Jambang: Cuma Gaya atau Tanda Hormon?
Tata - Thursday, 12 February 2026 | 09:57 AM


Tidak semua pria bisa memiliki jambang tebal — dan itu sepenuhnya normal.
Banyak orang mengira jambang lebat berarti testosteronnya tinggi. Faktanya, tidak sesederhana itu.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), rambut wajah mulai tumbuh saat pubertas karena pengaruh hormon androgen, terutama testosteron. Namun, yang paling berperan justru bentuk aktifnya yang disebut DHT (dihidrotestosteron).
Masalahnya bukan cuma kadar hormon, tapi seberapa sensitif folikel rambut terhadap hormon tersebut.
Itulah kenapa:
Ada pria hormon normal tapi jambangnya tipis.
Ada yang terlihat "biasa saja", tapi jambangnya cepat sekali tumbuh.
Jambang dipengaruhi oleh faktor Genetik.
Kalau ayah atau kakek punya jambang tebal, kemungkinan besar kamu juga punya pola yang mirip.
Penelitian dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menjelaskan bahwa variasi gen reseptor androgen memengaruhi respons rambut terhadap hormon. Jadi, genetik punya peran besar.
Singkatnya:
Kalau "warisan gen" tidak mendukung, serum mahal pun belum tentu bisa bikin jambang lebat.
Kapan Jambang Mulai Tumbuh?
Biasanya:
Mulai terlihat di usia 13–16 tahun
Makin matang di usia 20-an
Bisa terus berkembang sampai akhir 20-an
Jadi kalau di usia 18 belum tumbuh maksimal, itu masih sangat normal.
Apakah Jambang Tanda Maskulinitas?
Secara biologis, rambut wajah memang termasuk ciri seks sekunder pria.
Tapi penelitian di jurnal Evolution and Human Behavior menunjukkan bahwa persepsi "maskulin" lebih dipengaruhi budaya dibanding fakta hormon semata.
Artinya, punya jambang atau tidak, bukan ukuran kadar kejantanan seseorang.
Untuk kamu yang berjambang, waspada masalah kulit yang sering terjadi di area jambang.
Karena rambutnya tebal, area ini lebih mudah mengalami:
🔹 Folikulitis (peradangan folikel rambut)
🔹 Rambut tumbuh ke dalam (ingrown hair)
🔹 Kulit kering dan bersisik (dermatitis seboroik)
Disarankan untuk menjaga kebersihan area wajah dan menggunakan pelembap ringan agar kulit tetap sehat.
Bisa Nggak Jambang Dirangsang Supaya Lebat?
Beberapa orang memakai minoxidil (biasanya untuk rambut kepala) sebagai pemicu pertumbuhan jambang. Secara ilmiah ada beberapa bukti efeknya, tapi tentu hasilnya berbeda-beda pada tiap orang.
Tidak ada suplemen ajaib yang bisa mengubah faktor genetik.
Kesimpulan
Jambang dipengaruhi oleh:
Hormon testosteron & DHT
Sensitivitas folikel rambut
Genetik
Usia
Tidak punya jambang lebat bukan berarti ada masalah kesehatan. Itu hanya variasi biologis yang normal.
Next News

Kenapa Berat Badan Sulit Turun Setelah Usia 35?
13 hours ago

Parade 6 Planet Februari 2026: Fenomena Langit yang Langka dan Spektakuler
13 hours ago

Mandi Pagi vs Mandi Malam: Mana Lebih Baik bagi Kesehatan?
13 hours ago

Di Balik Rasa Asamnya, Inilah Keunggulan Buah Kedondong yang Sering Diremehkan
2 hours ago

Pesona Danau Toba Menemukan Kedamaian di Jantung Tanah Batak
14 hours ago

Strategi Jitu Liburan 2026 Senang-Senang Jalan, Dompet Nggak Perlu Pingsan
14 hours ago

Mie Ayam Simfoni Gerobak Biru dan Mesin Waktu dalam Semangkuk Nostalgia
15 hours ago

Petai Antara Kenikmatan Surgawi dan Teror Kamar Mandi
15 hours ago

Bukan Sekadar Tradisi, Pinang Bersiap "Glow Up" di Industri Herbal Modern
15 hours ago

Daun Sirih Dari Tradisi Nenek Moyang hingga Jadi Skincare Andalan Generasi Muda
3 hours ago





