Kenapa Tanaman Bisa Mati Kalau Kebanyakan Air Padahal Air Itu Penting?
RAU - Tuesday, 26 May 2026 | 02:02 PM


Memang terdengar berlawanan dengan logika: tanaman membutuhkan air untuk hidup, tetapi jika air diberikan terlalu banyak, tanaman justru bisa mati. Hal ini bukan karena tanaman "kelebihan air" secara langsung, melainkan karena akar tidak lagi bisa bernapas.
1. Akar Tanaman Juga Membutuhkan Oksigen
Akar tanaman tidak hanya menyerap air dan nutrisi, tetapi juga membutuhkan oksigen untuk melakukan respirasi, yaitu proses menghasilkan energi agar tanaman bisa tumbuh.
Dalam kondisi normal, tanah memiliki rongga kecil yang berisi campuran air dan udara. Oksigen di dalam rongga ini digunakan oleh akar untuk bernapas.
Namun ketika tanaman disiram terlalu banyak, air akan mengisi seluruh rongga tanah dan mendorong keluar oksigen. Akibatnya, akar terendam dalam kondisi yang kekurangan udara.
2. Akar Mengalami "Kehabisan Napas"
Saat tidak mendapatkan oksigen, akar tidak bisa melakukan respirasi dengan baik. Sel-sel akar mulai melemah dan akhirnya mati. Kondisi ini membuat tanaman kehilangan kemampuan untuk menyerap air dan nutrisi, meskipun air sebenarnya tersedia sangat banyak.
3. Pembusukan Akar (Root Rot)
Tanah yang terlalu basah dalam waktu lama akan menciptakan kondisi tanpa oksigen (anaerob). Lingkungan ini sangat disukai oleh jamur dan bakteri patogen seperti Root rot.
Jamur dan bakteri ini menyerang akar yang sudah lemah, menyebabkan pembusukan. Ciri akar yang membusuk biasanya berwarna cokelat atau hitam, lembek, dan sering berbau tidak sedap.
Tanaman tidak mati karena "kebanyakan air", tetapi karena akar kekurangan oksigen dan akhirnya membusuk. Keseimbangan antara air dan udara di dalam tanah sangat penting agar tanaman tetap sehat.
Next News

Bagaimana Cara Mengukur Tinggi Gunung? Apa Pakai Meteran Bangunan?
in 6 hours

Orang Amnesia Bisa Lupa Ingatan Tapi Masih Bisa Bicara dan Membaca, Kok Bisa?
in 6 hours

Pola kebotakan pada pria yang hanya terjadi di bagian atas kepala ternyata memiliki penjelasan medis. Kondisi ini berkaitan dengan hormon DHT dan faktor genetik yang memengaruhi sensitivitas folikel rambut.
in 6 hours

Benda Bergerak Sendiri? Ini Fakta Ilmiah yang Perlu Kamu Tahu
in 6 hours

Mengapa "Lem Kambing" Bisa Membuat Halusinasi Padahal Hanya Lem?
in 6 hours

Pernah Kepikiran Nggak, Sebenarnya "Masuk Angin" Itu Gimana Bisa Terjadi?
in 6 hours

Benarkah Baju Baru Sebaiknya Dicuci Menggunakan Shampo?
in 6 hours

Kenapa Seseorang Bisa Memiliki Fobia? Trauma Bukan Satu-Satunya Penyebab
in 5 hours

Luka Gatal Ketika Sembuh, Normal atau Berbahaya?
in 3 hours

5 Tanaman Hias yang Tetap Segar Meski Ditinggal Bepergian
in 2 hours





