Selasa, 17 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Terlalu Sering Pakai Headset, Benarkah Bisa Bikin Tuli di Usia Muda?

Tata - Saturday, 14 February 2026 | 04:40 AM

Background
Terlalu Sering Pakai Headset, Benarkah Bisa Bikin Tuli di Usia Muda?

Di era kerja hybrid, streaming, dan gaming, headset seolah menjadi "teman setia" sehari-hari. Namun pertanyaannya, apakah terlalu sering memakai headset bisa menyebabkan tuli di usia muda?

Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 1 miliar remaja dan dewasa muda di dunia berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat paparan suara keras dari perangkat audio pribadi. WHO menyebut paparan suara di atas 85 desibel dalam waktu lama dapat merusak pendengaran secara permanen.

Bagaimana Headset Bisa Merusak Pendengaran?

Di dalam telinga bagian dalam terdapat sel rambut halus (hair cells) yang berfungsi mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik ke otak. Jika terpapar suara keras terus-menerus, sel rambut ini bisa rusak atau mati.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kerusakan akibat kebisingan disebut Noise-Induced Hearing Loss (NIHL).

Yang perlu diingat: kerusakan ini bersifat permanen karena sel rambut di koklea tidak dapat tumbuh kembali.

Masalahnya, banyak orang tidak menyadari kerusakan terjadi secara perlahan. Awalnya hanya terasa telinga berdenging (tinnitus) setelah memakai headset lama. Lama-kelamaan, pendengaran frekuensi tinggi mulai menurun.

Seberapa Keras Itu "Terlalu Keras"?

Sebagai gambaran:

60 desibel: percakapan normal

85 desibel: batas aman maksimal 8 jam

100 desibel: bisa merusak dalam 15 menit

WHO menyarankan aturan sederhana 60/60: gunakan volume maksimal 60% dan tidak lebih dari 60 menit tanpa jeda.

Banyak headset modern mampu menghasilkan suara hingga 100–110 desibel. Jika digunakan berjam-jam setiap hari, risikonya meningkat signifikan.

Apakah Bluetooth Berbahaya?

Sebagian orang khawatir soal radiasi Bluetooth. Hingga saat ini, penelitian menunjukkan bahwa Bluetooth termasuk gelombang radio non-ionizing dengan tingkat paparan sangat rendah dan belum terbukti menyebabkan gangguan otak atau kanker dalam batas penggunaan normal.

Risiko terbesar tetap berasal dari volume suara, bukan gelombangnya.

Tanda Awal Gangguan Pendengaran

Waspadai jika mengalami:

-Telinga berdenging setelah pakai headset

-Sulit mendengar percakapan di tempat ramai

-Sering meminta lawan bicara mengulang kata

-Volume TV atau ponsel makin lama makin tinggi

Jika gejala muncul, pemeriksaan ke dokter THT dan tes audiometri sangat disarankan.

Cara Aman Menggunakan Headset

-Terapkan aturan 60/60

-Gunakan noise-cancelling agar tak perlu menaikkan volume

-Istirahatkan telinga minimal 5–10 menit tiap jam

-Hindari penggunaan saat tidur

-Rutin cek pendengaran jika sering terpapar suara keras

Menjaga pendengaran sama pentingnya dengan menjaga kesehatan mata atau jantung. Sekali rusak, tidak bisa kembali seperti semula.