiap kali bergerak.
Ciri khas asam urat itu biasanya "egoistis". Dia nggak menyerang banyak tempat sekaligus di awal. Lokasi favoritnya adalah jempol kaki. Kalau kamu bangun pagi terus tiba-tiba jempol kaki bengkak, merah merona kayak habis dipoles gincu, dan disentuh dikit aja rasanya mau teriak, besar kemungkinan itu asam urat. Biasanya serangannya datang mendadak, seringnya di malam hari atau subuh saat udara dingin.
Nah, Kalau Rematik Itu Apa?
Di sinilah letak salah kaprahnya. "Rematik" sebenarnya adalah istilah payung untuk ratusan jenis penyakit sendi. Tapi yang paling sering dimaksud orang-orang adalah Rheumatoid Arthritis (RA). Berbeda dengan asam urat yang masalahnya di "limbah makanan", RA ini adalah urusan internal alias penyakit autoimun. Tubuh kamu lagi bingung, sistem imun yang harusnya jaga kesehatan malah nyerang jaringan sendi sendiri karena dianggap benda asing. Kacau, kan?
Gejala rematik RA ini biasanya lebih "adil" alias simetris. Kalau pergelangan tangan kiri sakit, biasanya yang kanan juga ikutan protes. Rematik nggak cuma menyerang jempol kaki, tapi lebih sering ke sendi-sendi kecil seperti jari tangan, kaki, atau pergelangan. Selain itu, rematik bikin badan terasa kaku luar biasa di pagi hari. Kakunya bukan cuma semenit-dua menit, tapi bisa lebih dari satu jam. Rasanya kayak mesin karatan yang butuh pelumas banyak buat bisa jalan lagi.
Garis Besar Perbedaannya (Biar Gampang Ingat)
Kalau kamu masih bingung, mari kita bandingkan lewat poin-poin sederhana yang nggak bikin pusing kepala:
- Penyebab: Asam urat karena penumpukan kristal (makanan/genetik), rematik karena sistem imun yang lagi "error".
- Lokasi: Asam urat biasanya di jempol kaki atau sendi tunggal. Rematik menyerang banyak sendi dan biasanya simetris kiri-kanan.
- Waktu Serangan: Asam urat datangnya mendadak dan sangat akut (langsung bengkak parah). Rematik berkembang perlahan, rasa sakitnya hilang timbul dalam jangka waktu lama.
- Gejala Tambahan: Rematik sering dibarengi rasa lemas, lesu, bahkan demam ringan. Asam urat biasanya cuma bikin bengkak dan panas di area yang terkena saja.
Kenapa Kita Sering Keliru?
Mungkin karena gejalanya sama-sama bikin susah jalan dan butuh balsem. Selain itu, kebiasaan kita yang "kaum mendang-mending" sering bikin kita malas ke dokter dan lebih percaya sama kata tetangga atau artikel di grup keluarga. Padahal, penanganannya beda banget. Orang asam urat disuruh diet rendah purin (kurangi daging merah, kacang-kacangan), sedangkan orang rematik butuh obat penekan imun dan terapi fisik supaya sendinya nggak berubah bentuk (deformitas).
Ada juga mitos kalau mandi malam bikin rematik. Sebenarnya mandi malam nggak bikin rematik secara langsung, tapi air dingin memang bisa memicu rasa nyeri pada orang yang sudah punya masalah sendi. Jadi, kalau kamu sehat walafiat mandi jam 12 malam pun nggak bakal tiba-tiba bangun jadi penderita rematik, ya. Paling cuma masuk angin aja.
Jangan Jadi Dokter Gadungan buat Diri Sendiri
Langkah paling bijak kalau kamu atau orang terdekat mengalami nyeri sendi adalah cek darah. Cek kadar asam urat ke klinik terdekat itu murah dan cepat. Kalau hasilnya normal tapi sendi tetap sakit dan kaku, baru deh curiga ke arah rematik dan segera konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam atau reumatologi.
Satu hal yang perlu diingat, jangan hobi "jajan" obat antinyeri atau obat dewa yang dijual bebas tanpa resep. Memang sih, minum sekali langsung sembuh dan bisa lari lagi. Tapi kalau itu ternyata obat steroid yang dikonsumsi sembarangan, efek jangka panjangnya bisa bikin tulang keropos dan wajah jadi bengkak (moon face). Nggak mau kan, niatnya sembuh malah nambah masalah baru?
Kesimpulan
Memahami perbedaan asam urat dan rematik itu penting supaya kita nggak salah ambil tindakan. Asam urat itu soal kontrol nafsu makan dan metabolisme, sementara rematik itu soal kondisi imun yang butuh perhatian medis khusus. Jadi, kalau nanti ada saudara yang ngeluh sakit sendi, jangan langsung bilang "Kurangi makan kangkung tuh!". Tanya dulu, sakitnya di mana? Kakunya berapa lama? Simetris nggak? Dengan begitu, kamu nggak cuma kasih saran yang asal-asalan, tapi saran yang emang ada dasarnya.
Sehat itu mahal, tapi lebih mahal lagi kalau kita telat tahu apa yang sebenarnya terjadi sama badan kita. Yuk, mulai lebih peduli dan nggak asal melabeli rasa sakit. Jangan sampai jempol bengkak disalahin ke angin malam, padahal semalam habis pesta sate kambing dan emping melinjo satu toples!
Next News

Kalsium dari Susu atau Suplemen Vitamin: Mana yang Lebih Baik untuk Tulang?
in 7 hours

Trik Mudah Agar Wadah Plastik Tidak Bau Setelah Digunakan
in 5 hours

Jangan Bingung! Ini Makna Tes Gambar Pohon Saat Cari Kerja
in 5 hours

Rahasia di Balik Judul Provokatif Buku Pengembangan Diri
in 5 hours

Susu Kurma: Life Hack Anti-Lemes dari Sahur Sampai Buka Puasa
in 5 hours

Fakta Unik Kulit Melinjo yang Jarang Diketahui Banyak Orang
in 5 hours

Pesona Risol di Balik Kotak Jajanan Pasar yang Menggoda
in 5 hours

Jambang: Cuma Gaya atau Tanda Hormon?
17 hours ago

Kenapa Berat Badan Sulit Turun Setelah Usia 35?
17 hours ago

Parade 6 Planet Februari 2026: Fenomena Langit yang Langka dan Spektakuler
17 hours ago





