Kamis, 12 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Di Balik Rasa Asamnya, Inilah Keunggulan Buah Kedondong yang Sering Diremehkan

RAU - Thursday, 12 February 2026 | 09:05 PM

Background
Di Balik Rasa Asamnya, Inilah Keunggulan Buah Kedondong yang Sering Diremehkan

Di Balik Rasa Asamnya, Inilah Keunggulan Buah Kedondong yang Sering Diremehkan

Bayangkan siang hari yang terik, matahari lagi semangat-semangatnya menyapa bumi, dan keringat mulai bercucuran di dahi. Di tengah suasana gerah itu, tiba-tiba ada tukang rujak lewat. Mata kita langsung tertuju pada deretan buah segar di gerobaknya. Ada mangga muda, bengkuang, pepaya, dan tentu saja si primadona yang sering bikin kita mengernyitkan dahi: kedondong.

Bagi sebagian orang, kedondong mungkin dianggap sebagai buah "kelas dua". Kalah mentereng kalau dibandingin sama stroberi yang estetik buat difoto atau alpukat yang jadi menu wajib anak senja yang lagi diet sehat. Kedondong itu jujur, apa adanya, dan nggak neko-neko. Kulitnya hijau kusam, bentuknya oval nggak beraturan, dan kalau digigit, rasa asamnya langsung menusuk sampai ke tulang pipi. Tapi, jangan salah sangka dulu. Di balik tampang yang biasa saja dan rasa yang bikin merem-melek itu, buah dengan biji berserabut ini menyimpan gudang manfaat yang luar biasa bagi tubuh kita.

Si Kecut yang Ternyata Superfood Lokal

Kalau kita bicara soal nutrisi, kedondong itu sebenarnya paket lengkap. Jangan cuma dilihat dari asamnya doang. Usut punya usut, kedondong mengandung vitamin C yang dosisnya cukup buat bikin imun tubuh kita jadi sekuat benteng Takeshi. Dalam 100 gram buah kedondong, terdapat sekitar 30 miligram vitamin C. Buat kamu yang sering tepar gara-gara cuaca nggak menentu atau kerja lembur bagai kuda, ngemil kedondong bisa jadi solusi alami biar nggak gampang tumbang kena flu atau batuk.

Selain vitamin C, kedondong juga kaya akan vitamin A. Nah, ini penting banget buat kita yang kesehariannya nggak bisa lepas dari layar gadget, entah itu buat kerja atau sekadar scroll media sosial sampai pagi. Vitamin A di dalam kedondong membantu menjaga kesehatan retina mata kita. Jadi, daripada terus-terusan mengonsumsi suplemen kimia, nggak ada salahnya kan sesekali balik ke cara tradisional dengan makan buah-buahan lokal yang lebih segar dan murah meriah?

Bukan Sekadar Teman Rujak, Kedondong adalah Sahabat Diet

Banyak dari kita yang rela keluar uang banyak demi beli "fat burner" atau teh pelangsing yang rasanya kadang bikin mual. Padahal, rahasia buat dapet berat badan ideal bisa jadi ada di tukang buah langganan kamu. Kedondong itu buah yang rendah kalori tapi tinggi serat. Serat ini fungsinya krusial banget buat pencernaan. Dia bakal bikin kamu merasa kenyang lebih lama. Jadi, keinginan buat bolak-balik buka kulkas atau pesan camilan lewat aplikasi ojek online bisa sedikit ditekan.

Serat dalam kedondong juga bekerja seperti "sapu" di dalam usus kita. Dia membantu melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit. Plus, kandungan airnya yang tinggi bikin tubuh tetap terhidrasi. Jadi, kalau kamu lagi program diet, masukin kedondong ke dalam list makanan mingguan kamu adalah langkah yang sangat cerdas. Selain sehat, dompet juga nggak bakal menjerit karena harganya yang sangat terjangkau dibandingkan buah impor.

Seni Makan Kedondong: Melawan Biji Berduri

Ada satu hal yang bikin kedondong unik sekaligus menantang: bijinya. Berbeda dengan mangga yang bijinya halus atau pepaya yang bijinya kecil-kecil, kedondong punya biji yang punya "rambut" atau serat yang keras dan tajam. Makan kedondong itu ada seninya. Kita harus hati-hati mengikis daging buahnya supaya si serat biji ini nggak nyangkut di gigi atau malah melukai gusi.

Bagi sebagian orang, ini mungkin dianggap merepotkan. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, ini malah jadi filosofi tersendiri. Menikmati hal yang enak itu butuh perjuangan, bro. Sama kayak hidup, di balik keberhasilan yang manis (atau asam segar dalam hal ini), pasti ada tantangan atau "duri" yang harus kita lalui dengan penuh kesabaran. Sensasi menggerogoti daging buah kedondong sampai bersih itu memberikan kepuasan tersendiri yang nggak bakal kamu dapet dari makan buah pisang yang tinggal telan.

Manfaat Tersembunyi buat Kulit Glowing

Siapa bilang buat dapet kulit glowing harus selalu pakai skincare mahal yang harganya setara cicilan motor? Kandungan antioksidan dalam kedondong, terutama vitamin C, berperan penting dalam pembentukan kolagen. Kolagen inilah yang menjaga kulit kita tetap kenyal, kencang, dan nggak gampang keriput. Selain itu, antioksidan juga berfungsi melawan radikal bebas akibat polusi udara dan sinar UV yang makin ganas belakangan ini.

Dengan rajin makan kedondong, secara nggak langsung kamu lagi melakukan perawatan kulit dari dalam. Kulit jadi lebih cerah dan nggak kusam. Jadi, kalau ada teman yang tanya rahasia kulit segar kamu, jangan ragu buat bilang, "Rahasianya cuma rajin makan kedondong, kok!" Pasti mereka bakal kaget dan mungkin nggak percaya.

Obat Tradisional yang Mujarab

Zaman dulu, orang tua kita sering banget pakai kedondong sebagai obat batuk alami. Caranya gampang banget, tinggal parut buah kedondong, peras airnya, terus kasih sedikit garam. Rasanya memang agak ajaib, tapi khasiatnya buat melegakan tenggorokan itu nyata adanya. Ini membuktikan kalau kedondong bukan cuma sekadar makanan iseng, tapi punya nilai medis yang sudah diakui secara turun-temurun.

Selain itu, kedondong juga dipercaya bisa membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh. Buat kamu yang punya masalah anemia atau gampang ngerasa pusing dan lemas, kombinasi vitamin C di kedondong bakal membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan lain dengan lebih maksimal. Benar-benar buah yang serbaguna, kan?

Kesimpulan: Jangan Pandang Sebelah Mata

Di tengah gempuran tren makanan kekinian yang seringkali cuma menang di tampilan tapi kurang di nutrisi, kedondong hadir sebagai pengingat bahwa alam Indonesia itu kaya banget. Kita nggak perlu jauh-jauh mencari "superfood" dari luar negeri kalau di pasar tradisional dekat rumah saja tersedia buah sehebat kedondong.

Mulai sekarang, yuk kita apresiasi lagi keberadaan buah lokal ini. Jangan cuma dimakan pas lagi pengen rujak aja. Olah kedondong jadi manisan, sambal kedondong yang pedas nampol, atau bahkan jus segar dengan sedikit madu. Selain enak, kamu juga dapet bonus badan sehat, mata jernih, dan kulit glowing tanpa harus bangkrut. Jadi, masih mau ngeremehin si kecut yang satu ini? Pikir-pikir lagi deh!