Pear: Si Buah "Pasir" yang Sering Dianaktirikan Padahal Manfaatnya Gila-gilaan
Liaa - Sunday, 22 February 2026 | 04:50 PM


Pear: Si Buah "Pasir" yang Sering Dianaktirikan Padahal Manfaatnya Gila-gilaan
Pernah nggak sih kamu merasa kalau buah pear itu adalah kasta menengah dalam dunia perbuahan? Kalau kita belanja ke supermarket atau tukang buah pinggir jalan, biasanya mata kita otomatis tertuju pada apel merah yang glowing atau jeruk yang warnanya mentereng banget. Pear? Dia biasanya cuma duduk tenang di pojokan dengan warna kulitnya yang pucat, kuning kalem, atau hijau yang nggak terlalu mencolok. Kadang orang cuma beli pear kalau lagi sariawan atau pas mau menjenguk orang sakit di rumah sakit. Jujurly, pear ini adalah definisi nyata dari kata "underrated".
Padahal kalau kita mau bedah lebih dalam, buah yang punya tekstur khas "berpasir" ini menyimpan segudang manfaat yang nggak main-main. Nggak cuma segar pas dimakan siang-siang pas lagi terik, pear itu kayak paket lengkap buat kamu yang pengen hidup sehat tapi nggak mau ribet. Mari kita bahas kenapa kamu harus mulai memasukkan pear ke dalam keranjang belanjaanmu, bukan cuma pas lagi nggak enak badan doang.
Sahabat Karib Pencernaan (Anti-Sembelit Club)
Masalah perut itu emang paling sering bikin mood berantakan. Lagi asyik nongkrong, tiba-tiba perut terasa begah atau malah sembelit karena kebanyakan makan gorengan dan minim serat. Nah, di sinilah pear muncul sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Pear itu kaya banget akan serat, terutama jenis serat larut yang namanya pektin. Serat ini kerjanya satset banget buat melunakkan kotoran dan bikin urusan ke belakang jadi lancar jaya.
Satu buah pear ukuran sedang itu bisa menyumbang sekitar 6 gram serat, yang mana itu sudah memenuhi hampir seperempat kebutuhan serat harian kita. Jadi, daripada terus-terusan mengandalkan obat pencahar kimia yang rasanya aneh itu, mending stok pear di kulkas. Makan satu buah pear beserta kulitnya (tentunya dicuci bersih dulu ya, Bestie!) bakal bikin usus kamu merasa dicintai.
Si Paling Hydrating Saat Cuaca Lagi Chaos
Kita semua tahu kalau cuaca belakangan ini lagi nggak menentu. Kadang panasnya minta ampun sampai bikin tenggorokan kering kerontang. Pear itu punya kandungan air yang tinggi banget, sekitar 84 persen. Bayangin, gigit buah pear yang baru keluar dari kulkas itu sensasinya hampir sama kayak minum segelas air dingin tapi ada bonus manis-manisnya yang alami.
Buat kamu yang sering lupa minum air putih karena keasyikan kerja atau scroll TikTok, makan pear bisa jadi salah satu cara buat "curangi" hidrasi tubuh. Kandungan airnya nggak cuma bikin segar di tenggorokan, tapi juga membantu menjaga kelembapan kulit dari dalam. Biar nggak cuma skincare aja yang mahal, asupan dari dalam juga harus tetap on point.
Amunisi Buat yang Lagi Program Diet (Biar Nggak Lapar Terus)
Ngomongin diet itu seringkali jadi momok yang menakutkan karena bayangan kita pasti bakal kelaparan seharian. Tapi pear ini bisa jadi cheat code yang legal. Karena kandungan seratnya yang tinggi dan airnya yang melimpah, makan satu buah pear itu efek kenyangnya lama banget. Ini cocok banget buat kaum "mendang-mending" yang pengen ngemil tapi nggak mau kalori melonjak.
