Jumat, 13 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Strategi Jitu Liburan 2026 Senang-Senang Jalan, Dompet Nggak Perlu Pingsan

RAU - Thursday, 12 February 2026 | 08:50 AM

Background
Strategi Jitu Liburan 2026 Senang-Senang Jalan, Dompet Nggak Perlu Pingsan

Strategi Jitu Liburan 2026 Senang-Senang Jalan, Dompet Nggak Perlu Pingsan

Pernah nggak sih kamu lagi asyik-asyiknya scrolling kalender tahun depan, terus tiba-tiba mata berbinar pas lihat deretan tanggal merah yang posisinya "strategis" banget? Ya, kita bicara soal tahun 2026. Tahun yang diprediksi bakal punya banyak long weekend yang bikin jiwa-jiwa budak korporat kita bergetar hebat. Rasanya pengen langsung buka aplikasi pesan tiket, booking hotel yang punya infinity pool, terus update story Instagram pakai lagu-lagu indie yang vibe-nya senja banget.

Tapi, masalahnya klasik: keinginan setinggi langit, saldo masih di kerak bumi. Seringkali niatnya mau refreshing biar nggak burnout, eh pas pulang malah makin stres karena lihat tagihan kartu kredit atau saldo ATM yang sisa dua digit doang. Istilah kerennya sekarang sih "boncos". Kalau kata anak zaman sekarang, "Self-reward sih boleh, tapi kalau ujung-ujungnya bikin makan promag sebulan ya itu namanya self-torture."

Nah, biar kejadian horor itu nggak terulang lagi di tahun 2026, kita perlu strategi yang agak taktis. Liburan itu hak segala bangsa, tapi dompet yang sehat adalah kewajiban. Berikut adalah cara-cara asyik buat manfaatin hari libur 2026 tanpa harus bikin tabungan kamu sekarat.

1. Ritual Cek Kalender Jauh-Jauh Hari

Jangan jadi kaum impulsif yang baru pesan tiket H-3 keberangkatan. Di tahun 2026 nanti, kamu harus sudah punya "peta pertempuran" sejak awal tahun. Tandai mana saja hari libur nasional dan cuti bersama yang bisa disambungin. Strategi ini penting supaya kamu bisa curi start. Ingat, hukum ekonomi itu kejam: makin banyak orang yang mau libur di tanggal yang sama, harga tiket dan hotel bakal melonjak kayak emosi pas kena ghosting.

Dengan memetakan liburan dari jauh-jauh hari, kamu punya waktu buat menabung secara spesifik. Misalnya, kamu incar libur lebaran atau natal di 2026, mulailah sisihkan uang receh atau potong anggaran ngopi kekinian kamu mulai sekarang. Nabung dikit-dikit lama-lama jadi tiket pesawat, kan?

2. Berhenti Jadi Korban FOMO Viral

Salah satu alasan kenapa pengeluaran liburan sering membengkak adalah karena kita terlalu terobsesi sama tempat-tempat yang lagi viral di TikTok atau Instagram. Padahal, tempat yang lagi hype biasanya harganya sudah nggak masuk akal dan ramainya minta ampun. Mau foto estetik aja harus antre kayak mau daftar bansos.

Cobalah untuk mencari "hidden gems" yang beneran hidden. Nggak perlu jauh-jauh ke luar negeri kalau di kota sebelah ada air terjun yang masih sepi atau pantai yang pasirnya masih bersih. Liburan itu intinya ganti suasana, bukan ganti gengsi. Kalau kamu bisa nemu tempat yang asyik tapi nggak bikin dompet menjerit, itulah kemenangan yang sesungguhnya.

3. Strategi 'Slow Travel' dan Staycation Pintar

Tahun 2026 mungkin bakal penuh dengan godaan paket wisata kilat yang isinya pindah-pindah tempat tiap dua jam. Capek, tahu! Selain capek fisik, biaya transportasinya juga bakal bikin bengkak. Kenapa nggak coba gaya slow travel? Pilih satu kota, nikmati suasananya lebih lama, berbaur sama warga lokal, dan cari makan di warung-warung pinggir jalan yang rasanya justru lebih otentik (dan murah!).

Atau kalau memang lagi bener-bener pengen hemat, staycation di dalam kota juga nggak ada salahnya. Cari hotel yang diskonannya gede di hari kerja atau saat low season. Nikmati fasilitas kolam renangnya, tidur di kasur empuk yang nggak perlu kamu rapihin sendiri, dan pesan makanan lewat ojek online. Vibe-nya tetep liburan, tapi ongkos pesawatnya bisa kamu simpan buat investasi masa depan.

4. Food Budgeting: Jangan Lupa Lapar Mata Itu Mahal

Sering nggak sih, pas liburan kita ngerasa "Ah, mumpung di sini, cobain ini yuk!" terus berlanjut sampai sepuluh kali dalam sehari? Makan enak pas liburan itu wajib, tapi bukan berarti setiap makan harus di kafe estetik yang harga es teh manisnya seharga satu liter bensin.

Coba kombinasikan. Misalnya, sarapan cari bubur ayam lokal, makan siang di tempat yang agak keren buat konten, dan makan malam balik lagi ke kuliner kaki lima. Selain lebih hemat, kamu juga bisa ngerasain petualangan rasa yang lebih beragam. Jangan lupa bawa botol minum sendiri, sepele sih, tapi kalau dikali tiga kali makan selama seminggu, lumayan banget buat beli oleh-oleh.

5. Manajemen Ekspektasi dan Dana Darurat

Ini yang paling penting tapi sering dilupakan. Jangan pernah pakai dana darurat buat liburan. Dana darurat itu buat kalau genteng bocor atau ban motor meledak, bukan buat beli tiket konser di luar kota. Pastikan budget liburan kamu berasal dari pos "hiburan" yang emang udah disisihin.

Kalau budget-nya cuma cukup buat jalan-jalan ke Bogor, ya jangan dipaksain ke Bali demi dibilang keren. Sadari kapasitas finansial diri sendiri. Liburan yang paling menyenangkan adalah liburan yang saat kita pulang, kita nggak pusing mikirin cicilan atau cara bertahan hidup sampai tanggal gajian berikutnya.

Kesimpulan: Liburan Berkualitas Nggak Harus Mahal

Memanfaatkan hari libur di tahun 2026 nanti memang butuh persiapan mental dan finansial yang matang. Kita hidup di zaman di mana tekanan sosial buat pamer kemewahan itu kenceng banget. Tapi ingat, kesehatan mental kamu jauh lebih penting daripada validasi orang lain di media sosial. Liburan itu buat istirahat, bukan buat nambah beban pikiran karena keuangan yang berantakan.

Jadi, mulai sekarang, yuk buka kalender 2026, hitung cuti, dan mulai nabung tipis-tipis. Dengan perencanaan yang oke, kamu tetep bisa healing tanpa harus bikin dompet pingsan. Selamat merencanakan petualanganmu, ya!