Pernah Kepikiran Nggak, Sebenarnya "Masuk Angin" Itu Gimana Bisa Terjadi?
RAU - Tuesday, 26 May 2026 | 01:42 PM


Dalam dunia medis, istilah "masuk angin" sebenarnya tidak dikenal. Tidak ada kondisi di mana angin benar-benar masuk ke dalam tubuh manusia. Istilah ini lebih merupakan cara masyarakat Indonesia menggambarkan kumpulan gejala tidak enak badan seperti pusing, meriang, perut kembung, mual, batuk, hingga pilek.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh saat seseorang merasa "masuk angin"?
1. Paparan Udara Dingin dan Respons Tubuh
Saat tubuh terpapar udara dingin, hujan, atau AC yang terlalu kuat, suhu di permukaan kulit dapat menurun. Sebagai bentuk perlindungan, tubuh akan melakukan penyempitan pembuluh darah atau vasokonstriksi.
Dampaknya, aliran darah yang membawa sel imun ke area seperti hidung dan tenggorokan bisa berkurang. Hal ini membuat pertahanan tubuh di bagian tersebut menjadi lebih lemah, sehingga lebih rentan terhadap gangguan.
2. Infeksi Virus Penyebab Gejala
Sebagian besar gejala yang sering disebut "masuk angin" sebenarnya disebabkan oleh infeksi virus, seperti Common cold yang biasanya dipicu oleh virus seperti rhinovirus.
Penularan terjadi bukan karena angin, melainkan karena virus yang masuk melalui udara atau tangan yang terkontaminasi, lalu masuk ke tubuh melalui hidung, mulut, atau mata.
Ketika daya tahan tubuh menurun misalnya karena kelelahan atau paparan dingin virus lebih mudah berkembang dan menimbulkan gejala seperti meriang, batuk, pilek, dan badan terasa pegal.
3. Faktor Kelelahan dan Sistem Imun
Kurang tidur, stres, dan kelelahan juga dapat melemahkan sistem imun. Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah merasakan gejala tidak enak badan, yang kemudian sering disalahartikan sebagai "masuk angin".
4. Gangguan Pencernaan Ringan
Pada beberapa kasus, rasa kembung dan mual juga bisa berasal dari gangguan pencernaan ringan, seperti pola makan tidak teratur atau produksi asam lambung yang meningkat.
"Masuk angin" bukanlah kondisi medis yang disebabkan oleh angin yang masuk ke tubuh. Istilah ini lebih tepat menggambarkan kombinasi gejala dari infeksi virus ringan, kelelahan, penurunan daya tahan tubuh, dan gangguan pencernaan. Angin atau udara dingin hanya menjadi pemicu, bukan penyebab utama.
Next News

Bagaimana Cara Mengukur Tinggi Gunung? Apa Pakai Meteran Bangunan?
in 6 hours

Kenapa Tanaman Bisa Mati Kalau Kebanyakan Air Padahal Air Itu Penting?
in 6 hours

Orang Amnesia Bisa Lupa Ingatan Tapi Masih Bisa Bicara dan Membaca, Kok Bisa?
in 6 hours

Pola kebotakan pada pria yang hanya terjadi di bagian atas kepala ternyata memiliki penjelasan medis. Kondisi ini berkaitan dengan hormon DHT dan faktor genetik yang memengaruhi sensitivitas folikel rambut.
in 6 hours

Benda Bergerak Sendiri? Ini Fakta Ilmiah yang Perlu Kamu Tahu
in 6 hours

Mengapa "Lem Kambing" Bisa Membuat Halusinasi Padahal Hanya Lem?
in 6 hours

Benarkah Baju Baru Sebaiknya Dicuci Menggunakan Shampo?
in 6 hours

Kenapa Seseorang Bisa Memiliki Fobia? Trauma Bukan Satu-Satunya Penyebab
in 6 hours

Luka Gatal Ketika Sembuh, Normal atau Berbahaya?
in 3 hours

5 Tanaman Hias yang Tetap Segar Meski Ditinggal Bepergian
in 2 hours