Indeks glikemik buah pear juga termasuk rendah. Artinya, gula alami di dalamnya nggak bakal bikin kadar gula darah kamu naik turun kayak roller coaster. Jadi, buat kamu yang punya risiko diabetes atau sekadar pengen menjaga kestabilan energi sepanjang hari, pear adalah opsi cemilan yang jauh lebih cerdas daripada sebungkus keripik kentang atau boba yang gulanya luar biasa itu.
Investasi Jangka Panjang Buat Jantung dan Imun
Mungkin terdengar agak serius, tapi pear itu sebenarnya kaya akan antioksidan, flavonoid, dan vitamin C. Zat-zat ini kerjanya kayak bodyguard di dalam tubuh kita. Mereka melawan radikal bebas yang bikin sel-sel kita rusak. Selain itu, ada kandungan potasium yang bagus banget buat menjaga tekanan darah tetap stabil. Jantung yang sehat itu investasi, jangan sampai baru sadar pas sudah umur 40-an ke atas.
Apalagi di musim pancaroba yang bikin orang gampang drop, vitamin C dalam pear ngebantu banget memperkuat benteng pertahanan tubuh. Nggak perlu nunggu flu menyerang baru cari buah. Jadikan pear sebagai bagian dari gaya hidup biar kamu nggak gampang tumbang pas lagi banyak tugas atau deadline kantor menumpuk.
Vibe "Healing" dari Setiap Gigitan
Secara narasi, pear itu punya tempat spesial dalam budaya kita. Pernah perhatikan nggak, kalau ada orang sakit, biasanya parsel buahnya didominasi oleh pear? Itu bukan tanpa alasan. Pear punya efek mendinginkan atau "adem" kalau kata orang tua zaman dulu. Sifatnya yang ringan di perut dan menyegarkan memang cocok banget buat masa pemulihan.
Tapi ya itu tadi, jangan tunggu sakit dulu baru makan pear. Nikmatin buah ini saat kamu lagi santai sore, atau potong-potong buat campuran salad buah. Teksturnya yang crunchy tapi lembut itu memberikan kepuasan tersendiri yang nggak didapat dari buah lain. Apalagi kalau kamu dapet pear jenis Xiang Lie atau Pear Madu yang manisnya sopan banget di lidah, rasanya kayak lagi dapet pelukan hangat dari alam.
Kesimpulan: Beri Kesempatan Buat Si Kuning Pucat Ini
Jadi, mulai sekarang, jangan lagi cuma lewat doang di depan rak buah pear. Beri dia kesempatan untuk masuk ke menu harianmu. Manfaatnya yang gila-gilaan buat pencernaan, hidrasi, berat badan, sampai kesehatan jantung bikin pear layak dapet predikat "Superfood" lokal yang terjangkau. Hidup sehat itu nggak harus mahal dan nggak harus makan makanan yang rasanya aneh-aneh. Cukup mulai dengan hal sederhana, kayak makan buah pear secara rutin.
Ingat, kesehatan itu bukan soal seberapa banyak suplemen yang kamu minum, tapi seberapa konsisten kamu memasukkan nutrisi alami ke dalam tubuh. Dan pear, dengan segala kesederhanaan warnanya, adalah jawaban yang paling pas buat kamu yang pengen hidup sehat tanpa banyak drama. Yuk, mulai hari ini, satu hari satu pear, biar dokter nggak usah mampir-mampir!
Next News

Kupu-Kupu, Si Cantik yang Hidupnya Ternyata Hardcore Banget
2 hours ago

Kenapa Suara Hujan Bikin Kita Nagih?
2 hours ago

Seni Menggunakan Micin dengan Bijak pada Masakan
2 hours ago

Tanda-Tanda Penuaan Dini yang Sering Tidak Disadari
14 hours ago

Tekanan Darah Naik Saat Emosi, Apakah Berbahaya?
14 hours ago

Internet Super Cepat 5G,Apakah Indonesia Sudah Siap?
14 hours ago

Anak Kidal , Benarkah Lebih Kreatif dan Jenius?
14 hours ago

Pekerjaan yang Berpotensi Tergantikan AI di Masa Depan, Apa Saja Itu?
15 hours ago

Benarkah Musik Bisa Membuat Anak Menjadi Cerdas?
15 hours ago

Seni Makan Kerang
7 hours ago





