Terlalu Sering Pakai Headset, Benarkah Bisa Bikin Tuli di Usia Muda?
Tata - Saturday, 14 February 2026 | 04:40 AM


Di era kerja hybrid, streaming, dan gaming, headset seolah menjadi "teman setia" sehari-hari. Namun pertanyaannya, apakah terlalu sering memakai headset bisa menyebabkan tuli di usia muda?
Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 1 miliar remaja dan dewasa muda di dunia berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat paparan suara keras dari perangkat audio pribadi. WHO menyebut paparan suara di atas 85 desibel dalam waktu lama dapat merusak pendengaran secara permanen.
Bagaimana Headset Bisa Merusak Pendengaran?
Di dalam telinga bagian dalam terdapat sel rambut halus (hair cells) yang berfungsi mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik ke otak. Jika terpapar suara keras terus-menerus, sel rambut ini bisa rusak atau mati.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kerusakan akibat kebisingan disebut Noise-Induced Hearing Loss (NIHL).
Yang perlu diingat: kerusakan ini bersifat permanen karena sel rambut di koklea tidak dapat tumbuh kembali.
Masalahnya, banyak orang tidak menyadari kerusakan terjadi secara perlahan. Awalnya hanya terasa telinga berdenging (tinnitus) setelah memakai headset lama. Lama-kelamaan, pendengaran frekuensi tinggi mulai menurun.
Seberapa Keras Itu "Terlalu Keras"?
Sebagai gambaran:
60 desibel: percakapan normal
85 desibel: batas aman maksimal 8 jam
100 desibel: bisa merusak dalam 15 menit
WHO menyarankan aturan sederhana 60/60: gunakan volume maksimal 60% dan tidak lebih dari 60 menit tanpa jeda.
Banyak headset modern mampu menghasilkan suara hingga 100–110 desibel. Jika digunakan berjam-jam setiap hari, risikonya meningkat signifikan.
Apakah Bluetooth Berbahaya?
Sebagian orang khawatir soal radiasi Bluetooth. Hingga saat ini, penelitian menunjukkan bahwa Bluetooth termasuk gelombang radio non-ionizing dengan tingkat paparan sangat rendah dan belum terbukti menyebabkan gangguan otak atau kanker dalam batas penggunaan normal.
Risiko terbesar tetap berasal dari volume suara, bukan gelombangnya.
Tanda Awal Gangguan Pendengaran
Waspadai jika mengalami:
-Telinga berdenging setelah pakai headset
-Sulit mendengar percakapan di tempat ramai
-Sering meminta lawan bicara mengulang kata
-Volume TV atau ponsel makin lama makin tinggi
Jika gejala muncul, pemeriksaan ke dokter THT dan tes audiometri sangat disarankan.
Cara Aman Menggunakan Headset
-Terapkan aturan 60/60
-Gunakan noise-cancelling agar tak perlu menaikkan volume
-Istirahatkan telinga minimal 5–10 menit tiap jam
-Hindari penggunaan saat tidur
-Rutin cek pendengaran jika sering terpapar suara keras
Menjaga pendengaran sama pentingnya dengan menjaga kesehatan mata atau jantung. Sekali rusak, tidak bisa kembali seperti semula.
Next News

Hipertensi: Silent Killer yang Harus Diwaspadai
11 hours ago

Antara Menu Sahur Anti-Ngantuk dan Berbuka yang Nggak Bikin Food Coma
27 minutes ago

Apa Manfaat Jalan Kaki 10.000 Langkah Sehari?
13 hours ago

Kenapa Jalan-Jalan Sore Lebih Ampuh Menjaga Waras Daripada Liburan Mahal?
an hour ago

Mandi Setelah Olahraga, Segar Instan atau Malah Bahaya Buat Badan?
2 hours ago

Air Putih vs Minuman Isotonik Saat Olahraga: Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?
14 hours ago

Tidur Siang 20 Menit: Benarkah Efektif Menambah Konsentrasi?
14 hours ago

Latihan Rumahan Tanpa Alat: Efektif dan Enerjik untuk Semua Usia
16 hours ago

Benarkah Roti Bisa Memicu Maag?
17 hours ago

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta: Mana yang Lebih Berisiko Membuat Jantung Berdebar dan Sakit Kepala?
17 hours ago





