Pemprov Sumut Perkuat Sinergi dengan BBPOM, Fokus Pengawasan Obat, Makanan, dan Vape
eno - Wednesday, 07 January 2026 | 02:54 AM


Medan — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus memperkuat sinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan dalam upaya meningkatkan pengawasan peredaran obat dan makanan di wilayah Sumatera Utara. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Sulaiman Harahap, saat menerima audiensi Kepala BBPOM di Medan, Mojaza Sirait, di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (6/1/2026).
Sulaiman menegaskan, pengawasan obat harus dilakukan secara ketat, terutama terkait penggunaan antibiotik yang seharusnya hanya dikonsumsi berdasarkan resep dokter. Menurutnya, penertiban perlu dilakukan sejak dini meskipun berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian pihak.
“Semua obat harus melalui resep dokter. Penertiban memang perlu dimulai sekarang. Walaupun mungkin tidak nyaman, ini demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Sulaiman juga menyoroti pesatnya pertumbuhan industri rumahan yang memproduksi obat dan kosmetik. Ia meminta BPOM agar lebih sigap dan inovatif dalam mengawasi penggunaan zat kimia pada produk kecantikan, guna mencegah risiko kesehatan bagi konsumen.
Perhatian khusus juga diarahkan pada tren penggunaan rokok elektrik atau vape di kalangan anak muda. Pemprov Sumut meminta BBPOM memperketat pengawasan untuk mencegah potensi penyalahgunaan narkoba yang dicampurkan ke dalam cairan vape.
“Kekhawatiran kami adalah adanya penyalahgunaan narkoba dalam liquid vape. Karena itu, diperlukan perlindungan masyarakat melalui sinergi informasi dan kolaborasi antara Pemprov, Dinas Kesehatan, dan BPOM,” tegas Sulaiman.
Ia bahkan mengusulkan pelaksanaan razia gabungan bersama Dinas Kesehatan, khususnya menjelang hari besar keagamaan, guna menjamin keamanan obat dan makanan yang dikonsumsi masyarakat. Sulaiman berharap ke depan BBPOM dapat berperan sebagai garda terdepan dalam pengawasan obat dan makanan di Sumatera Utara.
Sementara itu, Kepala BBPOM Medan Mojaza Sirait menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengawal program pemerintah dari hulu hingga hilir. Salah satu fokus pengawasan tahun ini adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar pelaksanaannya memenuhi standar keamanan pangan.
Dalam audiensi tersebut, Mojaza juga menyampaikan pentingnya kolaborasi dengan Pemprov Sumut untuk memberikan imbauan kepada apoteker dan tenaga medis agar penggunaan antibiotik dilakukan secara bijak dan proporsional.
Selain itu, BBPOM mendorong kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam memperketat pengawasan peredaran bahan baku obat serta komoditas tertentu, seperti cengkeh, baik untuk kebutuhan ekspor maupun impor. Ia juga mengusulkan keterlibatan BBPOM dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna berkontribusi dalam pengawasan distribusi barang.
Sumber: HarianSIB
Next News

Harga Cabai Merah di Sumut Anjlok, Rata-rata Jauh di Bawah HET
15 hours ago

Pemprov Sumut Formulasikan Ulang APBD 2026, Prioritaskan Pemulihan Pascabencana
2 days ago

Bencana Alam Picu Inflasi Gunungsitoli Tertinggi di Sumut, Tembus 10,84 Persen
3 days ago

Tapsel Terima DBH dari Pemprovsu untuk Pembangunan Berkelanjutan
5 months ago





