Bagaimana Cara Mengukur Tinggi Gunung? Apa Pakai Meteran Bangunan?
RAU - Tuesday, 26 May 2026 | 02:07 PM


Mungkin terdengar lucu membayangkan seseorang menarik meteran bangunan dari kaki gunung sampai ke puncaknya. Namun kenyataannya, pengukuran tinggi gunung dilakukan menggunakan metode ilmiah dan teknologi canggih.
Sebagai standar internasional, tinggi gunung selalu dihitung dari rata-rata permukaan laut atau MDPL (Meter di Atas Permukaan Laut).
Berikut beberapa metode yang digunakan untuk mengukur ketinggian gunung dari masa ke masa:
1. Metode Triangulasi
Sebelum teknologi satelit berkembang, ilmuwan menggunakan metode matematika bernama triangulasi dengan bantuan alat ukur sudut yang disebut theodolite.
Cara kerjanya:
- Surveyor menentukan jarak mendatar dari titik pengamatan ke gunung.
- Mengukur sudut elevasi menuju puncak gunung.
- Menggunakan rumus trigonometri untuk menghitung tinggi gunung.
Metode ini pernah digunakan untuk mengukur Mount Everest pada abad ke-19 dan hasilnya terbukti sangat mendekati pengukuran modern.
2. Menggunakan Barometer
Metode ini memanfaatkan perubahan tekanan udara. Semakin tinggi suatu tempat, semakin rendah tekanan udaranya.
Pendaki atau peneliti menggunakan alat bernama altimeter barometrik untuk mengukur perbedaan tekanan udara dari permukaan rendah hingga puncak gunung.
Meski praktis, metode ini bisa dipengaruhi cuaca karena tekanan udara juga berubah akibat kondisi atmosfer.
3. GPS Geodetik dan Satelit
Saat ini, metode paling akurat menggunakan teknologi GPS geodetik dan satelit.
- GPS Geodetik:
- Menggunakan receiver GPS khusus dengan akurasi jauh lebih tinggi dibanding GPS di ponsel. Alat ini menerima sinyal dari banyak satelit untuk menentukan posisi dan ketinggian secara presisi.
- LiDAR dan Radar:
- Teknologi ini menggunakan laser atau gelombang radar yang ditembakkan dari pesawat atau satelit ke permukaan bumi. Pantulan sinyal digunakan untuk membuat peta 3D permukaan gunung dengan tingkat detail sangat tinggi.
4. Kenapa Tinggi Gunung Bisa Berubah?
Menariknya, tinggi gunung tidak selalu tetap. Gempa bumi, pergeseran lempeng tektonik, aktivitas vulkanik, hingga erosi dapat membuat tinggi gunung berubah dari waktu ke waktu.
Ketinggian gunung tidak diukur menggunakan meteran biasa, melainkan dengan metode ilmiah seperti triangulasi, tekanan udara, hingga teknologi GPS dan satelit modern. Berkat teknologi ini, para ilmuwan dapat mengukur tinggi gunung dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.
Next News

Manfaat Buah Salju dari Bali untuk Kesehatan dan Kecantikan
in 6 hours

Mengenal Buah Carica dan Khasiatnya
in 6 hours

Mengenal Buah Ketapang dan Manfaatnya untuk Kesehatan
in 5 hours

10 Manfaat Sayur Labu Siam untuk Kesehatan, Rendah Kalori dan Kaya Nutrisi
in 5 hours

7 Manfaat Buah Sawo Manila untuk Kesehatan, Manis dan Kaya Nutrisi
in 5 hours

Mengenal Buah Pucuk Merah, Buah Kecil Berwarna Cerah yang Jarang Diketahui
in 5 hours

Khasiat Buah Markisa untuk Kesehatan, Segar dan Kaya Nutrisi
in 5 hours

6 Manfaat Buah Ceri untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan dan Baik untuk Jantung
in 5 hours

Lemang Periuk Kera, Kuliner Tradisional Unik yang Dimasak dalam Tanaman Karnivora
in 5 hours

Cymothoa exigua, Parasit Unik yang Menggantikan Lidah Ikan di Dalam Mulutnya
in 5 hours





