Kenapa Lagu Justin Bieber Dijual? Ini Alasan di Balik Penjualan Katalog Musiknya
Liaa - Wednesday, 15 April 2026 | 01:15 PM


Keputusan Justin Bieber menjual katalog lagu-lagu lamanya sempat mengejutkan publik dan penggemarnya. Langkah tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah penampilannya yang tak biasa di festival musik Coachella.
Pada awal 2023, Bieber resmi melepas hak cipta dan royalti atas seluruh katalog musik yang dirilis sebelum 31 Desember 2021. Katalog tersebut dibeli oleh Hipgnosis Songs Capital yang kini dikenal sebagai Recognition Music Group.
Nilai transaksi itu mencapai sekitar 200 juta dolar AS atau setara kurang lebih Rp3 triliun. Kesepakatan tersebut mencakup sekitar 290 lagu, termasuk sejumlah hit besar seperti "Baby", "Sorry", "Love Yourself", "Peaches", dan "Yummy".
Isu Keuangan Sempat Mencuat
Spekulasi muncul setelah dokumenter produksi TMZ berjudul TMZ Investigates: What Happened to Justin Bieber mengungkap dugaan bahwa Bieber mengalami tekanan finansial pada 2022.
Pembatalan tur dunia Justice World Tour disebut menyebabkan kerugian besar. Bahkan dalam dokumenter tersebut muncul klaim bahwa penjualan katalog dilakukan untuk menutup persoalan keuangan.
Pihak Bieber Membantah
Meski begitu, sumber terdekat penyanyi asal Kanada tersebut membantah isu kebangkrutan. Mereka menegaskan bahwa keputusan menjual katalog merupakan bagian dari strategi jangka panjang.
Penjualan dilakukan saat nilai katalog berada di titik tinggi, sehingga dinilai sebagai langkah bisnis yang matang dan terukur.
Fokus pada Kesehatan dan Keluarga
Pendiri Hipgnosis, Merck Mercuriadis, menyatakan bahwa hasil transaksi tersebut memberi Bieber kebebasan finansial. Dengan kondisi itu, ia tidak perlu terus-menerus menjalani tur atau merilis karya baru demi pemasukan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bieber memang diketahui menghadapi tantangan kesehatan fisik dan mental. Dengan stabilitas finansial yang kuat, ia dapat memprioritaskan pemulihan dan kehidupan pribadinya.
Tidak Membatasi Penampilan Live
Spekulasi lain menyebut penjualan katalog membatasi Bieber membawakan lagu-lagu lamanya di panggung. Namun, para pelaku industri musik menjelaskan bahwa kesepakatan semacam ini umumnya hanya menyangkut hak cipta dan royalti, bukan hak untuk tampil membawakan lagu secara langsung.
Dengan demikian, keputusan tersebut lebih tepat dilihat sebagai strategi finansial jangka panjang dibanding langkah terpaksa.
Next News

Apa Bahaya Menahan Buang Air Kecil Terlalu Lama? Ini Dampaknya bagi Kesehatan
5 hours ago

Sering Bangun Tengah Malam? Ini Penyebab yang Perlu Diwaspadai
5 hours ago

Cara Menjaga Kesehatan Saat Sering Bepergian, Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Padat
5 hours ago

Mengapa Tidak Dianjurkan Langsung Tidur Setelah Makan? Ini Penjelasan Medisnya
5 hours ago

Benarkah Minum Air Hangat di Pagi Hari Baik untuk Tubuh? Simak Faktanya
6 hours ago

Tips Mengurangi Kantung Mata Secara Alami di Rumah, Mudah dan Aman Dicoba
6 hours ago

Pentingnya Self-Compassion dalam Kehidupan
in 6 hours

Cara Membangun Komunikasi yang Sehat dalam Hubungan
in 6 hours

Langkah Sederhana Meningkatkan Disiplin Diri
in 6 hours

Work-Life Balance: Mitos atau Kenyataan?
in 6 hours





