Senin, 27 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Survei SMRC: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Turun Menjadi 51,1 Persen

RAU - Monday, 27 July 2026 | 12:41 PM

Background
Survei SMRC: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Turun Menjadi 51,1 Persen

Jakarta – Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto tercatat sebesar 51,1 persen berdasarkan hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Hasil tersebut menunjukkan adanya penurunan tingkat kepuasan masyarakat dibandingkan survei yang dilakukan pada November 2025. Saat itu, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo tercatat mencapai 81,2 persen.

Survei terbaru SMRC yang bertajuk "Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden" dilaksanakan pada 5 hingga 19 Juli 2026.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan perubahan tingkat kepuasan publik tersebut berkaitan dengan penilaian masyarakat terhadap sejumlah kondisi nasional, termasuk ekonomi, politik, dan penegakan hukum.

"Approval rating tidak datang dari hampa. Penurunan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo terjadi bersamaan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum," ujar Deni kepada Kompas.com, Minggu (26/7/2026).



Berdasarkan hasil survei, masyarakat yang menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo meningkat menjadi 46,9 persen pada Juli 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan hasil survei November 2025 yang berada di angka 16 persen.

Survei tersebut juga mencatat 4,8 persen responden menyatakan sangat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Sementara itu, 46,3 persen lainnya mengaku cukup puas.

Adapun responden yang menyatakan kurang puas mencapai 35 persen, sedangkan 11,9 persen menyatakan tidak puas sama sekali. Sebanyak 2,1 persen responden tidak memberikan jawaban atau tidak mengetahui.

Deni menjelaskan, penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja presiden memiliki hubungan dengan evaluasi masyarakat terhadap situasi ekonomi, politik, serta penegakan hukum.

Survei SMRC tersebut dilakukan terhadap populasi seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Sebanyak 749 responden dipilih secara acak untuk mengikuti survei.



Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan responden, baik menggunakan metode telepon maupun tatap muka. Survei tersebut memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen.

SMRC menjelaskan bahwa untuk melihat adanya perbedaan yang signifikan secara statistik, perubahan angka survei perlu mencapai setidaknya dua kali margin of error, atau sekitar 7,4 persen.

Hasil survei tersebut memberikan gambaran mengenai perubahan persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo pada pertengahan 2026. Penilaian publik terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum menjadi sejumlah faktor yang turut dikaitkan dengan perubahan tingkat kepuasan tersebut.