Mandi Pagi vs Mandi Malam: Mana Lebih Baik bagi Kesehatan?
Tata - Thursday, 12 February 2026 | 09:48 AM


Mandi sering dianggap sekadar rutinitas kebersihan. Namun secara fisiologis, paparan air—terutama suhu air—mempunyai efek langsung terhadap sistem saraf, suhu inti tubuh (core body temperature), hormon, dan ritme sirkadian.
Ritme sirkadian adalah jam biologis 24 jam yang mengatur siklus tidur-bangun, suhu tubuh, tekanan darah, dan sekresi hormon seperti melatonin dan kortisol. Perubahan kecil dalam suhu tubuh dapat menjadi sinyal penting bagi otak.
1. Mandi Malam , Apa Manfaatnya?
Secara alami, suhu inti tubuh menurun pada malam hari sebagai persiapan tidur. Penurunan ini memicu pelepasan melatonin dari kelenjar pineal.
Sebuah penelitian menemukan bahwa mandi air hangat (40–42°C) sekitar 1–2 jam sebelum tidur dapat:
-Mempercepat waktu tertidur
-Meningkatkan kualitas tidur subjektif
-Meningkatkan efisiensi tidur
Saat mandi air hangat, pembuluh darah perifer (di tangan dan kaki) melebar. Setelah keluar dari kamar mandi, tubuh melepaskan panas lebih cepat, sehingga suhu inti turun. Penurunan inilah yang memberi sinyal biologis bahwa waktu tidur telah tiba.
Dr. Christopher Winter, neurolog dan spesialis tidur, menjelaskan bahwa penurunan suhu inti tubuh merupakan bagian penting untuk tidur normal.
Mandi Malam juga mengurangi ketegangan otot,menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis, dan membantu relaksasi psikologis.
Namun, jangan mandi terlalu dekat dengan waktu tidur atau menggunakan air terlalu panas ,karena justru membuat jadi sulit tidur.
2. Mandi Pagi dan Aktivasi Sistem Saraf
Berbeda dengan malam, pagi hari tubuh mengalami lonjakan alami hormon kortisol, dikenal sebagai cortisol awakening response.
Hormon ini membantu meningkatkan kewaspadaan.
Mandi pagi—terutama dengan air sejuk—merangsang sistem saraf simpatis dan meningkatkan kadar norepinefrin. Penelitian menunjukkan bahwa paparan air dingin ringan dapat meningkatkan aktivitas saraf dan sirkulasi darah.
Efek fisiologis mandi air sejuk meliputi:
-Peningkatan denyut jantung ringan,
-Vasokonstriksi sementara untuk menjaga tekanan darah, mengurangi kehilangan darah, dan mengurangi pembengkakan.
-Peningkatan kewaspadaan, dan
-Mengaktifkan metabolisme tubuh.
Karena itu, mandi pagi sering dikaitkan dengan rasa segar dan peningkatan fokus.
3. Dampak terhadap Kulit dan Sistem Imun
Dari sisi dermatologi, mandi terlalu sering dengan air panas dapat merusak lapisan lipid pelindung kulit (skin barrier), meningkatkan risiko:
Kulit kering, Eksim, dan Iritasi.
American Academy of Dermatology merekomendasikan mandi dengan air hangat (bukan panas) dan membatasi durasi 5–10 menit.
Sementara itu, mandi dengan air dingin bisa meningkatkan sirkulasi dan respons imun ringan, meski efeknya tidak sama pada semua orang.
4. Mana yang Lebih Sehat? Mandi Malam atau Pagi?
Jawabannya tergantung tujuan dan kondisi tubuh seseorang.
Mandi pagi dengan air dingin/sejuk untuk meningkatkan energi, membantu menaikkan semangat untuk beraktivitas,dan membantu kesiapan mental. Cocok untuk pekerja pagi dengan jadwal yang padat.
Mandi malam dengan air hangat untuk mengurangi stres, membuat lebih rileks. Bermanfaat untuk orang dengan insomnia ringan.
Next News

Jambang: Cuma Gaya atau Tanda Hormon?
13 hours ago

Kenapa Berat Badan Sulit Turun Setelah Usia 35?
13 hours ago

Parade 6 Planet Februari 2026: Fenomena Langit yang Langka dan Spektakuler
13 hours ago

Di Balik Rasa Asamnya, Inilah Keunggulan Buah Kedondong yang Sering Diremehkan
2 hours ago

Pesona Danau Toba Menemukan Kedamaian di Jantung Tanah Batak
14 hours ago

Strategi Jitu Liburan 2026 Senang-Senang Jalan, Dompet Nggak Perlu Pingsan
14 hours ago

Mie Ayam Simfoni Gerobak Biru dan Mesin Waktu dalam Semangkuk Nostalgia
15 hours ago

Petai Antara Kenikmatan Surgawi dan Teror Kamar Mandi
15 hours ago

Bukan Sekadar Tradisi, Pinang Bersiap "Glow Up" di Industri Herbal Modern
15 hours ago

Daun Sirih Dari Tradisi Nenek Moyang hingga Jadi Skincare Andalan Generasi Muda
3 hours ago





